Jumat, 14 Agustus 2026

Tiga Perusahaan yang Menopang Industri Chip Dunia: Mengapa Ekonomi Global Begitu Rentan? Alwi Sahlan


kompassantri-Bayangkan kalau suatu hari produksi chip canggih dunia tiba-tiba terganggu. Smartphone, laptop, mobil, server AI, data center, hingga berbagai sistem pertahanan modern bisa ikut terdampak.

Inilah yang membuat industri semikonduktor menjadi salah satu sektor paling strategis di dunia. Menariknya, rantai pasok chip global sangat terkonsentrasi pada sejumlah perusahaan dan negara.

Tiga nama yang paling sering menjadi sorotan adalah Nvidia, TSMC, dan ASML.

Nvidia: Sang Perancang Chip AI

Nvidia dikenal sebagai salah satu perusahaan paling penting dalam revolusi kecerdasan buatan. Namun, Nvidia sebenarnya bukan perusahaan manufaktur chip.

Bisnis utamanya adalah merancang chip, terutama GPU yang digunakan untuk AI dan komputasi berperforma tinggi. Produksi fisik chip tersebut dilakukan oleh perusahaan manufaktur semikonduktor seperti TSMC.

Dan Nvidia bukan satu-satunya perusahaan yang mampu merancang chip canggih. Apple, Google, AMD, dan sejumlah perusahaan lainnya juga memiliki kemampuan desain semikonduktor tingkat tinggi.

Namun, dominasi Nvidia di pasar akselerator AI membuat posisi perusahaan ini sangat strategis.

TSMC: Pabrik di Balik Banyak Chip Canggih

Di sinilah TSMC menjadi sangat penting.

TSMC merupakan perusahaan manufaktur semikonduktor asal Taiwan yang memproduksi chip untuk berbagai perusahaan teknologi. Model bisnisnya memungkinkan perusahaan seperti Nvidia merancang chip tanpa harus memiliki pabrik manufaktur sendiri.

TSMC juga menjadi pemain dominan dalam manufaktur semikonduktor dengan teknologi proses paling maju.

Karena itu, gangguan besar terhadap produksi TSMC berpotensi memberikan dampak luas ke industri teknologi global.

Namun, mengatakan bahwa seluruh perusahaan teknologi akan langsung "hancur" jika TSMC berhenti berproduksi merupakan penyederhanaan. Perusahaan-perusahaan tersebut masih memiliki alternatif manufaktur, tetapi kapasitas dan teknologi alternatifnya tidak mudah menggantikan TSMC dalam waktu singkat.

ASML: Mesin yang Membuat Chip Canggih Menjadi Mungkin

Masih ada satu lapisan penting lainnya.

Untuk membuat chip paling canggih, produsen semikonduktor membutuhkan mesin litografi dengan teknologi yang sangat kompleks.

Di sinilah ASML, perusahaan asal Belanda, memainkan peranan luar biasa penting.

ASML merupakan satu-satunya perusahaan yang memproduksi mesin EUV lithography untuk produksi chip paling maju. Mesin tersebut memungkinkan pola sirkuit berukuran sangat kecil dibuat pada wafer silikon.

Artinya, rantai industrinya kira-kira seperti ini:

Nvidia merancang chip → TSMC memproduksi chip → ASML memasok mesin litografi yang dibutuhkan untuk proses manufaktur maju.

Inilah salah satu alasan mengapa industri semikonduktor sering dianggap memiliki titik-titik ketergantungan yang sangat tinggi.

Lalu Di Mana Posisi China?

Masalahnya menjadi jauh lebih rumit ketika faktor geopolitik masuk ke dalam permainan.

China memiliki peranan besar dalam berbagai bagian rantai pasok semikonduktor dan industri material. Di sisi lain, Taiwan merupakan rumah bagi TSMC dan menjadi pusat manufaktur chip terdepan dunia.

Ketegangan China-Taiwan pun menjadi salah satu risiko terbesar bagi industri semikonduktor global.

Tahun 2027 sering muncul dalam pembahasan geopolitik mengenai Taiwan. Namun, penting untuk membedakan antara target kesiapan militer dan kepastian bahwa invasi akan terjadi pada tahun tersebut.

Tidak ada kepastian bahwa China akan menginvasi Taiwan pada 2027.

Jika konflik benar-benar terjadi, dampaknya terhadap industri chip global bisa sangat besar. Bukan hanya Taiwan dan China yang terdampak, tetapi juga perusahaan teknologi di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan berbagai negara lainnya.

