Selasa, 08 September 2026

Indonesia Masuk Ring on Fire, Puan Tekankan Pentingnya Mitigasi dan Antisipasi Terpadu

Kompassantri, Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya mitigasi dan antisipasi kebencanaan secara terpadu menyusul kondisi Indonesia sebagai negara dengan banyak daerah rawan bencana. Mitigasi dan antisipasi kebencanaan harus memprioritaskan keselamatan masyarakat.

“Indonesia masuk dalam lingkaran Ring of Fire. Karenanya memang dari masa ke masa, dari tahun ke tahun, Pemerintah itu sudah melakukan mitigasi dan antisipasi untuk melakukan semua hal terkait dengan hal tersebut, antisipasinya itu secara terpadu,” kata Puan.

Hal itu disampaikan Puan usai Rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

“Namun karena ini memang alam, kita tidak bisa melakukan antisipasi dan mitigasi itu di mana, kapan terjadinya, dan kapan selesainya,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Seperti diketahui, Indonesia terletak di jalur Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, yaitu kawasan tapal kuda di sekitar Samudra Pasifik dengan aktivitas gempa bumi dan gunung berapi tertinggi di dunia.

Terbaru, terjadi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda di mana erupsi yang terjadi menyebabkan sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah. Sebaran abu vulkanik GAK diketahui mencemari udara di Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat, serta mengganggu jarak pandang dan penerbangan.

Tak hanya GAK, peningkatan aktivitas gunung api bahkan terjadi dalam waktu berdekatan di berbagai daerah. Dalam waktu seminggu, ada 5 gunung api di Indonesia yang mengalami erupsi yakni GAK, Semeru di Jawa Timur, Illi Lewotolok Laki-laki di NTT, Gunung Ibu di Maluku, dan Sinabung di Sumatera Utara.

Untuk itu, Puan mendorong Pemerintah untuk meningkatkan mitigasi bencana. Hal ini diperlukan sebagai langkah antisipasi dan sebagai upaya untuk meminimalisir risiko korban jiwa.

“Keselamatan masyarakat, harus menjadi prioritas utama sehingga semua kebijakan dan tindakan yang diambil perlu diarahkan ke sana,” tegas Puan.

Lebih lanjut, Puan mendorong adanya satu kepemimpinan penanganan bencana yang menyatukan langkah kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. 

“Ini sebagai langkah dalam membangun kesiapan nasional dalam menghadapi kebencanaan, termasuk wilayah yang membutuhkan penguatan dan langkah yang lebih antisipatif,” sebutnya.

Di sisi lain, Puan mendorong Pemerintah untuk menetapkan jaminan perlindungan yang berlaku di seluruh daerah rawan.

“Bagaimana peringatan bencana diterima tepat waktu, warga dapat segera mencapai tempat aman, kebutuhan dasar tersedia, layanan kesehatan dan pendidikan tetap berjalan, serta keluarga yang kehilangan penghasilan memperoleh penyangga kehidupan,” jelas Puan.

“Dan tentunya keterbukaan informasi serta edukasi kepada masyarakat juga harus digalakkan sekaligus sebagai langkah untuk mencegah informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kepanikan,” tutupnya.

Senin, 07 September 2026

InJourney Hospitality Dorong Transformasi Layanan melalui Penguatan Customer Experience di Seluruh Jaringan Hotel

Kompassantri, Jakarta, 4 September 2026  PT Hotel Indonesia Natour (Persero) (InJourney Hospitality), anak usaha PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, terus memperkuat transformasi hospitality yang berorientasi pada pelanggan melalui pengembangan pengalaman yang relevan dan bernilai. Dalam momentum Hari Pelanggan Nasional, InJourney Hospitality menghadirkan *Kids Eat Free Program – When Dining with Parents* di 49 hotel yang tersebar di berbagai destinasi Indonesia pada 4–11 September 2026, sebagai wujud nyata komitmen perusahaan dalam menerjemahkan kebutuhan pelanggan menjadi layanan dan benefit yang memberikan nilai tambah.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari transformasi InJourney Hospitality dalam memperkuat pendekatan customer experience sebagai salah satu fondasi pengembangan bisnis dan layanan. Bagi perusahaan, Hari Pelanggan Nasional tidak semata menjadi momentum untuk memberikan apresiasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memastikan bahwa suara, kebutuhan, dan ekspektasi pelanggan diterjemahkan ke dalam pengalaman yang memberikan nilai tambah secara nyata.

