Menjawab : Santri is Strengthening The Nation and Towarding The Golden of Republic of Indonesia (UIS' Notes HSN Pandeglang, 22/10/2026, red.)
*Oleh : UIS (Uung Ibnu Shobari)
_✓ Sekretaris Jenderal FSPP Kabupaten Pandeglang_
_✓ Founder & Presiden Komunitas Pecinta Pesantren (KEREN)_
_✓ Inisiator Literasi, Ensiklopedia & Teknologi Rumusan AI (LENTERA INDONESIA)_
PESONA Santri Banten 2026, kolumnis memaktubkannya dengan pendekatan rooh _Wisata dan Budaya Ala Santri,_ bukan sekadar rangkaian acara Hari Santri. Ia adalah panggung tempat Banten memperkenalkan dirinya kepada Indonesia, sebagai Taman Santri dan Negeri Serambi Madinah. Di Lebak, dalam Puncak Hari Santri Tingkat Provinsi Banten yang digelar Forum Silaturahmi Pondok Pesantren atau FSPP Pusat Provinsi Banten, kita menyaksikan perpaduan yang jarang ditemukan di tempat lain: _khidmatnya silaturahmi santri, kiai, dan Polri, megahnya display marching band, dan hangatnya pentas budaya santri._
*Ijtihad FSPP PUSAT Provinsi Banten Gagas Gelaran HSN yang Mempesona*
Pendekatan wisata dan budaya di sini bukan _kosmetik._ Ia adalah cara baru membaca pesantren. Selama ini pesantren sering dipahami hanya sebagai ruang belajar agama. Padahal pesantren adalah ekosistem hidup: ada masjid, asrama, dapur, sawah, pasar, seni, kuliner, dan jejaring sosial yang kuat. Ketika FSPP Banten membuka panggung PESONA, pesantren berubah menjadi destinasi. Orang datang bukan hanya menonton, tetapi merasakan. Merasakan bagaimana santri disiplin, bagaimana kiai mengasuh dengan cinta, bagaimana masyarakat kampung menyambut tamu dengan hidangan sederhana namun penuh berkah.
*Antara Serambi Madinah, Taman Santri, Kota Santri dan Kampung Santri*
Inilah yang dimaksud Banten sebagai acuan Taman Santri. Taman bukan hanya tempat indah, tetapi tempat tumbuh. Di taman, setiap tanaman dirawat sesuai kebutuhannya, diberi air, cahaya, dan ruang untuk mekar. Begitu pula santri di Banten. Mereka tumbuh dalam tradisi keilmuan yang kuat, dalam akhlak yang dijaga, dan dalam budaya yang hidup. Dari debus, hadroh, marawis, qasidah, silat, kaligrafi, hingga kuliner kampung seperti nasi liwet, angeun lada, dan jajanan pasar pesantren, semuanya adalah warisan yang bisa dinikmati wisatawan tanpa kehilangan sakralitasnya.
Serambi Madinah bukan sekadar julukan. Ia adalah cita rasa. Jika Madinah dikenal sebagai kota yang menenangkan, tempat hijrah menjadi cahaya, maka Banten ingin menghadirkan rasa yang sama: aman, ramah, dan penuh keberkahan. Wisatawan yang datang ke Banten tidak hanya diajak berfoto di depan Masjid Agung atau menara, tetapi diajak menyelami kehidupan. Menginap di pesantren, mengikuti subuh berjamaah, belajar mengaji, makan lesehan bersama santri, dan berdialog dengan kiai.
