Rabu, 29 April 2026

Fashion Show Nina Nugroho Curi Perhatian di Diskusi NGOBRAS Kartini 2026

Kompassantri-online, Jakarta – Penampilan busana muslim karya desainer Nina Septiana Nugroho mencuri perhatian peserta diskusi NGOBRAS Kartini Film, Musik, dan Seni 2026. Acara kolaborasi FORWAN Indonesia, Kementerian Kebudayaan RI, BNI 46, KAPITA, Mata Langit, dan KEMALA itu digelar di Auditorium Jusuf Ronodipuro LPP RRI Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Kepala Bidang Humas dan Informasi Publik Kementerian Kebudayaan RI, Yayuk Sri Budi Rahayu, http://S.Sos., http://M.Pd., mengapresiasi penampilan tersebut. “Busana muslim karya Nina Nugroho sangat menarik dan memberi warna tersendiri. Ada perpaduan seni, budaya, dan kreativitas perempuan Indonesia yang ditampilkan dengan sangat baik,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Sub Branch Manager BNI 46, Asiana G. Dyah Buwana. Menurutnya, busana muslim kini berkembang pesat, elegan, dan tetap mengikuti tren tanpa meninggalkan nilai budaya.

Nina Septiana Nugroho mengaku bersyukur karyanya mendapat sambutan positif. “Saya ingin memberi karya terbaik untuk FORWAN. Karena acara ini menghadirkan perempuan inspiratif, saya terpacu menampilkan koleksi spesial,” kata Nina.

Ketua Umum FORWAN Indonesia, Sutrisno Buyil, menegaskan pihaknya selalu memberi ruang bagi pengurus untuk menampilkan karya. “Penampilan Mbak Nina bersama Nana Mardiana dan Panglima Langit menjadi kebanggaan tersendiri bagi organisasi,” ujarnya.

Diskusi NGOBRAS Kartini Film, Musik, dan Seni 2026 berlangsung hangat dan menghadirkan tokoh perempuan kreatif yang berbagi pengalaman tentang peran perempuan dalam pengembangan seni dan budaya Indonesia.

Diskusi NGOBRAS: Kartini Film, Musik, dan Seni Dibuka Kemenkeb

Kompassantri-online, Jakarta-Diskusi Ngobrol Santai (NGOBRAS) bareng Kartini Film Musik dan Seni secara resmi dibuka oleh Yayuk Sri Budi Rahayu. Sos.M.Pd, Kepala Bidang Humas danInformasi Publik Kementerian Kebudayaan RI didampingi Artis dengan memukul drum.

"Sejauh yang pernah hadir di acara diskusi, baru kali ini ada diskusi yang dipadukan dengan fashion show dan musik. Keren, idenya. Sesuatu banget," ujar Yayuk usai diskusi di Auditorium Jusuf Ronodipuro LPP RRi Jakarta. Selasa,(28/4/2026)

Yayuk dalam kata sambutannya, mengaku surprise melihat acara diskusi yang digagas Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI, Bank BNI 46, Nina Nugroho, Mata Langit, Chic's Musik, SAE, KAPITA, Agraria Today, greenblue.id dan JPKP. 

"Menurut saya event ini menarik dan berkelas, perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Nanti saya laporkan ke pipimpinan diskusinya berjalan sukses Dan berbeda Dari diskusi pads umumnya. Untuk itu diskusi yang digelar mesti didukung terus, " Ujar Yayuk serius. 

Sementara Asiana G Dyah Buwana Sub Branch Manager PT Bank Negara Indonesia 46 (Persero) Tbk 
Menegaskan kalau Bank BNI 46 mensuport kegiatan Diskusi NGOBROL Santai Bareng Kartini Film, Musik dan Seni karena kegiatan tersebut semangatnya sama dengan BNI 46 yakni memberikan pencerahan serta edukasi kepada masyarakat tentang Wanita hebat masa kini di industry film, musik dan seni berkat perjuangan Ibu Kita Kartini.

“BNI ikut mensuport diskusi ini, karena acaranya keren, narasumbernya Wanita hebatnya dibidangnya yang sangat inspiratip. Apalagi ada balutan hiburan musik dan fashion show oleh disainer kondang, Ibu Nina Nugroho dan penyanyi beken seperti Mbak Ratna Listy, Nana Mardiana dan Panglima,” ujar Asiana G Dyah Buwana dalam kata sambutannya.

Diskusi yang hadiri ratusan ibu-ibu dari komunitas Jalan Jalan Santai (JJS), puluhan awak media juga dihadiri artis senior Niniek L Karim dan Seno M Harjo serta pejabat Bank BNI seperti Lilis Cucu, Elvi / RM Emerald dan Wulan / Pemimpin OBO.

Yang membuat peserta diskusi terhibur dan tidak mau beranjak dari auditorium, karena mereka tidak hanya mendengarkan paparan narasumber perempuan hebat seperti Yayuk Sri Budi Rahayu. Sos.M.Pd, Dr. Nungki Kusumastuti, Dra. Ati Ganda, Nucke Rahma SH serta moderator Telni Rustitantri dan dihibur Ratna Listy, Panglima Langit, Nana Mardiana, Madeena dan Band KBK.

"Syukur Alhamdulillah acara diskusi NGOBRAS Ngobrol Santai Bareng Kartini Film Musik dan Seni berjalan lancar sukses, terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini," ujar Sutrisno Buyil ketua umum FORWAN. (Alwi)

Selasa, 28 April 2026

Tangerang, Kompassantri+ Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus? Kini Langsung Tertangkap ETLE Handheld di Kota Tangerang

ETLE Handheld Mulai Diterapkan di Kota Tangerang, Pelanggar Langsung Ditilang di TempatSatlantas Polres Metro Tangerang Kota Terapkan ETLE Genggam, Pelanggar Tak Bisa Lagi Mengelak

TANGERANG — Penegakan hukum lalu lintas di wilayah Kota Tangerang kini semakin modern dan tegas. Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota mulai menerapkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Handheld, yakni perangkat tilang elektronik genggam yang memungkinkan penindakan dilakukan langsung di lapangan.

