Selasa, 21 April 2026

Les Fuze Merilis Single Baru “So, Please”Anthem Slow Dance di tengah Ruang Distorsi

Kompassantri-online, Bandung, Indonesia — 21 April 2026 — Proyek musik alternative asal Bandung, Indonesia, Les Fuze, resmi merilis single terbaru berjudul “So, Please” di seluruh platform streaming digital pada 21 April 2026. Menjadi langkah terbaru menuju full album yang tengah dipersiapkan, lagu ini menampilkan sisi Les Fuze yang lebih manis, melodis, sekaligus emosional.
Ditulis dan diproduksi oleh Evander Abraham, “So, Please” menghadirkan perpaduan warna alternative rock, dream pop, dan noise pop dalam bentuk anthem slow dance dengan raungan distorsi. Lagu ini juga menghadirkan vokal tamu dari Yustika Maharani, menambah nuansa hangat dan manis pada keseluruhan atmosfer lagu.
Secara lirik, “So, Please” berangkat dari dorongan yang sederhana: ingin selalu dekat dengan seseorang. Tentang menikmati kehadirannya dan menahan waktu agar berjalan lebih lambat. Dengan kalimat-kalimat yang lugas dan langsung, lagu ini menangkap sisi personal dari ketertarikan dan kedekatan tanpa dibuat berlebihan.
Dibanding rilisan-rilisan Les Fuze sebelumnya, “So, Please” menandai eksplorasi emosi yang lebih lembut dan sentimental. Melodi yang manis berpadu dengan lapisan gitar bertekstur, menciptakan lanskap suara yang terinspirasi dari nama-nama seperti The Raveonettes, Alvvays, Belle & Sebastian, hingga The Ronettes.
Single ini merupakan bagian dari perjalanan panjang menuju full album Les Fuze. Proses produksinya sendiri memakan waktu hampir dua tahun, seiring dengan pengerjaan materi-materi lain yang nantinya akan hadir dalam rilisan penuh mendatang.
Les Fuze merupakan proyek one-man band dari Evander Abraham, yang menjadikan kebebasan eksplorasi musikal sebagai inti dari identitasnya. Dalam “So, Please”, kolaborasi dengan Yustika Maharani membuka dimensi baru yang semakin memperkaya dunia suara Les Fuze.
“So, Please” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital.
Credits:
Written by Evander Abraham
Produced by Evander Abraham
Recorded by Evander Abraham
Mixed & Mastered by Adhit Android
Vocals featuring Yustika Maharani
Untuk informasi lebih lanjut, wawancara, atau kebutuhan media, silakan hubungi kanal resmi Les Fuze.


Peluncuran Serial Istri Paruh Waktu|Kolaborasi Strategis MDTV & Netflix

AKARTA, 21 April 2026 – MDTV mengumumkan kelanjutan kolaborasi strategis dengan Netflix melalui perilisan serial drama terbaru bertajuk Istri Paruh Waktu. Serial ini menjadi produksi kelima MD Entertainment yang menembus pasar global via Netflix sekaligus tayang di televisi nasional.
### Jadwal Tayang dan Platform
Anda dapat menyaksikan serial ini melalui kanal berikut:
 1. Netflix: Mulai tayang pada 27 April 2026.
 2. MDTV: Tayang setiap hari pukul 19.00 WIB mulai 28 April 2026.
 3. MD Now: Pemirsa dapat menikmati layanan live streaming secara gratis melalui aplikasi di iOS dan Android.
### Detail Produksi dan Pemeran
 * Produser: Manoj Punjabi.
 * Pemeran Utama: Audi Marissa, Arifin Putra, dan Rheina Bishop.
 * Genre: Drama Keluarga.
### Sinopsis Singkat
Serial ini mengangkat dinamika rumah tangga Riska dan Adimas yang telah terbina selama tujuh tahun. Meski dari luar terlihat harmonis dan tanpa celah, fondasi pernikahan mereka mulai diuji oleh perubahan sikap serta rahasia yang perlahan muncul ke permukaan. Drama ini menghadirkan potret tentang kesetiaan, komitmen, dan cara mencintai pasangan dengan tulus.
### Tentang Perusahaan
 * MDTV: Sebelumnya dikenal sebagai NET, resmi bergabung dengan MD Entertainment pada November 2024. Kini mengusung tagline baru: TV Paling Drama di Indonesia.
 * Netflix: Penyedia layanan hiburan streaming dunia dengan lebih dari 300 juta keanggotaan berbayar di lebih dari 190 negara.
 * Rekam Jejak: Kesuksesan sebelumnya mencakup Ipar Adalah Maut The Series, Pernikahan Dini Gen Z, Keluarga Yang Tak Dirindukan, dan Dunia Tanpa Tuhan.
### Kontak Media
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
 * Email: pr.mdtv@mdentertainment.com.
 * Alamat: PT MDTV MEDIA TELEVISI, MD Place Tower 1, Lantai 3, Jl. Setiabudi Selatan No. 7, Jakarta Selatan.