Mengusung semangat *“Listen, Care, Act”* , InJourney Hospitality menerjemahkan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan ke dalam benefit yang relevan bagi keluarga. Pendekatan Listen diwujudkan melalui perhatian terhadap aspirasi dan kebutuhan pelanggan, Care melalui pemberian nilai tambah yang dapat dinikmati bersama keluarga, sementara Act diwujudkan dalam implementasi *Kids Eat Free* Program di seluruh jaringan hotel yang berpartisipasi.

*Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) (InJourney Hospitality), Christine Hutabarat* mengatakan bahwa penguatan customer experience merupakan bagian penting dari transformasi perusahaan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

“Bagi InJourney Hospitality, pelanggan bukan hanya penerima layanan, tetapi merupakan bagian penting dalam perjalanan transformasi perusahaan. Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi kami untuk memastikan bahwa setiap masukan dan kebutuhan pelanggan dapat diterjemahkan menjadi aksi yang memberikan manfaat nyata. Melalui semangat Listen, Care, Act, kami ingin menghadirkan pengalaman hospitality yang semakin relevan, personal, dan bermakna, termasuk bagi keluarga Indonesia,” ujar Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero).

Ia menambahkan, kehadiran *Kids Eat Free* Program di 49 hotel merupakan salah satu bentuk konsistensi InJourney Hospitality dalam menghadirkan standar pengalaman pelanggan yang terintegrasi di berbagai destinasi.

“Kami melihat pengalaman pelanggan sebagai bagian dari nilai yang kami ciptakan dalam setiap perjalanan. Karena itu, inisiatif seperti Kids Eat Free bukan sekadar benefit, tetapi merupakan bentuk bagaimana kami menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam pengalaman yang lebih baik. Dengan implementasi di 49 hotel, kami ingin memastikan bahwa komitmen terhadap customer experience hadir secara konsisten di seluruh jaringan InJourney Hospitality,” lanjutnya.

Melalui program tersebut, tamu yang melakukan pemesanan kamar termasuk sarapan dapat memperoleh benefit sarapan gratis bagi anak berusia maksimal 10 tahun ketika bersantap bersama orang tua. Benefit berlaku untuk maksimal dua anak per keluarga atau meja selama periode 4–11 September 2026.

Program *Kids Eat Free* merupakan benefit program dan bukan program diskon. Inisiatif ini dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang melalui pengalaman yang relevan dengan kebutuhan keluarga.

Bagi industri hospitality, pengalaman pelanggan menjadi salah satu elemen penting dalam membangun loyalitas dan menciptakan nilai jangka panjang. Karena itu, penguatan customer experience menjadi bagian dari upaya InJourney Hospitality untuk tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga membangun pengalaman yang konsisten di berbagai touchpoint perjalanan pelanggan.

Dengan menghadirkan program secara serentak di 49 hotel, InJourney Hospitality juga memperkuat integrasi pengalaman pelanggan di seluruh jaringan hospitality yang dikelolanya. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya perusahaan untuk memperkuat posisi hospitality sebagai bagian dari ekosistem pariwisata nasional yang memberikan kontribusi terhadap penciptaan pengalaman perjalanan yang berkualitas.

*Ketentuan Kids Eat Free Program – When Dining with Parents*
Kids Eat Free Program – When Dining with Parents dapat dinikmati oleh tamu yang melakukan pemesanan kamar termasuk sarapan di 49 hotel InJourney Hospitality selama periode 4–11 September 2026. Melalui program ini, anak berusia maksimal 10 tahun berhak mendapatkan sarapan gratis ketika bersantap bersama orang tua, dengan benefit yang berlaku untuk maksimal dua anak per keluarga atau meja.

Program ini merupakan benefit program dan bukan program diskon, sehingga kehadirannya ditujukan sebagai bentuk nilai tambah bagi pelanggan sekaligus apresiasi dalam rangka Hari Pelanggan Nasional. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya InJourney Hospitality dalam menghadirkan pengalaman hospitality yang semakin relevan dengan kebutuhan keluarga serta membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui layanan yang konsisten dan berorientasi pada kebutuhan mereka.

