Jumat, 17 April 2026

Ketika Cinta Tak Lagi Utuh, Gloria Jessica dan Ade Govinda Hadirkan “Terbelah Jadi Dua”





Kompassantri-online, Ada cinta yang terasa sempurna dari luar, namun di baliknya tersimpan luka yang diam-diam menghancurkan. Dari ruang perenungan itulah lahir "Terbelah Jadi Dua". Sebuah lagu yang mempertemukan dua nama besar musik Indonesia yaitu Ade Govinda dan Gloria Jessica atau yang biasa dipanggil Glojes dalam sebuah kolaborasi yang telah menunggu hampir satu dekade untuk terwujud.
"Terbelah Jadi Dua" bercerita tentang rasa sakit yang paling sunyi, mencintai seseorang yang ternyata membagi hatinya kepada orang lain. Dituturkan terutama dari sudut pandang seorang perempuan, lagu ini menyampaikan satu pesan yang kuat bahwa cinta memang penuh misteri, namun ketika pengkhianatan datang, dibutuhkan akal sehat dan pendirian yang teguh untuk berdiri kembali. Lagu ini hadir bukan untuk mendramatisasi kepedihan, melainkan untuk menemani siapa pun yang pernah merasakannya dan mengingatkan bahwa penyembuhan dimulai dari kejujuran terhadap diri sendiri.
Kisah lahirnya lagu ini dimulai jauh sebelum perekaman pertama. Pada 2018, Ade Govinda pertama kali mendengar suara Gloria Jessica dalam lagu "Dia Tak Cinta Kamu". Kesan pertama yang tak terlupakan oleh Ade Govinda "Ya Allah, bagus banget suara orang ini dan cara menyanyikannya pesannya sampai." Sejak saat itulah komunikasi mereka terjalin, namun waktu yang tepat untuk bertemu tak kunjung hadir. Bertahun-tahun berlalu, Gloria Jessica menjalani perjalanan solonya dan kehidupan pribadinya, hingga akhirnya di tahun 2025, jalinan itu tersambung kembali dan mimpi yang tersimpan sejak 2018 menemukan momentumnya. Ade Govinda dan Gloria Jessica berbagi frekuensi yang sama, bukan hanya soal musik, namun juga soal nilai keluarga dan visi artistik.
Ade Govinda mengeksplorasi musik dalam lagu ini agar terdengar fresh, beat berbasis loop, minim drum konvensional, mixing yang sangat detail dirancang untuk telinga anak muda tanpa mengorbankan kedalaman emosi. “Wajib mendengarkan “Terbelah Jadi Dua” pakai earphone atau headphone, karena aku ingin kalian mendapatkan pengalaman mendengarkan musik ini dengan maksimal.” ungkap Ade Govinda.
Music video "Terbelah Jadi Dua" yang disutradarai oleh Bagoes Tresna ini dibuat dengan konsep mengikuti perjalanan emosional seorang wanita yang perlahan menyadari bahwa pria yang dicintainya ternyata memiliki hubungan lain. Diperankan oleh Yasamin Jasem, Daffa Saputra, Shalima Hakim dan Handry Hartantio. Secara visual, dominasi warna biru dan tone gelap yang merepresentasikan kesedihan dan kedalaman emosi yang menyakitkan. Di akhir sesi syuting, Gloria Jessica menangis spontan saat melihat scene terakhir karena tanpa didiskusikan sebelumnya, cerita itu ternyata pernah ia alami sendiri.
"Terbelah Jadi Dua" adalah langkah pertama dari perjalanan yang lebih besar. Apa yang awalnya dirancang sebagai proyek single berkembang menjadi sebuah full album bertajuk "Blue." terinspirasi dari ungkapan Feeling Blue. Album ini dijadwalkan rilis di tahun yang sama. Di luar lagu-lagu mellow yang mengisi dominasi album, akan hadir pula lagu bertempo medium dengan arah musik ke Brit-Pop. "Album ini adalah eksplorasi sisi idealis kami. Selain lagu mellow, akan ada nuansa Brit-Pop yang kuat. Kami tidak lagi bicara soal “jualan”, tapi soal “menjadi diri sendiri,” tambah Ade Govinda.
Musisi lain yang turut terlibat dalam proyek ini adalah Barsena Bestandhi, yang berperan sebagai Vocal Producer dalam album "Blue" selain Ade Govinda sendiri.
“Semoga lagu ini bisa menghampiri dan menemani yang mendengarkan. Bisa menemani dalam kehampaan dan kesedihan, namun tetap ada untuk mengingatkanmu bahwa setiap orang layak dicintai sepenuhnya.” tutup Gloria Jessica.
“Terbelah Jadi Dua” dapat dinikmati di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube Ade Nurulianto mulai tanggal 17 April 2026.








