Kompassantri-online, BANDUNG - Kawula muda yang merupakan warga Bandung nyaris tak pernah melewatkan kesempatan untuk nonton bareng (Nobar), terutama jika Tim Sepakbola Kebanggaannya (Persib Bandung) tengah berlaga. Mereka para supporter yang dikenal dengan nama 'Bobotoh'.
Satu dari puluhan tempat yang kerap dijadikan arena Nobar, Kedai Patepung di Kiaracondong - Babakansari (Bandung) - sering jadi pilihan. Mereka para 'Bobotoh' bisa lepas dalam canda ceria, meluapkan kebangaannya terhadap Tim Sepakbola (Persib Bandung, jika menang dalam setiap pertandingan.
"Yuk ngariung (kumpul-red) di Kedai Patepung. Bisa sambil santai, berinteraksi sosial dan menikmati makanan dan minuman dengan harga terjangkau," ajak Qufa Naufanesa Hutami selaku Manager Kedai Patepung, saat diwawancarai Selasa (14/4/2026) kemarin.
Disebutkan bahwa Kedai Patepung berlokasi di kawasan Kiaracondong, Babakansari (Bandung) didirika dengan mengusung konsep kopitiam santai yang mengedepankan kebersamaan dan budaya nongkrong khas Kota Kembang.
Sedangkan nama 'Patepung' sendiri memiliki arti bertemu. Filosofi tersebut menjadi ruh utama konsep kedai yang memang dirancang sebagai tempat ngobrol, berkumpul, hingga nobar pertandingan Persib Bandung.
“Jadi, Patepung itu sendiri kan punya arti bertemu. Maka fokusnya adalah jadi tempat ngobrol, nongkrong bareng, tentu sambil menikmati makanan dan minuman dalam suasana santai,” terang Qufa, menambahkan.
Sejak berdiri pada 2025, Kedai Patepung konsisten menghadirkan suasana nyaman dengan harga ramah di kantong. Segmentasi pengunjungnya pun cukup luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, pekerja, hingga keluarga yang ingin menikmati waktu santai bersama.
Kedai Patepung ini lahir dari budaya nongkrong khas Bandung yang identik dengan suasana santai dan guyub. Namun, yang membedakan Kedai Patepung dengan tempat lain adalah kombinasi harga terjangkau dan lokasi strategis.
Masih menurut Qufa, Kedai Patepung hanya berkapasitas 50–60 pengunjung. Bahkan tempat ini kerap dipadati anak muda gaul serta komunitas. "Di sini sering dijadikan tempat kumpul suporter Bandung. Karena di sini juga rutin mengadakan acara Nobar setiap Persib bertanding,” tambah Qufa.
Usaha kuliner Kedai Patepung merupakan hasil kolaborasi tiga sahabat satu kampus di Uhamka Jakarta, yakni Qufa, Fitri, dan Nevi. Mereka melihat potensi besar industri kuliner Bandung yang dinilai memiliki pasar hidup serta komunitas kuat.
Untuk sekarang ini, Kedai Patepung mempekerjakan empat karyawan untuk operasional harian dan tengah berada dalam tahap menuju Break Even Point (BEP). Selain tempat nongkrong dan nobar, kedai ini juga sering menjadi lokasi workshop berbagai komunitas.
Yang pasti dengan konsep kopitiam santai, harga ramah di kantong, serta atmosfer kebersamaan yang kental, Kedai Patepung Bandung layak menjadi destinasi nongkrong baru bagi anak muda dan komunitas di kawasan Kiaracondong dan sekitarnya.
Di Kedai Patepung menyediakan menu makanan : Nasi Barendo Chili Oil, Mie Bangladesh, juga aneka Dimsum serta Ketan Susu dan Roti Canai. Sedangkan untuk minuman: Kopi Susu, Teh Tarik, Kopi Sanger dan Susu Murni. "Dijamin pasti enak dan tentu saja dengan harga terjangkau," pungkas Qufa. (***)