Amerika Mulai Mengurangi Ketergantungan pada Taiwan

Risiko tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Amerika Serikat mendorong pembangunan kapasitas produksi chip di dalam negeri.

TSMC sendiri membangun fasilitas manufaktur di Arizona sebagai bagian dari upaya memperluas produksi di luar Taiwan.

Tujuannya bukan sekadar memproduksi chip di Amerika, tetapi juga mengurangi risiko ketergantungan yang terlalu besar pada satu wilayah geografis.

Namun, membangun pabrik chip canggih bukan perkara sederhana. Dibutuhkan investasi sangat besar, tenaga kerja khusus, teknologi, peralatan, dan rantai pasok pendukung.

Apakah China Bisa Menggunakan Bahan Baku sebagai Senjata?

Pertanyaan berikutnya adalah bahan baku.

China memiliki posisi yang sangat kuat dalam berbagai rantai pasok mineral dan material industri. Karena itu, apabila ketegangan geopolitik meningkat, pembatasan ekspor material tertentu dapat menjadi salah satu instrumen ekonomi yang digunakan suatu negara.

Tetapi klaim bahwa 80% seluruh silikon dunia berasal dari China perlu diperjelas. China memang merupakan pemain yang sangat besar dalam produksi dan pemrosesan berbagai material berbasis silikon, tetapi angka tersebut tidak berarti 80% seluruh silikon yang digunakan industri chip dunia berasal dari China.

Industri semikonduktor juga memiliki rantai pasok yang jauh lebih kompleks daripada sekadar satu bahan baku.

Lalu Bagaimana dengan Warren Buffett?

Di tengah euforia AI dan kenaikan saham perusahaan teknologi, posisi kas Berkshire Hathaway yang sangat besar sering menjadi bahan spekulasi.

Sebagian investor melihat tingginya kas sebagai sinyal bahwa Warren Buffett sedang berhati-hati terhadap valuasi pasar.

Namun, menghubungkan secara langsung kas Berkshire dengan prediksi bahwa "AI bubble sebentar lagi pecah" terlalu jauh.

Ada banyak alasan perusahaan menyimpan kas dalam jumlah besar. Buffett sendiri tidak selalu menggunakan kas hanya untuk memprediksi jatuhnya pasar.

Jadi, cash besar bukan bukti bahwa Buffett mengetahui sesuatu yang akan terjadi.

Apakah AI Bubble Akan Pecah?

Inilah pertanyaan yang paling menarik.

Industri AI memang mengalami pertumbuhan luar biasa. Investasi perusahaan teknologi terhadap GPU, data center, energi, jaringan, dan infrastruktur AI meningkat sangat besar.

Di sisi lain, valuasi beberapa perusahaan yang berkaitan dengan AI juga menjadi sangat tinggi.

Tetapi tingginya valuasi tidak otomatis berarti bubble akan pecah dalam waktu dekat.

Yang lebih menarik justru adalah risiko struktural di balik pertumbuhan tersebut.

Dunia sedang membangun ekonomi digital yang semakin bergantung pada beberapa perusahaan dengan teknologi yang sangat sulit digantikan.

Nvidia merancang chip. TSMC memproduksinya. ASML menyediakan teknologi litografi yang sangat penting untuk produksi chip paling maju.

Ketiganya bukan satu-satunya perusahaan dalam ekosistem semikonduktor, tetapi posisi mereka menunjukkan betapa terkonsentrasinya rantai pasok teknologi modern.

Jika salah satu titik penting tersebut mengalami gangguan besar, dampaknya tidak hanya terasa di industri teknologi.

Efeknya bisa menjalar ke otomotif, cloud computing, AI, komunikasi, manufaktur, pasar saham, bahkan sektor pertahanan.

Dan mungkin justru di situlah risiko terbesar ekonomi digital modern:

bukan karena kita kekurangan teknologi, tetapi karena terlalu banyak teknologi penting bergantung pada rantai pasok yang sangat terkonsentrasi.

Apakah kondisi tersebut akhirnya akan memicu pecahnya bubble AI?

Belum tentu.

Namun satu hal jelas: semakin besar ketergantungan dunia terhadap chip, semakin besar pula dampak yang bisa ditimbulkan oleh satu gangguan besar dalam rantai pasoknya. 

