Senin, 10 Agustus 2026

Jalan dan Mahkota: Tentang Pilihan dan Tanggung Jawab

Di dunia ini sebenarnya tidak ada jalan, saat semakin banyak orang melewatinya maka terciptalah jalan.

Barangsiapa yang memakai mahkota dia juga harus siap menanggung bebannya.

 

*Jalan dan Mahkota: Tentang Pilihan dan Tanggung Jawab

Di dunia ini sebenarnya tidak ada jalan.  

Yang ada hanyalah tanah kosong, semak, dan kemungkinan.  

Saat semakin banyak orang melewatinya, menginjaknya dengan ragu, lalu mantap, maka terciptalah jalan.  

Jalan bukan ditemukan. Jalan diciptakan.

Begitu juga dengan hidup.

*1. Jalan Diciptakan, Bukan Ditemukan

Kita sering menunggu "jalan yang benar" muncul di depan mata. Menunggu petunjuk, menunggu kepastian, menunggu orang lain duluan. 

Padahal para pendiri, inovator, dan pejuang tidak pernah menemukan jalan. Mereka membuatnya.  

Startup pertama di Indonesia tidak punya cetak biru. Guru pertama di desa tidak punya kurikulum. Penulis pertama yang menulis buku juga tidak punya pembaca.

Mereka hanya melangkah. Jatuh. Bangkit. Dilanjutkan orang lain.  

Lama-lama jejak itu dalam. Lama-lama orang lain ikut. Dan orang menyebutnya: "Jalan Sukses", "Jalan Karir", "Jalan Dakwah".


Pertanyaannya bukan "Di mana jalanku?"  

Tapi "Jejak apa yang berani aku tinggalkan hari ini?"

Setiap langkah kecilmu hari ini bisa jadi jalan besar untuk orang setelahmu.


*2. MAHKOTA DAN BEBANNYA*

"Barangsiapa yang memakai mahkota dia juga harus siap menanggung bebannya."

Mahkota di sini bukan cuma untuk raja.  

Mahkota itu adalah jabatan, tanggung jawab, kepercayaan, nama baik, bahkan keluarga.


Saat kamu dipromosikan jadi ketua, itu mahkota. Bebannya: kamu yang paling disalahkan saat gagal.  

Saat kamu jadi orang tua, itu mahkota. Bebannya: tidurmu, waktumu, dan energimu bukan milikmu lagi.  

Saat kamu jadi panutan, itu mahkota. Bebannya: kamu tidak bisa sembarangan bicara dan bertindak.


Banyak orang ingin mahkotanya. Tapi sedikit yang mau bebannya.  

Ingin dipuji sebagai pemimpin, tapi tidak mau begadang mikirin tim.  

Ingin dihormati sebagai ahli, tapi tidak mau terus belajar.


Mahkota tanpa beban namanya topeng. Dan topeng pasti lepas pada waktunya.


*Penutup: Berani Melangkah, Siap Memikul*

Hidup itu dua hal: Menciptakan jalan, dan memikul mahkota.


Jangan takut jadi orang pertama yang jalan di tanah kosong. Karena bisa jadi 10 tahun lagi, ribuan orang akan lewat di "jalan" yang kamu buat.  

Dan jika suatu hari kamu dipercaya "memakai mahkota", jangan lari dari bebannya. Karena kehormatan selalu dibayar dengan tanggung jawab.


Dunia tidak akan berubah karena kita menunggu jalan.  

Dunia berubah karena ada orang yang berani jalan duluan, dan berani memikul beban setelahnya.


Kamu mau menciptakan jalan apa hari ini?  

Dan mahkota apa yang siap kamu pikul?

Minggu, 09 Agustus 2026

Unit dan Jaringan ZISNU Sukmajaya Ikut Apresiasi Amil Jenazah

Kompassantri-online, DEPOK** — NU Care–LAZISNU Kota Depok melalui UPZIS Abadijaya–Sukmajaya bersama Jaringan Pengelola ZISNU (JPZIS) Masjid Nurul Iman Abadijaya turut berpartisipasi memberikan bantuan sebagai bentuk apresiasi kepada para amil jenazah di wilayah Sukmajaya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari inisiatif MWCNU Sukmajaya untuk memberikan perhatian dan apresiasi kepada para amil jenazah yang selama ini aktif membantu masyarakat dalam pelayanan pengurusan jenazah.

Ketua UPZIS Abadijaya–Sukmajaya, Ustadz Ahmad Suryadi, mengatakan partisipasi LAZISNU berawal dari arahan Ketua MWCNU Sukmajaya, Ustadz Ahmad Fachruddin.