Song Credit Title
Artist : Gloria Jessica, Ade Govinda
Title : Terbelah Jadi Dua
Producer : William Chow
Composer : Ade Govinda
Music Producer : Ade Govinda
Vocal Producer : Barsena Bestandhi
Mixing Engineer : Jones Roma
Mastering Engineer : Dimas Pradipta
Label : MyMusic Records
Publisher : Kreatif Indigo Musik
Social Medias
Follow Gloria Jessica : Instagram | TikTok | YouTube |
Follow Ade Govinda : Instagram | TikTok | YouTube |
Follow MyMusic Records : Instagram | TikTok | YouTube |


Contact
Indah Lynda - Bussiness Management (+62 813-2735-3949)| indahlynda.mymusic@gmail.com
Nui - Promotions (+62 877-2225-2387)| noei.mymusic@gmail.com



Kemenpar Bersama DAN Rampungkan "Edukasi 'Diving Safety' 1000" di Labuan Bajo

Kompassantri-online, Labuan Bajo, 17 April 2026 - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Divers Alert Network (DAN) menuntaskan rangkaian kegiatan “Edukasi Diving Safety 1000”, sebuah program penguatan kapasitas bagi pengusaha wisata bahari profesional yang berfokus pada peningkatan keselamatan dan keamanan aktivitas wisata selam.

Kegiatan yang berlangsung di Labuan Bajo pada 15 April 2026 ini melibatkan 50 peserta dari Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Labuan Bajo. Agenda ini sekaligus menjadi penutup rangkaian _“Diving Safety 1000 Initiative”_ yang pertama kali diluncurkan pada Oktober 2023.

Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kemenpar, Itok Parikesit, di Labuan Bajo, Rabu (15/4), menjelaskan aspek keselamatan merupakan elemen fundamental dalam pengembangan produk wisata bahari Indonesia, khususnya untuk meningkatkan daya saing destinasi di tingkat global.

“Sesuai amanah RPJPN 2025–2045 untuk menyiapkan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas dengan fokus pengembangan pariwisata dunia berbasis bahari, peningkatan keselamatan dan keamanan menyelam menjadi prasyarat utama. Aktivitas ini termasuk dalam usaha pariwisata berisiko menengah hingga tinggi, sehingga standar keselamatan harus terus diperkuat agar destinasi kita tidak hanya indah, tetapi juga aman bagi wisatawan domestik dan mancanegara,” kata Itok.

Ia menambahkan, materi edukasi yang mencakup _Basic Life Support_, CPR, dan _Emergency Oxygen Provider_ yang disampaikan langsung oleh instruktur profesional dari National Association of Underwater Instructors (NAUI), diharapkan menjadi bekal penting bagi para garda terdepan wisata selam di Labuan Bajo dalam menghadapi potensi risiko di lapangan.

“Melalui upaya bersama ini, kita berkomitmen mewujudkan _zero accident_ dalam aktivitas menyelam sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut sebagai sumber daya utama wisata selam Indonesia,” kata Itok.

Secara keseluruhan, program ini telah mencapai target dengan menjangkau 1.000 penerima manfaat di berbagai destinasi selam unggulan Indonesia, antara lain Labuan Bajo, Bali, Manado, Maratua, Kepulauan Seribu, Gili Matra, dan Raja Ampat.

“Melalui program ini, Indonesia diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata selam kelas dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga aman dan terpercaya,” ujar Itok.

Presiden dan CEO Divers Alert Network (DAN), Cliff Richardson, menegaskan pentingnya kolaborasi global dalam meningkatkan standar keselamatan penyelaman.

Sebagai lembaga nirlaba internasional di bidang keselamatan selam, DAN berkomitmen mendukung Kemenpar dalam memperkuat ekosistem wisata bahari yang berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan edukasi dan layanan darurat selam guna mewujudkan Indonesia sebagai _safe diving destination_.

“Keselamatan adalah inti dari semua yang kami lakukan di Divers Alert Network. Keberhasilan inisiatif ‘1.000 penerima manfaat dalam 1.000 hari’ bukan hanya tentang angka, tetapi tentang nyawa yang terlindungi. Kami bangga dapat bekerja sama dengan Indonesia dalam mendorong standar keselamatan kelas dunia,” ujar Cliff Richardson.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Andhy MT Marpaung, mengapresiasi pelaksanaan program ini dan menegaskan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.