Kurator: awikid kompassantri-online 

Terima Nota Keuangan dari Prabowo, Puan Ingatkan Keberhasilan APBN Dilihat dari Pemenuhan Harapan dan Kebutuhan Rakyat

Kompassantri, Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang I Tahun 2026-2027 sebagai tanda dimulainya tahun ketiga masa bakti DPR RI periode 2024-2029. Dalam rapat paripurna ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 Beserta Nota Keuangannya.

Penyampaian RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya disampaikan Prabowo kepada Puan sebagai Ketua DPR dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang I Tahun 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026) sore. Rapat paripurna ini digelar usai Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD tahun 2026.

Terkait pemberian Nota Keuangan oleh Pemerintah, Puan mengatakan bahwa keberhasilan kinerja APBN diukur dari seberapa besar pemenuhannya terhadap harapan rakyat dan banyaknya kehidupan rakyat yang dapat diubah menjadi lebih baik.
 
"APBN adalah pilihan politik, tentang ke mana sumber daya negara diarahkan, siapa yang diprioritaskan, dan manfaat apa yang harus dirasakan oleh rakyat," kata Puan dalam pidato pembukaan masa sidang DPR. 

Puan menyampaikan, pada tahun 2000 APBN berada pada besaran Rp 197 trilliun. Sedangkan pada tahun 2010, APBN mencapai angka sebesar Rp 1.126 triliun. 

"Dalam 10 tahun tersebut, Belanja Negara naik hampir 6 kali lipat," lanjutnya.

Sementara pada tahun 2026, APBN sudah berada di kisaran Rp 3.842 triliun. Angka ini naik hampir 20 kali lipat dibanding tahun 2000. 
 
"APBN Tahun 2027, yang sebentar lagi akan disampaikan oleh Bapak Presiden, bisa jadi APBN kita sudah mendekati besaran belanja Rp 4.000-an triliun," sebut Puan. 

Puan lantas menyinggung pemanfaatan APBN untuk sepenuhnya kesejahteraan rakyat, serta memenuhi harapan agar dapat hidup lebih baik. 
 
"Mungkin tidak ada satupun di antara kita yang pernah melihat banyaknya uang sebesar hampir Rp 4.000 triliun. Angka itu begitu besarnya bahkan sangat besar,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu.

“Tetapi bagi seorang petani yang sedang menunggu panennya menghasilkan, seorang anak yang ingin sekolah setinggi-tingginya, rakyat tidak mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan, seorang pencari kerja untuk menghidupi keluarganya, atau urusan rakyat lainnya, angka sebesar apa pun terasa tidak bermakna apabila belum dapat menjawab harapan dan urusan rakyat," imbuh Puan. 
 
Oleh karena itu, Puan menegaskan APBN tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dapat dibelanjakan. 

“APBN harus dinilai dari kinerjanya dalam memenuhi harapan rakyat dan banyaknya kehidupan rakyat yang dapat diubah menjadi lebih baik," tegasnya.
 
Adapun tema kebijakan fiskal Tahun 2027 adalah ‘Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat’. Menurut Puan, tema ini harus dimaknai sebagai komitmen untuk mempertemukan pertumbuhan dengan pemerataan, dan kemajuan ekonomi dengan keadilan sosial.  
 
Lebih lanjut, Puan mengingatkan bahwa Program Kerja Prioritas Nasional Tahun 2027, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur dan perumahan, ekonomi kerakyatan dan desa, hingga penurunan kemiskinan harus dilaksanakan sebagai satu kesatuan politik pembangunan nasional.  
 
"Pembangunan nasional adalah cara negara menjaga persatuan dengan memastikan bahwa setiap rakyat, di mana pun berada, memiliki hak yang sama atas pelayanan publik, kesempatan ekonomi, dan kemajuan," ungkap Puan.  
 
"Tidak boleh ada rakyat yang merasa jauh dari negara, karena tinggal di pulau kecil, daerah tertinggal, wilayah perbatasan, pegunungan, maupun kawasan terpencil," sambung cucu Bung Karno tersebut.
 
Puan juga mengingatkan agar pembahasan dan penyusunan APBN Tahun Anggaran 2027 harus memperhatikan beberapa hal. Pertama, pendapatan negara harus dihimpun secara adil, tanpa melemahkan daya beli masyarakat dan keberlangsungan dunia usaha. 

"Negara harus menghimpun pendapatan negara secara optimal, tetapi juga harus adil dalam membagi beban," pesan Puan. 

Kedua, kata Puan, belanja negara harus semakin berkualitas, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil. Lalu yang ketiga agar defisit dan utang dikelola secara hati-hati, terukur, dan bertanggung jawab.

