Kamis, 20 Agustus 2026

Jual Tramadol dan Eximer, Pria di Kosambi Diciduk Polisi, 1.346 Butir Obat Disita

Dagangan 1.346 Butir Obat Keras Berujung Bui
kompassantri, TANGERANG — Polisi mengamankan seorang pria berinisial CF (25) yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Dari tangan tersangka, polisi menyita 1.346 butir obat, terdiri dari 920 butir tramadol dan 426 butir eximer. Jumat (21/8/2026). 

Penangkapan dilakukan Tim 1 Opsnal Polsek Benda yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Zainal Arifin, pada Rabu Malam (19/8/2026). 

Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi, Menjelaskan bahwa tersangka diamankan setelah polisi memperoleh informasi dari masyarakat terkait dugaan transaksi obat keras di kawasan tersebut. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan undercover buy sebelum mengamankan tersangka.

“Kami menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan peredaran obat keras. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas berhasil mengamankan seorang tersangka berikut barang bukti yang diduga akan diperjualbelikan,” ujar Eko.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita satu unit handphone Samsung A07 warna biru yang diduga digunakan untuk transaksi serta uang tunai Rp511 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka mengaku mendapatkan obat-obatan tersebut dari seseorang berinisial R alias Ujang, yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.

“Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap pemasoknya. Termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan atau lokasi lain yang berkaitan dengan peredaran obat keras tersebut,” kata Eko.

Tersangka beserta seluruh barang bukti kini diamankan di Polsek Benda untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Tersangka akan dijerat dengan dugaan tindak pidana praktik kefarmasian tanpa keahlian dan kewenangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Polwan Goes to School, 810 Siswa SMA 11 Tangerang Dapat Edukasi Lalu Lintas hingga Bahaya Bullying

Kompassantri, Polwan Sambangi SMA 11 Tangerang, Pelajar Diajak Jauhi Bullying dan Kenakalan Remaja
TANGERANG — Jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Metro Tangerang Kota menyambangi SMA Negeri 11 Kota Tangerang dalam kegiatan “Polwan Goes to School”, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-78 Polwan Republik Indonesia tersebut diikuti sekitar 810 siswa dan siswi.

Sejumlah Polwan hadir memberikan edukasi langsung kepada para pelajar, mulai dari keselamatan berlalu lintas, bullying, hingga kenakalan remaja.

Kegiatan dibuka oleh Kompol Ery Murniasih. Selanjutnya, para siswa diberikan materi sekaligus kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan seputar persoalan yang dihadapi remaja saat ini.

“Kami ingin hadir lebih dekat dengan para pelajar. Edukasi sejak dini penting agar mereka memahami bagaimana menjaga keselamatan, menjauhi bullying, serta tidak terjerumus dalam kenakalan remaja yang dapat berdampak pada masa depan mereka,” ujar Kompol Ery dalam kegiatan tersebut.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi sesi tanya jawab interaktif antara Polwan dan para siswa. Suasana berlangsung komunikatif, dengan para pelajar antusias mengikuti kegiatan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian plakat dari senior Polwan kepada Kepala SMA Negeri 11 Kota Tangerang, foto bersama, dan penutupan.

Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi, S.H., S.I.K., M.Si. mengatakan, kegiatan Polwan Goes to School menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi dengan generasi muda sekaligus melakukan pencegahan sejak dini.

“Pelajar adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang dekat dengan mereka, memberikan pemahaman dan mengajak mereka menjadi pelajar yang disiplin, berani menolak bullying, tertib berlalu lintas, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja,” kata Eko.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga sekolah dan kepolisian dapat bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan positif bagi para pelajar.

Merusaka Nusa Dua Raih Pengakuan GSTC, Tonggak Baru Keberlanjutan di Lingkungan InJourney Group


kompassantri, Nusa Dua, Bali – Agustus 2026 Merusaka Nusa Dua dengan bangga mengumumkan pencapaian penting dalam perjalanan keberlanjutannya dengan secara resmi menerima Sertifikasi *Global Sustainable Tourism Council (GSTC)* dari *Control Union Indonesia* pada 14 Agustus 2026.

