Jumat, 10 Juli 2026

Jaga Telinga dan Lisan: Pelajaran dari Sebuah Maqolah


Di tengah bisingnya dunia digital, kita sering lupa menjaga 2 pintu utama hati: *telinga dan lisan*. 

Sebuah *maqolah* atau ucapan hikmah yang akhir-akhir ini viral mengingatkan kita dengan sangat tegas:

*أَغلِق أُذنَك عَن القِيل والقَال، وَأغلِق لِسانَك عَن الخَوض فِي أَعرَاض النَّاس*  
_"Tutuplah telingamu dari gosip dan omongan orang. Dan tutuplah lisanmu dari membicarakan aib orang lain."_

Gambar ilustrasinya pun kuat: telinga ditutup tembok bata, mulut digembok dan di-resleting. Pesan sederhana, tapi dalilnya dalam.

*1. Apa itu Maqolah?*

Sebelum kita bahas isi, penting diluruskan dulu. 
*Maqolah* = ucapan hikmah/nasihat dari para ulama, orang bijak, atau cendekiawan muslim. 

Maqolah di atas *bukan ayat Al-Qur'an dan bukan lafadz Hadis Nabi ﷺ*. 
Tapi ia adalah rangkuman indah dari banyak dalil Al-Qur'an dan Hadis tentang adab menjaga diri. Fungsinya sama seperti poster dakwah: memudahkan kita mengingat dan mengamalkan.

*2. Dalil Al-Qur'an: Fondasi Larangan Ghibah & Gosip*

Allah ﷻ sudah menurunkan 2 ayat kunci yang jadi dasar maqolah ini:

*Pertama, tentang Ghibah dan Prasangka*
> *يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا*
> _"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya..."_ 
> *QS. Al-Hujurat: 12*

Ini jawaban untuk kalimat kedua maqolah: _"tutup lisan dari membicarakan aib orang"_. Allah samakan ghibah dengan memakan bangkai saudara sendiri.

*Kedua, tentang Tabayyun / Menyaring Berita*
> *يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا*
> _"Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya..."_ 
> *QS. Al-Hujurat: 6*

Ini jawaban untuk kalimat pertama maqolah: _"tutup telinga dari qiil wa qaal"_. `Al-Qiil wal Qaal` artinya desas-desus/gosip. Allah perintahkan kita jangan langsung percaya dan menyebar.

*3. Dalil Hadis: Beratnya Hisab Lisan*

Rasulullah ﷺ berkali-kali mengingatkan bahaya lisan:

*Perintah untuk Diam jika tidak Baik*
> *مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ*
> _"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam."_ 
> *HR. Bukhari No. 6018, Muslim No. 47*

Ini "gembok" untuk lisan kita.

*Definisi Ghibah*
Ketika para sahabat bertanya apa itu ghibah, Nabi ﷺ menjawab:
> *ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ*
> _"Engkau menyebut-nyebut saudaramu dengan sesuatu yang dia benci."_ 
> *HR. Muslim No. 2589*

Bahkan jika itu benar, tetap dosa. Jika bohong, itu fitnah.

*Peringatan Paling Keras*
> *وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ*
> _"Bukankah tidak ada yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka di atas wajah mereka kecuali hasil dari ucapan lisan mereka?"_ 
> *HR. Tirmidzi No. 2616*

*4. Hikmah Mengapa Harus "Ditutup"?*

Maqolah ini pakai kata "tutup" karena ada 3 alasan besar:

1. *Menjaga Hati*: Apa yang masuk ke telinga akan jadi makanan hati. Gosip membuat hati kotor, dengki, dan su'uzhan.
2. *Menjaga Persaudaraan*: Ghibah adalah api yang membakar ukhuwah. Hari ini kita ngomongin orang, besok giliran kita.
3. *Menjaga Waktu & Pahala*: Umur kita terbatas. Sibuk mengurusi aib orang = buang waktu dan transfer pahala ke dia.

*Penutup: Jihad Paling Dekat*

Mengamalkan maqolah ini adalah jihad. 
Caranya praktis: 
Saat ada grup WA mulai gosip, kita _leave_ atau ganti topik. 
Saat ada berita viral tanpa bukti, kita tahan jari untuk tidak _share_. 
Ingat, ada 2 malaikat yang tidak pernah libur mencatat: Raqib dan Atid.

Semoga Allah menjaga kita. 

*اللهم احفظ ألسنتنا من الغيبة والنميمة*  
_"Ya Allah, jagalah lisan kami dari ghibah dan adu domba"_


Senin, 06 Juli 2026

DIANTARA CARA BERTERIMA KASIH KEPADA KEDUA ORANGTUA

بسم الله الرحمن الرحيم
Allah Ta'ala berfirman,

أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

"Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.." (Qs. Luqman: 14)

Sufyan Ats Tsauri rohimahullah berkata,

مَنْ صَلَّى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ فَقَدْ شَكَرَ اللَّهَ وَمَنْ دَعَا لِلْوَالِدَيْنِ فِيْ أَدْبَارِ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ فَقَدْ شَكَرَ الْوَالِدَيْنِ

"Barangsiapa yang mendirikan sholat lima waktu, maka sesungguhnya ia telah bersyukur kepada Allah Ta'ala.

Dan barangsiapa yang mendo'akan kedua orangtuanya di setiap akhir sholat, maka sesungguhnya ia telah bersyukur/berterima kasih kepada keduanya.." 