Dari Denial Jadi Baper Berat, Maysha Jhuan Ceritain Semuanya di “Kamu Doang”

Kompassantri, Nama Maysha Jhuan kembali mencuri perhatian lewat single terbarunya, "Kamu Doang", sebuah lagu yang lahir dari kejujuran paling personal, momen ketika seseorang yang keras kepala dan gengsian akhirnya menyerah pada cinta yang selama ini ia sangkal. Dirilis di bawah naungan My Music Records, lagu ini menandai pencapaian penting bagi Maysha Jhuan karena untuk kali pertama, ia menulis lagunya sendiri dari nol, sesuatu yang menurutnya mengubah total caranya memandang pada sebuah karya.

Ditulis bersama Roommate Project (Raymond Aditya dan Aldi Fachrobby), "Kamu Doang" membalut cerita patah hati dan penyangkalan cinta dengan warna musik yang justru ceria yaitu Japanese city pop yang groovy, upbeat, easy listening dan gampang nempel di kepala sejak pertama kali didengarkan.

Menurut Maysha, "Kamu Doang" menggambarkan sosok perempuan yang sudah lelah berharap pada cinta karena pengalaman masa lalunya, hingga akhirnya bertemu seseorang yang perlahan membuktikan bahwa cinta itu nyata. Masalahnya, sang perempuan masih dalam mode “dental” alias denial total. "Cewek ini masih denial. Dia overwhelmed sama semua keadaan yang ada, bingung apakah perasaan ini beneran ada atau enggak, karena dia sudah bertekad tidak mau jatuh cinta lagi. Tapi orang ini terus-menerus bikin dia makin yakin, wait, dia agak beda.” Ujar Maysha Jhuan

Sebagai seorang Taurus tulen, Maysha Jhuan mengaku ide lagu ini sangat personal, terinspirasi dari sifat keras kepala dan gengsi tinggi yang menurutnya begitu relate dengan zodiaknya sendiri, terutama soal urusan mengakui perasaan pada orang lain. "Semua situasinya sebenarnya udah mendukung aku buat jatuh cinta. Tapi cuma gara-gara gengsi yang sudah setinggi langit, setembok-tembok China, aku jadi takut dan nggak mau mengakuinya." tambahnya.

Proses kreatif lagu ini dimulai dari pencarian kata pembuka reff yang tepat bersama tim Roommate Project. Setelah melalui diskusi panjang, kata "diam-diam" akhirnya dipilih sebagai fondasi cerita karena berhasil menangkap esensi karakter yang enggan terang-terangan mengakui jatuh cintanya. Keseluruhan proses penulisan lirik memakan waktu sekitar satu setengah jam, dari total kurang lebih tiga jam proses penciptaan lagu. Tantangan terbesarnya, menurut Maysha, bukan pada merangkai kata, melainkan menemukan konteks cerita yang paling pas dari berbagai pengalaman cinta yang ingin ia angkat.

Dari sisi musikalitas, pemilihan nuansa Japanese city pop bukan tanpa alasan. Genre ini adalah genre yang paling sering diputar Maysha dalam beberapa bulan terakhir, dan menjadi comeback yang pas setelah sekian lama ia absen merilis lagu bertempo upbeat. "Aku sudah lama banget nggak ngerilis lagu upbeat. Begitu instrumental city pop digabungkan dengan semua elemen musiknya, langsung nge-blend banget, langsung berasa ini lagunya."

Proses vokal juga jadi pengalaman baru buat Maysha, khususnya saat harus mengisi harmoni dan suara latar di bawah arahan langsung Mohammed Kamga. Namun satu pesan dari Kamga yang paling ia ingat adalah soal keaslian, bukan kesempurnaan. "Kak Kamga bilang, di lagu ini aku nggak perlu nyanyi bagus, aku cuma boleh nyanyi jujur. Simple. Waktu aku nyanyi terlalu lebay, langsung ditegur karena harus lebih sederhana, tapi tetap enak didengar."