*Bukti Negara Serius Membaca Potensi Santri dan Entitas Pesantren*
Visi ini sejalan dengan program nyata dari Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, khususnya melalui Direktur Pemberdayaan Pesantren. Ada lima program besar yang menjadi fondasi: SAFESANTRI, Penguatan Rekognisi Ijazah, Pesantren Adaptif dan Mandiri, Santri 5.0, dan Dakwah Digital. SAFESANTRI menjadi yang paling mendasar. Melalui Kepdirjen Pesantren Nomor 13 Tahun 2026 tentang Himayatu Thalabah melalui model safeguarding, pesantren diwajibkan membangun sistem perlindungan santri yang terintegrasi dalam tata kelola. Ada lima mekanisme: _SafeNorma, SafeKader, SafeLapor, SafeMitra, dan SafeIndeks._ Pesantren yang aman adalah syarat pertama bagi wisata pesantren yang bermartabat. Setidaknya sudah berdiri juga perlahan salah satu Pondok Pesantren Model SafeNorma besutan dan ijtihad kolumnis (UIS, red.) di Kampung Santri Blok Cijantung, Bojong Pandeglang Banten: yaitu Noor El-Madeenah, disingkat NORMA.
Program kedua, Pesantren Adaptif dan Mandiri, diwujudkan dalam Expo Kemandirian Pesantren pada Hari Santri 2026. Produk pertanian, makanan dan minuman, fesyen, kerajinan, dan jasa teknologi informasi dari pesantren dipamerkan dan dipasarkan. Inilah ekonomi budaya. Ketika wisatawan membeli produk santri, mereka tidak hanya membeli barang, mereka membeli cerita, ketekunan, dan doa.
Sementara Santri 5.0 menyiapkan santri yang menguasai ilmu agama sekaligus keterampilan zaman: _teknologi, AI, STEM, dan kewirausahaan._ Ditambah Dakwah Digital, santri Banten bisa bercerita tentang kampungnya ke seluruh dunia melalui konten kreatif yang santun dan mencerahkan.
Keberhasilan PESONA ini tidak berdiri sendiri. Ia adalah buah dari keberhasilan event HSN di 8 Kabupaten dan Kota se-Provinsi Banten, masing-masing dengan ciri khas dan rasa pesona kearifan lokalnya. *Pandeglang* tampil sebagai Distrik Kota Santri dengan Kampung-kampung Santri, debus, dan kuliner kampung yang autentik. *Lebak* mempesona dengan harmoni Baduy, alam pegunungan, dan keteguhan adat yang berpadu dengan pesantren. *Kabupaten Serang* mengangkat marwah Kesultanan Banten, Masjid Agung, dan ziarah sejarah. *Kabupaten Tangerang* menyuguhkan santri pesisir yang kreatif, dengan industri kreatif pesantren. *Kota Cilegon* membuktikan santri bisa tumbuh di tengah kota industri, tangguh dan mandiri. *Kota Serang* menghadirkan pesona ibu kota provinsi yang religius dan berbudaya. *Kota Tangerang* menampilkan santri urban yang modern dan multikultural. *Kota Tangerang Selatan* memancarkan pesona santri digital, literasi, dan inovasi muda. Delapan warna ini menyatu menjadi satu lukisan besar: Banten yang utuh, Banten yang santri.
Catatan ini ditulis oleh Kolumnis UIS (Uung Ibnu Shobari, red.) Sekjen FSPP Pandeglang 2021-2026, yang aktif terus menulis update entitas rooh Pesantren di bumi pertiwi, utamanya di Negeri Serambi Madinah Banten, di Distrik Kota Santri Pandeglang dan juga turun bukti di lapangan merintis Kawasan Kampung-kampung Santri bersama Majelis Konsorsium Madeenah Indonesia (MI) Bagi UIS, menulis adalah jihad literasi. Dari Pandeglang, ia merajut narasi bahwa rooh pesantren bukan masa lalu, melainkan masa depan Indonesia.
Karena itu, output PESONA HSN 2026 FSPP Pusat Provinsi Banten harus dibaca sebagai deklarasi budaya dan wisata. Banten menyatakan: _kami siap menjadi rujukan nasional. Datanglah ke Banten, rasakan Taman Santri, dan pulanglah dengan hati yang lebih teduh, seperti pulang dari Serambi Madinah. Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas._ Jadikan Banten destinasi iman, budaya, dan kebanggaan bangsa Indonesia. Wallaahu A'lamu Bisshowwab, Wahdinasshiraathal Mustaqeem. _(oenkmms4826)_
RSS Feed
Twitter
November 06, 2026
kompassantri