Jumat, 24 April 2026

Jaga Ruh Organisasi, MDS Rijalul Ansor Gunung Putri Gelar Majelis Dzikir dan Shalawat

 


kompassantri - BOGOR – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gunung Putri terus memperkuat spiritualitas kader melalui kegiatan rutin Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor. Kegiatan ini digelar pada Rabu malam (22/4/2026) di Masjid Laa Tansa, Jalan Letda Natsir No. 60, Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri puluhan kader Ansor yang mengenakan seragam hijau khas organisasi, serta tokoh agama setempat. Suasana malam di kawasan Nagrak terasa syahdu ketika lantunan dzikir dan shalawat menggema, mengiringi kebersamaan para jamaah di dalam masjid.

Ketua MDS Rijalul Ansor PAC Gunung Putri, Ust. Yunus, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dalam kegiatan majelis sebagai bagian dari penguatan ruh organisasi. Menurutnya, keberadaan Rijalul Ansor memiliki peran strategis dalam menjaga energi spiritual kader.

“Kegiatan Majelis Dzikir dan Shalawat ini merupakan bagian dari ruh organisasi. Tanpa dzikir dan shalawat, pergerakan kita akan kehilangan arah dan keberkahan. Inilah yang menjaga semangat pengabdian kita kepada ulama dan bangsa tetap menyala,” ujar Ust. Yunus di hadapan jamaah.

Ia juga menambahkan bahwa majelis seperti ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga ruang pembinaan mental dan ideologis kader Ansor agar tetap istiqamah dalam khidmat kepada Nahdlatul Ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain sebagai penguatan spiritual, kegiatan yang berlangsung hingga menjelang tengah malam ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antar-kader di wilayah Gunung Putri. Interaksi yang terbangun dalam suasana religius dinilai mampu memperkokoh soliditas organisasi serta memperlancar konsolidasi program ke depan.

Melalui kegiatan rutin ini, PAC GP Ansor Gunung Putri berharap sinergi antar pengurus dan anggota semakin kuat, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa serta keberkahan bagi seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Gunung Putri.

Transformasi Guru di Era Digital: Pelatihan Batch ke-3 Pergunu Depok Dorong Pembelajaran Berbasis Eksplorasi dan Inovasi

Pelatihan Manajemen Pembelajaran Berbasis Digital Batch ke-3 kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan yang adaptif dan inovatif. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026 pukul 10.00–11.00 WIB ini diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh puluhan guru dari berbagai daerah, tidak hanya dari Depok, tetapi juga dari Bogor.

Acara diawali dengan tawassul kepada para muassis Nahdlatul Ulama serta doa khusus bagi para guru sebagai penjaga tradisi keilmuan. Pembukaan disampaikan oleh Ketua Pergunu Kota Depok, Heru Hermanto, yang menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan sebagai ruang bertukar gagasan dan praktik baik di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.

Pada sesi inti, narasumber Abdul Hakim—yang merupakan guru PAI di Global Islamic School Lazuardi Al Falah, Margonda Raya, Depok, serta aktif dalam MGMP PAI Kota Depok—mengangkat perspektif mendalam tentang peran guru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya kesadaran internal guru untuk terus berkembang. “Guru tidak boleh berhenti belajar. Justru di era digital ini, guru harus menjadi subjek yang paling aktif dalam memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Jika guru berhenti belajar, maka proses pendidikan akan kehilangan ruhnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abdul Hakim menyoroti urgensi kemampuan guru dalam menempatkan diri secara kontekstual dalam berbagai situasi pembelajaran. Ia menekankan bahwa fleksibilitas pedagogis menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dan bermakna. “Seorang guru harus mampu membaca situasi, memahami karakter siswa, dan memilih pendekatan yang tepat. Tidak semua kelas bisa diperlakukan sama, sehingga guru harus adaptif sekaligus kreatif dalam merancang pembelajaran,” ungkapnya, menegaskan pentingnya sensitivitas dalam praktik mengajar.

Sebagai bentuk implementasi konkret, Abdul Hakim membagikan praktik baik yang telah ia terapkan dalam pembelajaran Islamic Studies (PAI) dengan memanfaatkan platform Google Earth. Ia menjelaskan bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menghidupkan pembelajaran sejarah Islam secara visual dan interaktif. “Saya mengajak siswa tidak hanya membaca, tetapi juga menjelajah. Dengan Google Earth, siswa dapat melihat langsung jejak geografis peradaban Islam dan menganalisis masuknya Islam ke Nusantara melalui empat teori besar: Arab, Persia, Gujarat, dan Cina,” jelasnya.

Dalam skema pembelajaran tersebut, siswa didorong untuk melakukan analisis berbasis teks yang kemudian ditransformasikan ke dalam visualisasi digital. Proses ini dinilai mampu memperkuat keterampilan berpikir kritis sekaligus literasi digital siswa. “Pembelajaran harus memberi ruang eksplorasi dan konstruksi pengetahuan. Ketika siswa mampu menghubungkan antara teks, data, dan visualisasi digital, maka di situlah pembelajaran menjadi hidup dan bermakna,” tambahnya. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Pergunu Kabupaten Bogor, Asep Hariri, serta Muhammad Salman dari AGPAI Kota Depok. Antusiasme peserta tampak dalam sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis, mencerminkan tingginya kesadaran guru akan pentingnya inovasi dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.