"Setiap pembiayaan harus dilihat dari manfaat, risiko, dan bebannya bagi generasi mendatang. "Kebijakan hari ini tidak boleh meninggalkan beban yang tidak adil bagi generasi yang akan datang," urainya. 
 
Pesan keempat Puan adalah agar transfer ke daerah benar-benar memperkuat pelayanan publik, ekonomi lokal, dan pemerataan pembangunan. 

“APBN bukan sekedar angka dan program. Bagi rakyat, yang diingat bukan besarnya angka dalam APBN, melainkan seberapa besar APBN mampu mengubah hidup rakyat menjadi lebih baik," tukas Puan. 
 
Puan pun menyebut bahwa ukuran keberhasilan Pemerintah dan DPR dalam menyusun APBN adalah sejauh mana kebijakan, program dan anggaran mampu membuka jalan bagi rakyat untuk hidup lebih baik.

"Maka marilah kita wujudkan APBN Tahun Anggaran 2027 sebagai instrumen politik pembangunan yang menghadirkan negara dalam kehidupan rakyat, memperkuat keberpihakan negara pada rakyat, dan meningkatkan manfaat pembangunan bagi semua," serunya. 
 
"Jangan biarkan rakyat menunggu.
Kita DPR RI, Pemerintah, lembaga-lembaga Negara, TNI, Polri, yang telah ditugaskan oleh rakyat haruslah bergotong royong, bekerja cepat, tepat dan berdaya guna untuk rakyat," tambah Puan.

Setelah Rapat Paripurna Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2026–2027 sore ini, DPR akan resmi bersidang kembali.

Kamis, 13 Agustus 2026

Di Sidang Tahunan dan Sidang Bersama 2026, Puan Tampak Anggun Kenakan Kebaya Brokat Hijau Olive

Kompassantri, Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri agenda Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026. Puan pun tampak anggun mengenakan kebaya brokat berwarna hijau olive.

Adapun Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2026).

Dalam acara tersebut, Puan memilih memakai kebaya brokat yang terinspirasi dari kebaya Sunda berwarna hijau olive dengan detail ribbon applique. Kebaya Puan dipadukan dengan selendang hijau tua, dan kain bernuansa senada.

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wapres Gibran Rakabuming Raka, beserta jajaran Kabinet Merah Putih dan tamu kenegaraan.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan Presiden dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026.

Sebelum acara dimulai, Puan berfoto bersama dengan Presiden Prabowo, Wapres Gibran, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Sari Yuliati.

Kemudian ada pula Ketua DPD RI DPD Sultan B Najamudin beserta para wakilnya, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, Bambang Wuryanto, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) Rusdi Kirana, di lobi Gedung Nusantara.

Sidang Tahunan dan Sidang Bersama pun dihadiri oleh presiden dan wakil presiden terdahulu, serta kepala badan/lembaga, dan ketua umum partai politik. 

Tampak dalam acara di antaranya Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wapres ke-11 RI Boediono, serta Wapres ke-13 RI Ma'ruf Amin.

Kemudian, para ketua Umum partai politik yang hadir seperti Ketum NasDem Surya Paloh, Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia.

Usai Sidang Tahunan dan Sidang Bersama, agenda DPR akan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 yang diselenggarakan pada pukul 14.30 WIB. Puan akan memimpin jalannya sidang.

Di rapat paripurna tersebut, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato kenegaraan terkait nota keuangan serta Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Puan juga akan memberikan pidato pembukaan masa sidang DPR.

“Tentu saja kita berharap pada penyampaian RAPBN tahun anggaran 2027, kita akan mendengar bagaimana Pemerintah menyampaikan program-program prioritasnya yang tentu saja nanti akan bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara,” kata Puan, Rabu (12/8).

Semarakkan HUT RI, Kemenpar Dorong Pergerakan Wisnus lewat BBWI Travel Fair di Cibubur

Kompassantri-online, Jakarta, 11 Agustus 2026* — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Travel Fair bertajuk “Merdeka Berwisata #DiIndonesiaAja” untuk mendorong pergerakan wisatawan nusantara sekaligus mengoptimalkan perputaran ekonomi domestik melalui aktivitas wisata dan konsumsi produk dalam negeri.

BBWI Travel Fair yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Main Atrium Living World Kota Wisata, Cibubur, Jawa Barat, merupakan hasil kolaborasi Kemenpar bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) serta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/2026), mengatakan penyelenggaraan BBWI Travel Fair kali ketiga ini diarahkan untuk mengaktivasi pasar pada periode _low season_ yang umumnya berlangsung pada Agustus hingga November, sekaligus mengoptimalkan potensi perjalanan akhir pekan (_weekend getaway_).