Cerita “Kamu Doang” turut juga dihidupkan lewat music video yang menggambarkan pergolakan hati Maysha antara suka atau tidak, antara percaya atau denial. Divisualisasikan lewat sosok lelaki yang terus berusaha mendekatinya, hingga perlahan membuat Maysha penasaran dan luluh dari rasa waspadanya sendiri, sampai akhirnya berani menerima bahwa cinta yang selama ini ia sangkal ternyata benar-benar nyata. Music video lagu ini digarap oleh Gaby & David dari rumah produksi YOUKNOWWHOFILM.

Ia berharap "Kamu Doang" bisa diterima luas oleh pendengar, khususnya mereka yang pernah berada di posisi yang sama: susah mengakui perasaan karena trauma atau gengsi. Jika responnya positif, Maysha bahkan berencana membawakan lagu ini secara live, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke panggung internasional.

“Kamu Doang” dapat dinikmati di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube MyMusic Records mulai tanggal 31 Juli 2026.

Wamen Ekraf: Konser 40 Tahun Kahitna Jadi Panggung Talenta Penuh Cinta

Kementerian Ekraf Apresiasi Konser 40 Tahun Kahitna, Tunjukkan Kekuatan Talenta Kreatif yang Istimewa*

Kompassantri, Jakarta, 5 September 2026* – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong subsektor musik sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan konser dan pertunjukan yang menghadirkan talenta-talenta musik Indonesia. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar saat menghadiri konser 40 Tahun Kahitna di NICE PIK 2, Jakarta, Sabtu (5/9).

“Konser 40 Tahun Kahitna menunjukkan bahwa subsektor musik tak hanya menyajikan karya yang bisa dinikmati, tetapi justru memiliki kekuatan ekonomi dibaliknya. Dalam satu konser terdapat ekosistem kreatif yang melibatkan begitu banyak pejuang ekraf, mulai dari musisi, promotor konser, pekerja Event Organizer (EO), _sound engineer_, _lighting designer_, _stage manager_, _stage crew_, dan talenta kreatif pendukung lainnya. Ini menjadi contoh nyata karya kreatif yang mampu menciptakan nilai ekonomi berlipat ganda,” tutur Wamen Ekraf usai menyaksikan konser.

Menurutnya, semakin banyak konser musik berkualitas digelar di Indonesia, semakin besar pula ruang bagi talenta subsektor ini untuk berkembang, membuka peluang usaha, serta menciptakan lapangan kerja yang berdampak pada subsektor ekonomi kreatif lainnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025 mencatat pekerja subsektor musik didominasi generasi milenial sebesar 41,62 persen, disusul generasi Z sebesar 33,61 persen dan generasi X sebesar 20,87 persen.

“Kami melihat konser 40 Tahun Kahitna sebagai bagian penting dari penguatan ekosistem subsektor musik yang menumbuhkan rasa cinta dari talenta-talenta yang relevan lintas generasi. Ketika sebuah konser mampu menghadirkan ribuan penonton, maka yang bergerak bukan hanya industri musik, melainkan juga berbagai aktivitas ekonomi di sekitarnya,” lanjut Wamen Ekraf.

Wamen Ekraf menambahkan, Kementerian Ekraf terus mendorong terciptanya ekosistem musik yang sehat agar karya dan talenta Indonesia memiliki ruang untuk berkembang sekaligus menciptakan dampak ekonomi melalui berbagai peluang kolaborasi.

Konser empat dekade Kahitna menghadirkan personel yang menjadi bagian dari perjalanan panjang grup asal Bandung tersebut, yakni Yovie Widianto (pianis), Hedi Yunus dan Mario Ginanjar (vokalis), Dody Isnaini (bassist), Harry Suhardiman (perkusi), Bambang Purwono (kibordis), serta Andrie Bayuaji (gitaris). 

Dengan mengusung semangat “Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah” konser ini dimeriahkan kolaborasi lintas generasi bersama Arsy Widianto, Monita Tahalea, Nikita Becker, Tiara Andini, RAN, serta special appearance Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Dihadiri sekitar 20.000 Soulmate, konser tersebut membuktikan bahwa karya musik yang bertahan lintas generasi dapat terus diaktivasi melalui pertunjukan dan kolaborasi, sekaligus menciptakan _multiplier effect_ bagi ekosistem ekonomi kreatif.