Sertifikasi ini menjadi sebuah pencapaian penting bagi Merusaka Nusa Dua sekaligus mencerminkan komitmen berkelanjutan resor dalam menerapkan praktik-praktik yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di seluruh aspek operasional, pengalaman tamu, inisiatif lingkungan, serta keterlibatan dengan masyarakat sekitar.

Perjalanan menuju Sertifikasi GSTC dimulai dari berbagai aksi kecil namun bermakna yang dilakukan sejak tahun 2023. Seiring berjalannya waktu, berbagai inisiatif tersebut terus berkembang menjadi pendekatan keberlanjutan yang lebih terstruktur dan menyeluruh, dengan melibatkan berbagai tim di seluruh resor dan menjadi bagian integral dari operasional Merusaka Nusa Dua.

Beberapa inisiatif keberlanjutan yang terus dijalankan antara lain *Boemi Merusaka Organic Garden* , program pengurangan limbah makanan bekerja sama dengan *Maggot House Bali* , upaya konservasi air, kegiatan pembersihan pantai, penanaman mangrove dan konservasi pesisir, serta berbagai program sosial dan lingkungan lainnya. Berbagai upaya tersebut mencerminkan keyakinan resor bahwa keberlanjutan yang bermakna dibangun melalui aksi yang konsisten dan komitmen bersama.

*Control Union Indonesia (PT PCU Indonesia)* merupakan bagian dari Control Union, sebuah organisasi internasional yang menyediakan layanan inspeksi, sertifikasi, dan audit di berbagai sektor industri serta standar keberlanjutan. Control Union menjalankan berbagai program sertifikasi yang mencakup bidang pariwisata berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, pertanian, kehutanan, tekstil, serta kepatuhan sosial. Salah satu portofolio sertifikasinya adalah *GSTC Certification* , yang mendukung organisasi dalam menunjukkan komitmennya terhadap standar keberlanjutan yang diakui secara internasional.

*Ian Cameron, General Manager – Merusaka Nusa Dua* , mengatakan : “Kami sangat bangga dengan pencapaian ini, perjalanan keberlanjutan kami dimulai pada tahun 2023 melalui berbagai aksi kecil dan inisiatif sederhana. Namun, seiring berjalannya waktu, upaya tersebut terus berkembang berkat dedikasi dan komitmen seluruh tim. Sertifikat GSTC hari ini merupakan sebuah pengakuan yang sangat berarti atas perjalanan tersebut dan membuktikan bahwa setiap tindakan kecil dapat menciptakan dampak yang lebih besar ketika kita melakukannya bersama-sama.

Ke depannya, kami berharap pencapaian ini bukan menjadi akhir dari perjalanan kami, melainkan menjadi awal dari komitmen yang semakin kuat terhadap keberlanjutan. Kami akan terus meningkatkan praktik-praktik keberlanjutan, menginspirasi rekan kerja dan para tamu, bekerja sama dengan masyarakat sekitar, serta menciptakan dampak positif bagi Bali dan generasi mendatang.”

--- A Beachfront Sanctuary ---

Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia, Tantowi Yahya Menggelar Konser di Sejumlah Negara Eropa

Kompassantri, Tantowi Yahya Bawa Misi Diplomasi Budaya Indonesia ke Tiga Negara Eropa. Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia hadir di Norwegia, Spanyol, dan Belanda pada Agustus – September 2026, didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesiana, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pertamina (Persero), dan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial. 
Jakarta, 19 Agustus 2026 — Indonesia memperkuat diplomasi budayanya di Eropa melalui rangkaian konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia yang akan dibawakan Ambassador Tantowi Yahya bersama Thomshell Band di Norwegia, Spanyol, dan Belanda pada 24 Agustus hingga 7 September 2026. 