Bless The Knights Rayakan 11 Tahun Perjalanan BermusikLewat Single "Il Grinta"

Jakarta, Kompassantri-online- Grup band metal progresif yang merupakan pelopor musik djent di Indonesia, Bless the Knights merayakan perjalanan 11 tahun mereka dengan merilis single terbaru berjudul "Il Grinta" pada Selasa, 21 April 2026.

Perilisan ini dilakukan secara spesial dalam acara bertajuk "Knights League", sebuah inisiatif yang mereka gagas sendiri sebagai bentuk selebrasi perjalanan panjang di industri musik.

Momentum ini semakin bermakna karena bertepatan dengan anniversary ke-11 Bless the Knights yang jatuh pada 7 April 2026. Dalam satu rangkaian acara, band ini tidak hanya merilis single, tetapi juga menghadirkan official music video “Il Grinta” sebagai simbol evolusi musikal mereka.

Lagu ini merepresentasikan determinasi, kerja keras, serta semangat pantang menyerah dalam mempertahankan eksistensi band di tengah dinamika industri musik.

"Secara musikal, kami ingin tetap agresif tapi lebih matang. ‘Il Grinta’ adalah evolusi sound Bless the Knights," ujar Cas Coldfire sang vokalis.

Seluruh rangkaian acara "Knights League" diinisiasi oleh mrfritzfaraday, gitaris sekaligus sosok di balik arah musikal dan visi kreatif Bless the Knights.

"Il Grinta adalah representasi dari mentalitas kami sejak awal—tidak pernah berhenti, tidak pernah mundur, apapun yang terjadi," ucap Firtz.

Dhika Dongeng yang mengisi vokal growl menambahkan bahwa lagu ini sangat personal, tentang bertahan di titik terendah dan tetap memilih untuk maju. Sedangkan bassis Soebroto Harry menekankan bahwa rilisan ini bukan sekadar karya baru, melainkan perayaan perjalanan panjang penuh perjuangan.

Di sisi lain, penabuh drum Kevin Sugito menyoroti energi solid yang dibawa lagu ini, mencerminkan semangat band yang lebih matang dan siap menghadapi fase baru.

"Energi di lagu ini benar-benar menggambarkan semangat kami hari ini—lebih solid, lebih lapar, dan lebih siap," katanya.

Perilisan single "Il Grinta" juga menandai kembalinya Bless the Knights bekerja sama dengan label Demajors, membuka babak baru kolaborasi di fase perjalanan mereka berikutnya.

Dengan semangat baru dan fondasi yang semakin kuat, Bless the Knights menegaskan bahwa perjalanan mereka masih jauh dari kata selesai—justru memasuki fase yang lebih tajam dan berbahaya.

Single "Il Grinta" milik Bless The Knights tersedia di seluruh platform digital streaming mulai 21 April 2026, bersamaan dengan peluncuran official music video dalam acara "Knights League".

Informasi lebih lengkap mengenai acara dan rilisan terbaru dapat diikuti melalui akun resmi Instagram @blesstheknights_official dan TikTok @blesstheknights. []

Hari Kartini 2026, Puan: Perempuan Bukan Objek Tapi Subjek Aktif yang Ikut Tentukan Perjalanan RI

Jakarta, Kompassantri-online, Ketua DPR RI Puan Maharani berbicara soal peran perempuan dalam peringatan Hari Kartini tahun 2026. Ia menegaskan, perempuan memiliki peran penting dalam menentukan perjalanan bangsa Indonesia. 

“Perempuan Indonesia sudah tidak perlu membuktikan bahwa mereka mampu. Pertanyaan hari ini bukan lagi ‘apakah’, melainkan ‘seberapa jauh’ dan ‘dengan sistem seperti apa’. Di sinilah momentum Hari Kartini menjadi relevan,” kata Puan, Selasa (21/4/2026).