> “Berawal dari arahan Ketua MWCNU Sukmajaya, Ustadz Ahmad Fachruddin, LAZISNU berpartisipasi memberikan apresiasi kepada amil jenazah,” kata Ustadz Ahmad Suryadi, Sabtu (8/8/2026).

Ia menjelaskan, setelah mengetahui terdapat empat amil jenazah yang menjadi calon penerima manfaat, pihak UPZIS menyiapkan bantuan sesuai arahan dan kemampuan yang tersedia.

“Karena calon penerima manfaat ada empat amil jenazah, maka kami siapkan sesuai arahan Ketua MWCNU Sukmajaya,” jelasnya.

Menurut Ahmad Suryadi, UPZIS kemudian menghubungi JPZIS binaannya untuk turut berpartisipasi dalam menyiapkan paket sembako. Langkah tersebut dilakukan dengan prinsip gotong royong dan menyesuaikan kemampuan dana yang tersedia di masing-masing JPZIS.

> “Atas arahan tersebut, kami menghubungi binaan JPZIS kami untuk berpartisipasi dan membantu mengisi paket sembako. Prinsipnya, kita jalani bersama sesuai kemampuan dan cadangan dana infak di JPZIS binaan,” ungkapnya.

### JPZIS Turut Bergotong Royong

Perwakilan JPZIS Masjid Nurul Iman Abadijaya, Ustadz Laits Assamarqandi, merespons baik ajakan tersebut. Ia menyampaikan kesiapan JPZIS untuk ikut membantu pengadaan paket sembako bagi para amil jenazah.

> “Siap berpartisipasi, patungan untuk pengadaan paket sembako,” terang Ustadz Laits Assamarqandi 

Partisipasi tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara LAZISNU, UPZIS, dan JPZIS dalam menjalankan fungsi pelayanan sosial di tengah masyarakat.

### LAZISNU Apresiasi Kerja Partisipatoris

Sekretaris NU Care–LAZISNU Kota Depok, Muh. Sodiqul Anwar, mengapresiasi langkah UPZIS Abadijaya–Sukmajaya yang mampu menggerakkan JPZIS binaannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurut Sodiqul, pola kerja partisipatoris seperti ini dapat menjadi bagian dari proses konsolidasi jaringan ZISNU, khususnya di wilayah Sukmajaya.

“Langkah kerja partisipatoris ini menjadi bagian dari kerja konsolidasi binaan JPZIS di Sukmajaya. Semoga ke depan, jika ada program penyaluran yang merupakan arahan dari pimpinan NU, kita bisa melakukan kerja bersama seperti ini,” ujar Sodiqul.

Ia menambahkan, LAZISNU Kota Depok juga akan terus berupaya mendukung kebutuhan umat melalui dana yang tersedia dan tetap memperhatikan kondisi cadangan dana yang dikelola.

> “Termasuk LAZISNU akan menyubsidi kebutuhan dana umat selama masih ada cadangan,” tandas Sodiqul.

Kegiatan apresiasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghargaan kepada para amil jenazah, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan konsolidasi jaringan ZISNU dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Jumat, 07 Agustus 2026

mereka yang korupsi rakyat disuruh efisiensi?!

Kamis, 06 Agustus 2026

Muhammad FA Wibowo Raih Kemenangan Kedua di Italia pada IAME Series Italy Round 5

Kompassantri-online, 06/08/2026, Lonato, Italia – Pembalap muda Indonesia, Muhammad FA Wibowo, kembali mengharumkan nama bangsa setelah meraih gelar juara pada IAME Series Italy Round 5 yang berlangsung di South Garda Karting, Lonato, Italia. Kemenangan ini menjadi gelar kedua Muhammad FA Wibowo di Italia pada musim kompetisi 2026.

Muhammad menunjukkan performa yang konsisten sejak awal akhir pekan balapan. Ia mengawali kompetisi dengan menempati posisi kedua pada sesi kualifikasi dengan catatan waktu 55.202 detik. Tren positif tersebut berlanjut dengan finis P2 pada Heat 1 dan P4 pada Heat 2, yang menempatkannya sebagai salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara.

Pada balapan final, Muhammad kembali tampil kompetitif di barisan depan. Memasuki tikungan terakhir sebelum garis finis, ia memanfaatkan peluang dengan melakukan manuver overtake yang bersih dan presisi untuk merebut posisi terdepan, kemudian menyentuh garis finis di posisi pertama (P1).

Keberhasilan ini menjadi bukti konsistensi performa, ketangguhan mental, dan kemampuan Muhammad FA Wibowo dalam bersaing di level internasional. 
Pencapaian tersebut semakin memperkuat kiprahnya sebagai salah satu pembalap muda Indonesia yang mampu meraih prestasi di ajang balap gokart Eropa sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.