Selasa, 05 Mei 2026

Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Pasang Barrier Beton di Jembatan Bayur, Cegah Kecelakaan

Kompassantri-online, Rekayasa Lalin di Jembatan Bayur, Polisi dan PUPR Pasang Pembatas Beton*

*Tingkatkan Keselamatan, Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Lakukan Penataan Lalin di Jembatan Bayur*

TANGERANG — Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota melaksanakan rekayasa lalu lintas melalui pemasangan barrier beton di kawasan Jembatan Bayur, Jalan Raya Sangego, Kota Tangerang, pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), khususnya di titik rawan kecelakaan.

Pemasangan barrier beton ini dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang sebagai bentuk sinergi antar instansi dalam penataan infrastruktur jalan dan pengamanan arus lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota,AKBP Nopta Histaris Suzan, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk meminimalisir potensi kecelakaan serta mengatur arus kendaraan agar lebih tertib.

“Pemasangan barrier beton ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko kecelakaan dan mengurai kemacetan, khususnya di area jembatan yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, personel Unit Turjagwali Satlantas turut diterjunkan guna melakukan pengaturan arus lalu lintas selama proses pemasangan berlangsung, sehingga aktivitas pengguna jalan tetap berjalan lancar.

Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain dipimpin oleh Kanit Turjawali Iptu Ahmad Suhrizal, bersama anggota lainnya yang melakukan pengamanan serta pengaturan di lokasi.

Satlantas Polres Metro Tangerang Kota juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di area tersebut serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.
Kontributor: alwi

Grand Inna Tunjungan Kembali Torehkan Prestasi, Raih “Best Tourism Attraction & Experience” di Surabaya Tourism Award 2026

Kompassantri-online, Surabaya, 3 Mei 2026 – Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke-733, ajang Surabaya Tourism Award 2026 kembali digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku industri pariwisata yang berkontribusi aktif dalam memajukan sektor pariwisata kota. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya, bekerja sama dengan Harian Disway dan Universitas Ciputra Surabaya.

Ajang bergengsi ini menjadi wadah untuk menampilkan kualitas, inovasi, serta potensi terbaik dari berbagai pelaku pariwisata, sekaligus mendorong peran aktif masyarakat dalam memperkuat posisi Surabaya sebagai destinasi unggulan nasional.

Melanjutkan pencapaian membanggakan pada tahun sebelumnya sebagai peraih kategori Best Tourist Attraction, tahun ini Grand Inna Tunjungan kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan “Best Tourism Attraction & Experience” di Surabaya Tourism Award 2026.

Penganugerahan tersebut berlangsung di Linear Atrium, Ciputra World Mall Surabaya pada 3 Mei 2026 dan diterima langsung oleh Plt. General Manager, Yudi Firmansyah.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Grand Inna Tunjungan dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang autentik, berbasis budaya dan kuliner, serta berkelanjutan di jantung Kota Surabaya.

Dalam proses penjurian, Grand Inna Tunjungan menampilkan berbagai program unggulan yang tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif lokal, di antaranya:

• Festival Kuliner Nusantara
Menghadirkan kekayaan cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia melalui program food festival tematik. Setiap penyelenggaraan dikemas dengan dekorasi, musik, dan pertunjukan budaya yang merepresentasikan keunikan daerah asal kuliner secara autentik.
• Program Kolaboratif Bersama UMKM Lokal
Berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM dan komunitas kreatif Surabaya, antara lain:

1. Pasar Legi – bazar UMKM yang menghadirkan ragam kuliner dan kerajinan lokal
2. Kolaborasa Merdeka – rangkaian kegiatan seperti lomba menghias cupcake, menghias tumpeng oleh UMKM, pertunjukan angklung, lomba 17-an, hingga kegiatan memasak bersama mie panjang umur
3. East Java Coffee Night – kolaborasi dengan komunitas kopi lokal dalam rangka peringatan Hari Kopi Sedunia

“Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim dan kolaborasi dengan para mitra. Kami bangga dapat menghadirkan pengalaman pariwisata yang bermakna, berakar pada budaya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Yudi Firmansyah, Plt. General Manager Grand Inna Tunjungan.

Sebagai bagian dari jaringan InJourney Hospitality, Grand Inna Tunjungan terus menghadirkan semangat Indonesian Experience melalui program-program yang mengangkat kekayaan budaya, kuliner, serta keramahan khas Indonesia dalam setiap layanannya.

Sabtu, 02 Mei 2026

Perkuat Sinergi, Polres Metro Tangerang Kota Libatkan Sabuk Kamtibmas dan Gelar Jumat Peduli

Polres Metro Tangerang Kota Gandeng Warga Jaga Kamtibmas, Sekaligus Salurkan Bantuan Sosial*

*Sabuk Kamtibmas Dikerahkan, Polres Metro Tangerang Kota Padukan Pengamanan dan Aksi Sosial*

Kompassantri-online, TANGERANG — Polres Metro Tangerang Kota terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui pelibatan Sabuk Kamtibmas serta kegiatan sosial Jumat Peduli, Jumat (1/5/2026) sore.

Kegiatan yang menggabungkan upaya pengamanan preventif di lingkungan Markas Komando (Mako) dengan aksi kepedulian sosial kepada warga sekitar.

Wakapolres Metro Tangerang Kota,AKBP Eko Bagus Riyadi, menyampaikan bahwa pelibatan Sabuk Kamtibmas merupakan langkah strategis dalam membangun kemitraan antara Polri dan masyarakat.