Dengan alat ini, petugas dapat secara cepat mengidentifikasi dan menindak pelanggaran kasatmata, seperti pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus, hingga parkir di area terlarang. Seluruh proses dilakukan secara digital, lengkap dengan bukti pelanggaran yang dapat langsung dicetak di lokasi.

Kasatlantas Polres Metro Tangerang Kota, Nopta Histaris Suzan, menegaskan bahwa penerapan ETLE Handheld merupakan bagian dari transformasi penegakan hukum berbasis teknologi.

“Ini adalah upaya kami meningkatkan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Dengan sistem digital ini, penindakan menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.

Sementara itu, Kasubnit 2 Gakkum Satlantas Polres Metro Tangerang Kota, Febby Septian, menjelaskan bahwa ETLE Handheld bersifat mobile, sehingga petugas dapat aktif bergerak dan menemukan pelanggaran secara langsung di berbagai titik.

“Begitu terlihat pelanggaran, seperti tidak pakai helm, melawan arus, atau parkir di tempat terlarang, petugas langsung melakukan penindakan dan mengeluarkan tilang di lokasi,” kata Febby.

Dalam satu perangkat, lanjutnya, ETLE Handheld mampu melakukan sekitar 50 hingga 60 kali tangkapan pelanggaran (capture) sekaligus mencetak bukti tilang. Saat ini, Satlantas Polres Metro Tangerang Kota mengoperasikan dua unit perangkat yang digunakan oleh dua tim di lapangan.

Febby juga menjelaskan perbedaan antara ETLE Handheld dan ETLE statis. Jika ETLE statis mengandalkan kamera tetap di titik tertentu, maka ETLE Handheld memungkinkan petugas memberikan penindakan sekaligus edukasi langsung kepada pelanggar.

“Dengan cara ini, pelanggar langsung paham kesalahannya, tidak hanya terekam kamera,” tambahnya.

Adapun pelanggaran yang paling sering ditemukan di wilayah Kota Tangerang antara lain melawan arus, tidak menggunakan helm, serta parkir sembarangan di lokasi yang telah dipasang rambu larangan.

Penerapan ETLE Handheld dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Seiring penerapannya, tingkat kepatuhan pengendara mulai menunjukkan peningkatan.

Satlantas Polres Metro Tangerang Kota pun mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.(alwi)

Senin, 27 April 2026

Komplotan Curanmor Lintas Tangerang Dibongkar, Polisi: Sudah Beraksi Belasan Kali

 


Dua Pelaku Ditangkap, Jaringan Curanmor R2 dan R4 di Tangerang Raya Terkuak*

Spesialis Curanmor Mobil dan Motor Dibekuk, Polisi Kejar Sisa Komplotan*

kompassantri, TANGERANG — Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota berhasil membongkar komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beroperasi lintas wilayah di Tangerang Raya. Dua pelaku berhasil diamankan, sementara anggota jaringan lainnya masih dalam pengejaran.


Pengungkapan ini bermula dari laporan warga terkait hilangnya dua unit sepeda motor di Desa Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (9/4/2026) dini hari. Korban berinisial ANI menyadari kejadian tersebut saat mendapati gerbang garasi rumahnya terbuka dan kendaraannya raib. Total kerugian ditaksir mencapai Rp47 juta.


Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit menjelaskan, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan menganalisis rekaman CCTV serta memetakan titik-titik rawan curanmor.


Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 03.30 WIB, tim opsnal yang tengah patroli mencurigai empat orang yang berboncengan menggunakan tiga sepeda motor di wilayah Cipondoh. Petugas kemudian melakukan pembuntutan hingga ke wilayah Cisauk, Tangerang Selatan.


“Dalam operasi tersebut, satu pelaku berinisial DP berhasil kami amankan di lokasi. Tiga pelaku lainnya sempat melarikan diri, namun satu pelaku lain berinisial AA akhirnya diserahkan warga kepada kami,” ujar Parikhesit.


Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku diketahui memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya, yakni sebagai eksekutor (pemetik) dan joki. Mereka beroperasi secara mobile dengan berpindah-pindah lokasi untuk menghindari deteksi petugas.


Salah satu pelaku bahkan mengaku telah mencuri sekitar 13 unit sepeda motor dalam kurun waktu empat bulan terakhir. Sementara rekannya terlibat dalam pencurian kendaraan roda empat di belasan lokasi berbeda.

Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini menggunakan berbagai alat pembobol, seperti kunci letter T, kunci magnet, hingga kunci palsu. Mereka juga membawa benda menyerupai senjata api untuk mengintimidasi warga jika aksinya dipergoki.


Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit sepeda motor Honda Vario, alat-alat pembobol kendaraan, telepon genggam, serta benda menyerupai senjata api.


Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menekan angka kejahatan jalanan.


“Pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menindak tegas pelaku kejahatan jalanan, khususnya curanmor yang sangat meresahkan,” ujar Jauhari.


Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan serupa.


“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku curanmor. Seluruh jajaran kami instruksikan untuk terus meningkatkan patroli, penyelidikan, dan penindakan terhadap jaringan kejahatan,” tegasnya.


Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Polres Metro Tangerang Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih memburu pelaku lain yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), sekaligus mengembangkan jaringan yang diduga lebih  luas.(Alwi)