Seba Baduy 2026: Simbol Ketaatan, Syukur, dan Harmoni dengan Alam

Kompassantri-online, *Rangkasbitung, Lebak, Kompassantri- Ribuan warga Baduy Dalam dan Baduy Luar kembali melaksanakan tradisi Seba di Kantor Bupati Lebak, Rangkasbitung, Banten, Jumat (24/4/2026). 

Seba bukan sekadar tradisi turun-temurun. Bagi masyarakat Baduy, prosesi ini merupakan simbol ketaatan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta bentuk penghormatan kepada pemerintah yang sah.

Sejak dini hari, rombongan warga Baduy berangkat dari pedalaman Kanekes, Kecamatan Leuwidamar. Mereka berjalan kaki puluhan kilometer tanpa alas kaki dan tanpa kendaraan. Barisan panjang tampak tertib memasuki Kota Rangkasbitung membawa hasil bumi seperti padi, gula aren, pisang, talas, dan madu hutan.

*Bukan Perjalanan Fisik Semata
Jaro Oom, tokoh adat Baduy, menegaskan bahwa Seba adalah perjalanan spiritual. “Ini amanat leluhur. Kami datang membawa hasil bumi sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan laporan kepada pemerintah bahwa kami menjaga alam dengan baik,” ujarnya.

Seluruh hasil bumi diserahkan langsung kepada Bupati Lebak Moch.Hasbi Asyidiki Jayabaya sebagai wakil pemerintah. Prosesi penyerahan dilakukan secara khidmat di Pendopo Kabupaten Lebak dan disaksikan ribuan masyarakat.

*Menjaga Nilai Leluhur
*  
Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Baduy menjaga _pikukuh_ atau aturan adat. “Seba mengajarkan kita tentang kesederhanaan, keseimbangan hidup, dan kepatuhan. Nilai ini sangat relevan di tengah modernisasi,” kata Bupati.

Seba Baduy rutin digelar setiap tahun pada bulan yang ditentukan tetua adat. Tradisi ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat hidup berdampingan dengan pemerintahan modern tanpa kehilangan makna.

Tradisi Seba sekaligus menegaskan hubungan harmonis antara masyarakat adat, alam, dan pemerintah. Nilai syukur, ketaatan, serta tanggung jawab menjaga bumi diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap lestari hingga hari ini.(dsp)

Kamis, 23 April 2026

Mermaid & Merman 2026 Suarakan Jaga Laut di Hari Bumi

Ajang Mermaid & Merman Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan El John Indonesia dan El John Pageants menghadirkan inovasi baru dalam dunia pageant dengan menggabungkan olahraga mermaiding dan kompetisi kecantikan. 

Salah satu agenda yang wajib dilakukan oleh para finalis adalah “wet performance” atau penampilan bawah air yang akan digelar pada Kamiis (23/4/2026) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Wet performance mengusung tema “The Spirit of the Archipelago: A Tribute to Earth Day”yang terinspirasi dari kekayaan Indonesia sebagai negara kepulauan. 

Tema ini memberikan ruang bagi para finalis untuk mengeksplorasi keindahan budaya dan laut Nusantara melalui penilaian. General Manager El John Pageants Bagas S Siregar menegaskan, konsep ini menjadi bagian krusial dalam proses penilaian para finalis.

Wet performance merupakan tahap prejudging yang memiliki bobot penilaian hingga 50 persen. Dalam sesi ini, seluruh finalis diwajibkan menampilkan kemampuan mereka di bawah air dengan mengombinasikan teknik, koreografi, serta ekspresi artistik.
“Para finalis akan menunjukkan skill mereka underwater, bukan sekadar hobi, tetapi teknik yang benar-benar harus dikuasai,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, para finalis akan melakukan penampilan di bawah air selama maksimal lima menit dengan menggunakan kostum ekor (tail). 

Para finalis juga wajib memiliki sertifikasi kemampuan underwater, serta memiliki kondisi kesehatan yang prima. “Penilaian itu bukan hanya teknik saja,tapi juga bagaimana merekamemadukan gerakan dengan musik, kostum, dan persona mereka. Semua itu akan digabungkan dalam satu kesatuan penilaian,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep ini menjadi sesuatu yang baru di Indonesia karena mengintegrasikan olahraga mermaiding dengan dunia pageantry dengan melibatkan tim profesional, termasuk juri
dan tim keamanan.

“Mermaid & Merman Indonesia ini melibatkan kekuatan fisik, kesehatan, dan profesionalitas, bahkan sudah menjadi industri yang menciptakan peluang ekonomi,” pungkasnya.

Beberapa sektor yang terdampak seperti pengrajin kostum, pembuat ekor(tail),makeup artist, hingga penyedia perlengkapan profesional seperti fins danmonofins.