“Sabuk Kamtibmas ini menjadi bentuk kolaborasi antara kepolisian dengan kelompok masyarakat sadar keamanan, sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Kasat Binmas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Rachmad Hariyanto, bersama jajaran Binmas, perwakilan Pokdarkamtibmas, Senkom Mitra Polri, serta sekitar 100 warga masyarakat.

Selain pengamanan, kegiatan dilanjutkan dengan program Jumat Peduli berupa pembagian bantuan bahan pangan kepada warga di sekitar Mapolres. Aksi sosial ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan siap membantu,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban. Polres Metro Tangerang Kota berharap sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dapat terus terjalin guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum setempat.(alwi)

Jumat, 01 Mei 2026

Membaca Arah Baru Pendidikan Nasional: Tantangan Kualitas, Keadilan, dan Konsistensi Kebijakan|Abdul Hakim Hasan

Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2026, refleksi terhadap wajah pendidikan Indonesia menjadi semakin relevan. Transformasi yang sedang berlangsung menunjukkan adanya pergeseran paradigma, namun di saat yang sama juga membuka sejumlah tantangan struktural yang belum sepenuhnya terselesaikan. Abdul Hakim, Wakil Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama sekaligus guru di Global Islamic School Lazuardi Al Falah, memotret kondisi ini sebagai fase transisi yang krusial dalam menentukan arah pendidikan nasional ke depan.

“Secara umum, pendidikan Indonesia saat ini berada dalam fase transisi besar. Akses memang semakin luas, bahkan program wajib belajar telah berkembang hingga 13 tahun. Namun, kualitasnya belum merata,” ujar Abdul Hakim. Ia menegaskan bahwa disparitas antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi problem klasik yang belum terselesaikan. “Sekolah di kota memiliki keunggulan fasilitas dan akses pengembangan guru yang jauh lebih besar, sementara di daerah, tantangan itu masih nyata. Ini bukan sekadar soal sarana, tapi juga ekosistem belajar.”

Lebih lanjut, ia melihat bahwa transformasi digital menjadi salah satu langkah progresif yang tengah didorong pemerintah. Konsep smart classroom dan digitalisasi konten pembelajaran dinilai sebagai bagian dari modernisasi sistem pendidikan. Namun demikian, Hakim mengingatkan bahwa digitalisasi tidak boleh berhenti pada tataran simbolik. “Transformasi digital harus menjadi sistem, bukan sekadar gimmick. Jika tidak dibarengi dengan kesiapan guru dan infrastruktur, maka ia hanya akan menjadi proyek tanpa dampak signifikan.”

Selain itu, pendekatan pendidikan berbasis kesejahteraan sosial juga mulai mengemuka melalui berbagai program strategis seperti sekolah untuk keluarga miskin dan intervensi gizi bagi peserta didik. Hakim melihat langkah ini sebagai pendekatan yang lebih holistik. “Pendidikan hari ini tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus terkoneksi dengan isu kemiskinan, kesehatan, dan gizi. Program seperti makan bergizi gratis adalah bentuk intervensi sosial yang secara tidak langsung memperkuat kualitas pembelajaran.”

Namun demikian, ia menilai bahwa persoalan mendasar pendidikan Indonesia justru terletak pada aspek yang paling fundamental, yakni kualitas dan posisi guru. “Jika kita merujuk pada negara-negara maju, kunci utamanya adalah guru. Mereka direkrut secara ketat, dilatih secara serius, dan dihargai secara tinggi. Sementara di Indonesia, peran guru belum sepenuhnya menjadi prioritas utama dalam kebijakan pendidikan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa berdasarkan berbagai laporan nasional, distribusi guru masih timpang, kompetensi belum merata, dan kesejahteraan belum sepenuhnya mencerminkan peran strategis mereka sebagai agen perubahan.

Dalam aspek kurikulum, Hakim juga menyoroti pentingnya orientasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “Kurikulum kita harus bergerak dari sekadar hafalan menuju higher order thinking skills. Fokus pada critical thinking, problem solving, dan penguatan karakter adalah keniscayaan dalam menghadapi abad ke-21,” ungkapnya. Namun ia juga mengingatkan bahwa perubahan kurikulum yang terlalu sering tanpa evaluasi mendalam justru berpotensi melemahkan stabilitas sistem pendidikan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pemerataan akses pendidikan yang adil masih menjadi pekerjaan rumah besar. “Selama masih ada gap yang signifikan antara kota dan desa, maka sulit bagi kita untuk berbicara tentang pendidikan yang maju secara menyeluruh,” katanya. Integrasi teknologi, lanjutnya, juga harus diiringi dengan kesiapan infrastruktur dan literasi digital yang memadai, agar tidak menciptakan kesenjangan baru.

Pada akhirnya, Hakim menyimpulkan bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai melalui kebijakan jangka pendek atau program parsial. “Pendidikan membutuhkan konsistensi kebijakan jangka panjang. Tidak bisa berubah arah setiap pergantian kepemimpinan. Kunci utamanya ada pada kualitas SDM guru dan sistem yang stabil,” ujarnya.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun mengajar di lembaga formal dan nonformal, termasuk di sekolah dan pesantren, Abdul Hakim memandang bahwa masa depan pendidikan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian untuk melakukan pembenahan mendasar, bukan sekadar kosmetik kebijakan. Dalam lanskap global yang kompetitif, pendidikan Indonesia dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga visioner membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara karakter dan sosial.