Program ini menggabungkan promosi budaya, pariwisata, dan investasi Indonesia dalam satu panggung diplomasi publik. Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia merupakan pertunjukan musik yang menggabungkan lagu-lagu Indonesia, lagu daerah, karya internasional, serta narasi budaya yang memperkenalkan keragaman Indonesia kepada audiens global. 

Program ini dirancang sebagai sarana diplomasi budaya yang menjembatani dialog antarbangsa melalui bahasa universal musik. Penampilan tahun ini menjadi tahun ketiga berturut-turut bagi Ambassador Tantowi Yahya tampil di Santa Susanna, Spanyol, menunjukkan kepercayaan dan apresiasi yang terus tumbuh dari audiens internasional terhadap diplomasi budaya Indonesia. 

Rangkaian konser akan diselenggarakan di tiga panggung: ● 24 Agustus 2026 — Victoria National Jazz Scene, Oslo ● 28 Agustus, 31 Agustus, 1 September 2026 — Hotel Indalo Park Santa Susanna, Barcelona, Spanyol ● 4 September 2026 — Resepsi Diplomatik KBRI Den Haag, Wisma Duta RI, Kerkeboslaan 2, 2243 CM Wassenaar Berbeda dari konser musik pada umumnya, "Strings of Equator" merupakan platform diplomasi yang mengintegrasikan promosi budaya, pariwisata, dan investasi Indonesia. 

Program ini ditargetkan dapat membangkitkan ketertarikan wisatawan Eropa untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi prioritas, serta menanamkan persepsi positif tentang Indonesia sebagai mitra investasi yang terbuka dan menjanjikan. 

"Musik adalah jembatan paling universal antarbangsa. Melalui 'Strings of Equator', kami ingin menyampaikan bahwa Indonesia bukan hanya negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa, tetapi juga mitra strategis yang siap berdialog dengan dunia, baik dalam ranah pariwisata maupun investasi," ujar Amb. Tantowi Yahya, Ketua Delegasi misi ini. 

Misi diselenggarakan dalam kerangka kerja sama resmi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oslo dan KBRI di Den Haag, menjadikannya bagian dari agenda diplomasi publik Republik Indonesia di kawasan Eropa Utara dan Eropa Barat. Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia mendapatkan dukungan strategis dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana, program pemanfaatan hasil kelola Dana Abadi Kebudayaan yang dirancang untuk memfasilitasi kegiatan budaya berdampak strategis di tingkat internasional. 

Kemitraan strategis juga terjalin dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagai mitra strategis misi ini. Keterlibatan BRI mempertegas komitmen bank nasional terbesar Indonesia dalam mendukung promosi Indonesia di tingkat global, sekaligus memperluas narasi BRI dari ekosistem keuangan domestik menuju kehadiran aktif di panggung diplomasi internasional. Dukungan turut hadir dari PT Pertamina (Persero) yang memperkuat komposisi kemitraan multi-sektor dalam misi ini. 

Keterlibatan Pertamina menempatkan perusahaan energi nasional sebagai bagian dari narasi Indonesia yang siap menjadi mitra strategis di panggung Eropa, khususnya di Norwegia dan Belanda yang memiliki ekosistem industri energi yang matang. 

Kemitraan strategis juga terjalin dengan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial, yang turut mendukung terselenggaranya misi diplomasi budaya ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengangkat nama Indonesia di panggung internasional melalui jalur seni dan budaya. 

"Dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana, BRI, Pertamina, dan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial menjadi penanda penting bahwa diplomasi budaya Indonesia kini dijalankan dengan dukungan ekosistem yang utuh dari pemerintah, sektor korporasi, sektor sosial, dan pelaku seni profesional. Inilah model diplomasi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi," tambah Ambassador Tantowi Yahya.