“Kami ingin memastikan setiap wisatawan yang datang ke Labuan Bajo tidak hanya memperoleh pengalaman yang indah, tetapi juga rasa aman. Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi dalam membangun standar baru SDM pariwisata bahari yang profesional, tangguh, dan berdaya saing global,” kata Andhy.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, atas komitmen pemerintah pusat dalam mendorong penguatan jaminan keamanan dan keselamatan wisata bahari secara berkelanjutan di Labuan Bajo.

Selain program “Edukasi Diving Safety 1000”, Kemenpar bersama DAN juga menyelenggarakan “Safety Talk” bertema Keamanan dan Keselamatan Wisata Bahari pada 16 April 2026 di Labuan Bajo. Forum ini menjadi ruang penguatan koordinasi dan kesadaran bersama antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan pariwisata bahari yang aman, profesional, dan berkelanjutan.



*Biro Komunikasi
*Kementerian Pariwisata

Kamis, 16 April 2026

Patroli Malam, Tim Patroli Presisi Amankan Dua Pria Bawa Ratusan Pil Tramadol di Kota Tangerang

Diberhentikan Saat Patroli, Dua Pemuda Kedapatan Bawa Obat Keras Siap Edar*

*Gerak-gerik Mencurigakan, Dua Pengendara Diamankan Tim Patroli Presisi dengan Ratusan Pil Terlarang*

Tangerang - Dua pria diamankan polisi saat patroli malam di wilayah Kota Tangerang, Kamis malam (16/4/2026). Keduanya kedapatan membawa ratusan butir obat keras daftar G jenis tramadol dan exsimer yang diduga akan diedarkan.

Penangkapan bermula saat Tim Patroli Presisi Sat Samapta Polres Metro Tangerang Kota melintas di Jalan Windu Karya, tepatnya di samping Lapangan Ahmad Yani. Petugas curiga dengan gerak-gerik dua pengendara sepeda motor yang melintas di lokasi tersebut.

Kendaraan kemudian diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, petugas menemukan tas selempang yang disembunyikan di balik jaket, berisi ratusan butir obat keras.

“Kami temukan 298 butir tramadol dan 33 butir exsimer dari kedua pelaku. Obat tersebut disimpan dalam tas selempang yang mereka bawa,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari dalam keterangannya.

Dua pria yang diamankan masing-masing berinisial IR (28) dan FF (19). Dari hasil pemeriksaan awal, keduanya mengaku baru saja membeli obat-obatan tersebut dari kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Rencananya, obat tersebut akan dijual kembali di wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang, dengan harga sekitar Rp 50.000 per lempeng.

“Ini jelas melanggar hukum karena obat daftar G tidak boleh diperjualbelikan secara bebas tanpa izin dan resep dokter,” tegas Kapolres.

Selain obat-obatan, polisi juga mengamankan dua unit ponsel, dua tas selempang, serta satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku.

Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli, khususnya pada malam hari, guna mencegah peredaran obat-obatan terlarang serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kota Tangerang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam peredaran obat-obatan ilegal. Selain berbahaya bagi kesehatan, juga ada konsekuensi hukum yang tegas,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jaga Jakarta+, yang menekankan peran aktif kepolisian bersama masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan melalui layanan kepolisian 110, agar dapat segera ditindaklanjuti.

Terima Award dari Forum Pers DPR, Puan Sebut Kerja Parlemen Butuh Dikawal Media


Kompassantri-online, Ketua DPR RI Puan Maharani menerima penghargaan dari forum pers DPR, Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP). Puan pun menyebut, kerja-kerja DPR perlu mendapat pengawalan dari media agar sampai ke rakyat.

Acara penganugerahan KWP Awards 2026 digelar di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Puan menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan untuknya.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Koordinatoriat Wartawan Parlemen atas penyelenggaraan penghargaan ini,” kata Puan.

Adapun Puan mendapat penghargaan sebagai tokoh Pengawal Kebijakan Pro Perempuan. Piagam penghargaan bagi Puan secara simbolis disampaikan oleh Ketua KWP, Ariawan.

Dalam acara bertajuk ‘Mengawal Perjuangan, Mengapresiasi
Dedikasi, Bersama Mewujudkan Indonesia Emas’ itu, Puan menyebut KWP Award harus dilihat bukan hanya sebuah seremoni saja.