(Tafsir Al-Qurtubi - 14/65, al-Baghawi 3/509)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ

“Tidaklah bersyukur kepada Allah, orang yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia.” (HR. Abu Dawud no. 2970,4811, Tirmidzi, no. 1954, Ahmad no. 7926).

https://bbg-alilmu.com/archives/74529

🔸 Silahkan gabung di group WhatsApp MENGAJI QUR'ANSUNNAH8
https://chat.whatsapp.com/CXq00a9EJGb7bGzffaxDr7

Sabtu, 04 Juli 2026

Pergunu Bogor Utara Perkuat Ekosistem Pendidikan, Hadirkan Guru Penggerak Hati untuk Mencetak Generasi Berkarakter

Bogor – Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kabupaten Bogor zona Bogor Utara menggelar Sarasehan Pendidikan dengan menghadirkan para pendidik, pengurus NU, serta praktisi pendidikan dari delapan kecamatan di wilayah Bogor Utara. Kegiatan berlangsung di Aula Sekolah Darunnisa, Desa Pengasinan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/7/2026), pukul 08.00–12.00 WIB.

Sarasehan mengangkat semangat peningkatan kualitas guru dan pendidikan melalui dua materi utama, yakni "Menjadi Guru Penggerak Hati" yang disampaikan Ketua STKIP Sinar Cendekia H. Ade Nurhayat, serta "Setiap Anak Istimewa, Seni Menemukan Potensi di Balik Keunikan" yang disampaikan psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada, Hj. Rika Hardani.

Kegiatan dihadiri Ketua PC Pergunu Kabupaten Bogor Hj. Lilis Fauziah Balqis, Bendahara PC Pergunu Hj. Ely Nurlaeli, Wakil Sekretaris PC Pergunu Ustadz Abdul Hakim Hasan, tokoh Nahdlatul Ulama Bogor Utara Kiai Ahmad Sya'roni, Ketua Yayasan Ibrahim dan Maryamah H. Rahmat Rasyidin, Ustadzah Desiana, serta para Ketua PAC Pergunu se-Bogor Utara.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pergunu. Selain sesi ilmiah, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, air mineral khusus bagi peserta, serta membagikan paket sembako kepada 30 peserta pertama yang hadir sebagai bentuk apresiasi.

Ketua Panitia, Ahmad Fahmi, yang juga Wakil Ketua PC Pergunu Kabupaten Bogor sekaligus Koordinator Wilayah Bogor Utara, mengajak para guru untuk terus menyadari kemuliaan profesi pendidik.

"Guru bukan sekadar profesi, tetapi amanah yang sangat mulia. Fitrah seorang guru adalah mendidik, membimbing, dan mengantarkan manusia menuju kebaikan. Dalam banyak hal, tugas guru memiliki kemuliaan sebagaimana tugas para nabi, yaitu menyampaikan ilmu dan membimbing umat. Karena itu, setiap langkah, setiap ilmu yang diajarkan, insyaallah menjadi pahala jariyah yang terus mengalir selama ilmu tersebut diamalkan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC Pergunu Kabupaten Bogor, Hj. Lilis Fauziah Balqis, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sarasehan yang mempertemukan para pengurus dan praktisi pendidikan dari berbagai wilayah di Bogor Utara.

Menurutnya, keberagaman latar belakang dan keahlian peserta merupakan modal besar dalam membangun pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.

"Alhamdulillah, sarasehan ini menjadi ruang silaturahim sekaligus ruang bertukar gagasan bagi para pendidik Nahdlatul Ulama di wilayah Bogor Utara. Saya melihat potensi yang luar biasa dari para guru dan praktisi pendidikan yang hadir hari ini. Masing-masing memiliki kompetensi dan pengalaman yang saling melengkapi. Insyaallah, jika terus disinergikan, potensi ini akan menjadi keberkahan dan membawa kemajuan bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Bogor," tutur Hj. Lilis.

Dalam sesi pertama, H. Ade Nurhayat mengajak para peserta untuk memaknai kembali hakikat seorang guru sebagai penggerak hati, bukan hanya penyampai materi pelajaran. Menurutnya, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh keteladanan, keikhlasan, dan kemampuan guru membangun hubungan emosional dengan peserta didik.

Adapun pada sesi kedua, Hj. Rika Hardani menekankan pentingnya guru memahami bahwa setiap anak memiliki karakter, kecerdasan, dan potensi yang berbeda. Guru dituntut mampu menemukan kelebihan setiap peserta didik, bukan hanya berfokus pada kelemahannya.

Melalui pendekatan psikologi pendidikan, ia mengajak para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan menghargai keunikan setiap anak sehingga mereka dapat tumbuh sesuai dengan potensi terbaiknya.

Sarasehan Pendidikan Pergunu Bogor Utara diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas guru Nahdlatul Ulama sekaligus membangun jejaring kolaborasi antarpendidik di delapan kecamatan wilayah Bogor Utara. Semangat belajar sepanjang hayat, memperkuat kompetensi, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan menjadi pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Kontributor: Abdul Hakim

Kamis, 02 Juli 2026

Korupsi itu Lawan Digitalisasi, Kenapa Nadiem Makarim Harus disingkirkan?

Korupsi itu anti transparansi, kasus Nadiem adalah pertarungan antara kelompok reformis VS kelompok konservatif yang cenderung korup. 

 Siapapun menterinya, Pendidikan kits memang sudah dirancang untuk gagal. 
Untuk memahami akar masalah, narasi, dan data di balik polemik ini, tonton selengkapnya dalam video di bawah ini 👇 

Source:
https://youtube.com/shorts/2SuIxgg7DGU?si=2JNnoxGgH1WQ-mZl