Melalui agenda wet performance ini, Bagas berharap ajang bergengsi Mermaid & Merman
Indonesia 2026 dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka wawasan masyarakat tentang potensi
besar laut Indonesia.
“Harapannya ini bisa menjadi gaung besar bahwa Indonesia kaya akan keindahan laut dan juga
tanggung jawab untuk menjaganya,” pungkasnya.


Kolaborasi dengan Momentum Hari Bumi
Agenda wet performance yang akan digelar di Hotel Borobudur Jakarta, bertepatan dengan
peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Momentum ini dimanfaatkan sebagai bentuk
kampanye lingkungan yang menjadi bagian dari ajang Mermaid & Merman Indonesia 2026.
“Kita menggabungkan tema besar ini dengan peringatan Hari Bumi. Jadi bukan hanya
menampilkan keindahan underwater, tapi juga menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan dan
laut,” katanya.
Bagas mengatakan, ajang ini diharapkan mampu menjadi wadah edukasi tentang pentingnya
pelestarian bumi, khususnya ekosistem laut yang menjadi bagian besar dari kehidupan manusia.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab kita bersama untuk menjaga laut dan bumi. Kami ingin para
finalis juga membawa pesan itu dalam setiap penampilan mereka,” ujarnya.

Terintegrasi dengan Program “Discover The Natural Treasures: Ternate & Tidore”
Hotel Borobudur Jakarta menghadirkan program tematik bertajuk “Discover The Natural
Treasures: Ternate & Tidore” yang berlangsung pada 20 April hingga 31 Mei 2026. Inisiatif ini
digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi dan perayaan Hari Waisak, dengan mengusung
tema harmoni antara manusia, alam, dan budaya.
Program ini mengangkat kekayaan sejarah dan budaya rempah Indonesia, khususnya dari wilayah
Ternate dan Tidore yang dikenal sebagai bagian penting dalam jalur rempah dunia. Kedua wilayah
ini memiliki peran historis sebagai penghasil komoditas unggulan seperti cengkeh dan pala. Selain
itu, program ini juga menyoroti warisan budaya Indonesia melalui Candi Borobudur sebagai pusat
spiritual umat Buddha yang mendunia.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi sejumlah pihak, di antaranya APEKSI, Pemerintah
Kota Ternate, Pemerintah Kota Tidore, Yayasan Negeri Rempah, InJourney, Yayasan Ehipassiko,
serta Yayasan El John Indonesia.
Peresmian program dijadwalkan pada 22 April 2026 di Flores A Ballroom, Hotel Borobudur
Jakarta. Acara pembukaan akan dimeriahkan dengan pameran, peragaan busana, pertunjukan tari
dan musik, serta berbagai atraksi budaya khas Ternate dan Tidore. Selain itu, akan digelar
talkshow bertema rempah dan budaya yang mengulas keterkaitannya dengan nilai historis dan spiritual Candi Borobudur, menghadirkan narasumber seperti Wali Kota Ternate M. Tauhid
Soleman, Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman, serta tokoh budaya dan pemerhati rempah
nasional.
Sepanjang periode program, pengunjung dapat menikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik.
Salah satunya adalah sajian kuliner khas Ternate dan Tidore di Bogor Cafe setiap Senin hingga
Jumat mulai 22 April sampai 31 Mei 2026, dengan menu prasmanan autentik berbasis rempah
yang disiapkan langsung oleh juru masak dari daerah asalnya. Selain itu, agenda lain yang turut
meramaikan antara lain Business & Investment Forum Ternate & Tidore (24 April 2026), bincang
budaya dan sejarah jalur rempah Indonesia, Gathering Pemuda Diaspora Ternate & Tidore (26
April 2026), hingga Pesta Rakyat Ternate & Tidore pada 24 Mei 2026.
Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Hotel Borobudur Jakarta juga berkolaborasi dengan
Yayasan El John Indonesia menghadirkan pertunjukan Mermaid & Merman Indonesia: The Spirit
of the Archipelago. Penampilan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membawa pesan
penting mengenai pelestarian laut dan ekosistem maritim Indonesia.
Sebagai penutup rangkaian acara sekaligus menyambut semangat Waisak, hotel ini bekerja sama
dengan Yayasan Ehipassiko menggelar kegiatan meditasi pada 7 Juni 2026. Selain itu, ditampilkan
pula pameran infografis sejarah Candi Borobudur di area lobi hotel sebagai refleksi nilai spiritual
dan budaya.
Melengkapi program tersebut, Hotel Borobudur Jakarta menghadirkan paket menginap spesial
bertajuk “Borobudur Serenity Stay” yang tersedia pada 24 Mei hingga 7 Juni 2026. Paket ini
menawarkan berbagai fasilitas, mulai dari sarapan untuk dua orang, sesi yoga dan meditasi, tiket
masuk ke Candi Borobudur, hingga berbagai keuntungan tambahan seperti diskon makanan dan
minuman, fleksibilitas waktu check-in dan check-out, serta layanan shuttle menuju Sarinah Plaza.(dsp)