Di momen Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April ini, Puan mengajak masyarakat untuk merefleksikan perjuangan para tokoh bangsa perempuan.
 
“Dengan perayaan Hari Kartini, kita mengenang perjuangan para perempuan-perempuan hebat dalam sejarah bangsa Indonesia, yang sejak dulu mereka sudah yakin bahwa perempuan adalah bagian tidak terpisahkan dalam usaha untuk memajukan bangsa,” tuturnya.
 
“Di Hari Kartini, kita menegaskan kembali bahwa perempuan bukanlah objek, tapi subjek aktif yang ikut menentukan cerita perjalanan Republik Indonesia,” imbuh Puan.

Mantan Menko PMK tersebut mengajak semua pihak untuk menegaskan kembali peran perempuan bagi kemajuan bangsa dan negara. Menurut Puan, menyertakan perempuan dalam proses pembangunan bukanlah sekedar kebijakan afirmatif. 

“Menyertakan perempuan merupakan kesadaran atas penghargaan harkat dan martabat manusia dan pilihan yang benar untuk menguatkan daya dari bangsa Indonesia itu sendiri,” tambahnya.
 
Lebih lanjut, Puan menyinggung mengenai perempuan yang memiliki kebutuhan dan pengalaman hidup berbeda dari laki-laki.
 
“Pengalaman hidup unik dari perempuan telah menempatkan kita seperti sinonim dengan istilah ‘Merawat Kehidupan’. Namun kita jangan sampai me-reduksi makna dari kata ‘merawat’ menjadi persoalan domestik semata yang seperti tidak memiliki hubungan dengan kemajuan bangsa,” papar Puan.

Dalam konteks perempuan merawat kehidupan Indonesia, kata Puan, maka sumbangsih dan kepemimpinan perempuan Indonesia dalam berbagai bidang sudah tidak perlu diragukan lagi.
 
“Apa yang kita perlu lakukan sekarang adalah kita harus bersama-sama memastikan bahwa keunikan pengalaman hidup perempuan akan terus dihadirkan dalam berbagai proses pengambilan keputusan yang akan menentukan perubahan-perubahan positif dalam perjalanan kemajuan bangsa ini,” terangnya.

Puan menilai, perempuan bukan hanya perlu duduk di ruangan pengambil keputusan. Ia menegaskan, perempuan juga harus ikut merancang ruangan itu sendiri.
 
“Perempuan harus ikut merancang ruangan-ruangan pengambilan keputusan untuk memastikan bahwa di dalam pembangunan Indonesia, perspektif perempuan yang jumlahnya sekitar setengah dari jumlah penduduk Indonesia harus dipertimbangkan,” jelas Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu kemudian menyinggung mengenai perjuangan RA Kartini terdahulu. Berkat perjuangan RA Kartini, Puan menilai saat ini sudah banyak perempuan yang membawa perubahan.
 
“Kartini tidak menunggu sistemnya sempurna untuk mulai menulis. Ia menulis, dan sistemnya berubah. Perempuan-perempuan Indonesia hari ini tidak sedang menunggu. Mereka sudah memimpin, sudah merawat, sudah mengubah,” ungkapnya.
 
Puan menyatakan perempuan harus memastikan bahwa dalam pembangunan Indonesia, tidak ada yang ditinggal.

“Bahwa ketika kita maju maka kita maju bersama-sama. Bahwa ketika kita terbang maka kita terbang bersama-sama,” sebut Puan.

“Karena bangsa yang ingin terbang tinggi membutuhkan kedua sayapnya yaitu perempuan dan laki-laki untuk dapat bekerja penuh,” lanjut cucu Bung Karno itu.

Puan memandang, selama satu sayap belum diberi ruang untuk mengembang sepenuhnya, maka tidak akan pernah diketahui seberapa tinggi Indonesia sesungguhnya bisa terbang.

Untuk itu, Puan mengingatkan agar perempuan bisa menegaskan bahwa perempuan mampu merawat dengan penuh daya. Dengan begitu kehidupan dapat bergerak maju.

“Ketika perempuan memimpin dengan penuh ilmu dan kepekaan, maka perubahan menjadi tidak ter-elakkan dan Indonesia akan terbang setinggi-tingginya,” ujar Puan.

“Selamat memperingati Hari Kartini tahun 2026 untuk seluruh perempuan hebat Indonesia. Mari terbang tinggi untuk membawa Indonesia semakin lebih maju,” tutupnya.