“Ini adalah momen penting bagi kita semua untuk me-refleksikan hubungan antara lembaga legislatif dan dunia jurnalisme, sebuah hubungan yang menjadi salah satu kunci kekuatan utama demokrasi Indonesia,” tutur Puan.
 
“Kita tahu bahwa DPR RI tidak bisa bekerja di dalam ruang hampa,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan mengatakan media merupakan jembatan bagi DPR untuk memperlihatkan kerja-kerja yang dilakukan setiap harinya.

“Dalam setiap rapat dengar pendapat, setiap pembahasan rancangan undang-undang, setiap keputusan yang kami ambil,
semua membutuhkan satu hal yang penting untuk menjadi pertimbangan DPR yaitu aspirasi rakyat,” jelas Puan.

“Dan salah satu sumber penting dari aspirasi rakyat tersebut dapat kami peroleh melalui media yang menjembataninya melalui pemberitaan,” imbuhnya.

Menurut Puan, kerja sama DPR dengan media sangat dibutuhkan demi memastikan perjuangan bagi rakyat dapat diketahui. 
 
“Begitu juga ketika DPR RI sudah melahirkan keputusan, kebijakan, atau saat DPR RI bersuara,
maka kembali ada proses kerjasama antara dunia legislasi dengan dunia jurnalisme,” jelas Puan.

“Karena apa yang dikerjakan DPR-RI perlu diceritakan dengan tepat, jelas dan menjangkau masyarakat luas,” tambah mantan Menko PMK tersebut.

Puan juga meyampaikan peran media bagi DPR. Termasuk peran wartawan yang ada di lapangan sebagai penggerak utama dalam pengumpulan bahan pemberitaan.

“Teman-teman wartawan parlemen bukan hanya menjadi saksi mata dari proses legislasi, melainkan juga menjadi penerjemah antara bahasa kebijakan dan bahasa keseharian rakyat,” terang Puan.

Cucu Bung Karno itu pun menyinggung mengenai kemajuan teknologi yang menjadi salah satu tantangan dalam penyebaran informasi saat ini. Menurut Puan, kehadiran media menjadi penyaring terhadap informasi-informasi yang tidak benar.
 
“Kita juga harus jujur menghadapi tantangan zaman. Di era digital ini, sebuah berita yang akurat tentang kinerja DPR harus bersaing dengan ribuan konten yang diproduksi dalam hitungan detik, termasuk hoaks, informasi yang dipotong dari konteksnya, dan narasi yangdapat mendistorsi fakta,” urainya.
 
“Di dalam kondisi seperti itu, terlihat bahwa wartawan parlemen ada di garis terdepan. Teman-teman yang menentukan apakah rakyat mendapat gambaran utuh atau serpihan yang tidak lengkaptentang kerja-kerja di DPR RI,” lanjut Puan.

Untuk itu, Puan menyatakan terus mendukung kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan pers mengingat kualitas jurnalisme bukan hanya soal kecepatan mengabarkan berita. 

“Lebih dari itu, jurnalisme menyangkut kedalaman analisis, ketepatan konteks, dan relevansi informasi dengan kebutuhan rakyat,” ucapnya.

Puan menambahkan, jurnalisme bukan hanya meliput apa yang terjadi. 

“Tetapi yang membantu rakyat memahami mengapa sesuatu terjadi dan apa dampaknya bagi kehidupan mereka,” sebut Puan.

Dalam kesempatan itu, Puan juga mengucapkan terima kasih kepada KWP yang memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota fraksi DPR. Setidaknya ada 65 penghargaan yang diberikan dalam KWP Awards 2026. Selain kepada anggota DPR, terdapat juga penghargaan untuk kepala daerah hingga kepala lembaga.

Secara khusus, Puan memberi apresiasi kepada semua wartawan parlemen yang setiap harinya bekerja untuk meliput kerja-kerja DPR.
 
“Terima kasih kepada seluruh wartawan parlemen atas dedikasi dan profesionalisme Anda. Teruslah meliput dengan jujur dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

“Karena demokrasi yang sehat butuh parlemen yang bekerja, dan parlemen yang bekerja butuh media yang mengawal,” sambung Puan.

Sementara itu Ketua Pelaksana KWP Awards 2026, Sopian mengatakan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi KWP atas kinerja parlemen.

“KWP Awards 2026 telah melewati penilaian obyektif dan dampak nyata parlemen bagi masyarakat,” ungkap Sopian.