“Momentum bulan kemerdekaan adalah saat yang tepat untuk membangkitkan nasionalisme ekonomi melalui tindakan nyata, yakni berwisata di Indonesia dan berbelanja produk lokal. Melalui kolaborasi erat bersama HIPPINDO dan APPBI, kami hadir langsung di kawasan suburban strategis seperti Cibubur yang memiliki basis masyarakat kelas menengah-atas yang kuat,” kata Made.

Ia mengatakan langkah tersebut diharapkan turut mendorong pencapaian target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2026.

Pameran pariwisata berskala _business-to-consumer_ (B2C) ini mengintegrasikan dua kampanye nasional, yakni Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) dan Belanja di Indonesia Aja (BINA).

Penyelenggaraannya juga beriringan dengan Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026, program belanja nasional yang berlangsung serentak di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia pada 7–23 Agustus 2026.

Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara aktivitas pariwisata, perdagangan, transportasi, akomodasi, kuliner, ekonomi kreatif, dan UMKM sehingga pergerakan wisatawan nusantara menghasilkan dampak ekonomi yang semakin luas di berbagai daerah.

BBWI Travel Fair kali ini menghadirkan 15 pelaku usaha pariwisata (_seller_) yang menawarkan beragam produk dan paket perjalanan, yakni Alodia Tour & Leisure, Artotel Group, Atourin, Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Dairy Land, Desa Wisata Selamanik, Exotic Group Nusantara, Explorer.id (White Horse), Jakarta Phinisi, Kereta Api Indonesia (KAI Group), Sarga Earthing Resort, Sejiva, Selaras Jiwo Journey, Wisata Kreatif Jakarta, dan Wisata Sekolah.

Berbagai produk wisata yang ditawarkan mencakup paket wisata edukasi anak, _wellness_ dan _inner journey_, wisata gastronomi dan budaya, _sailing cruise_ di perairan Jakarta, paket wisata Karisma Event Nusantara (KEN), hingga akomodasi di berbagai destinasi di Nusantara.

“Dalam pameran ini, kami secara khusus menghadirkan dan mempromosikan Karisma Event Nusantara sebagai salah satu program _flagship_ Kementerian Pariwisata,” kata Made.

Made menjelaskan, berbagai _event_ yang terangkum dalam KEN tidak hanya menjadi daya tarik yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah, tetapi juga berperan menggerakkan ekonomi lokal.

Dampak tersebut antara lain tercipta melalui keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, pembukaan kesempatan kerja, peningkatan aktivitas usaha masyarakat, serta penguatan pelestarian dan identitas budaya bangsa.

Dengan demikian, perjalanan wisatawan nusantara diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat antardaerah, tetapi juga menciptakan rantai manfaat ekonomi yang lebih panjang bagi masyarakat di destinasi.

Selain pameran produk dan paket perjalanan wisata, BBWI Travel Fair menghadirkan beragam aktivitas bagi pengunjung pusat perbelanjaan dan keluarga, di antaranya _playground_ permainan tradisional, lomba kemerdekaan interaktif, _face painting_ bertema Nusantara, serta panggung seni dan hiburan.

Menurut Made, kolaborasi antara promosi perjalanan wisata, aktivitas perdagangan, serta dukungan konektivitas transportasi publik menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat semakin mudah menjelajahi destinasi di dalam negeri.

“Melalui integrasi program promosi wisata BBWI, momentum Indonesia Shopping Festival 2026, serta kemudahan aksesibilitas transportasi publik di koridor Cibubur, Kementerian Pariwisata optimistis pameran ini dapat menstimulasi pergerakan ekonomi sekaligus menginspirasi masyarakat merayakan kemerdekaan dengan berwisata #DiIndonesiaAja,” kata Made.

Sepanjang 2026, rangkaian BBWI Travel Fair telah dilaksanakan sebanyak tiga kali. Edisi pertama bertajuk “Meraya Bersama” berlangsung di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, pada 13–15 Februari 2026.

Edisi kedua bertajuk “Cerita Liburan Sekolah” digelar di Tunjungan Plaza 6, Surabaya, pada 15–17 Mei 2026. Sementara edisi ketiga, “Merdeka Berwisata #DiIndonesiaAja”, berlangsung di Living World Kota Wisata, Cibubur, pada 7–9 Agustus 2026.