Kamis, 02 April 2026

Dubes Iran Bertemu Jokowi di Solo, Bahas Perang dan Hubungan Bilateral?!

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, melakukan kunjungan mendadak ke Solo, Jawa Tengah, dan bertemu dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), pada Rabu (1/4/2026). Pertemuan ini membahas situasi perang Iran dan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Iran.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan rasa simpati kepada rakyat Iran dan dukungan terhadap keteguhan Iran dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayahnya. Boroujerdi juga menyampaikan laporan komprehensif mengenai kondisi lapangan terkini, termasuk serangan terhadap kawasan sipil, infrastruktur vital, dan fasilitas ekonomi di Iran.

*Kunci Pertemuan:*

- *Dukungan Indonesia*: Jokowi menyampaikan dukungan terhadap Iran dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayahnya.
- *Kerja Sama Bilateral*: Kedua pihak menegaskan pentingnya melanjutkan dialog, memperkuat kerja sama bilateral, dan memperluas hubungan antar masyarakat kedua negara.
- *Perdamaian dan Stabilitas*: Jokowi berharap perdamaian, stabilitas, dan ketenangan segera kembali ke kawasan Timur Tengah.

Pertemuan ini menunjukkan komitmen Indonesia dan Iran dalam memperkuat hubungan bilateral dan menjaga stabilitas di kawasan. ¹

Tradisi Meyembah Patung Tuan Ma di Larantuka, Flores Timur: Sebuah Warisan Budaya yang Sakral


Kompassantri-online, Larantuka, Kompassantri-Larantuka, Flores Timur, dikenal sebagai kota yang sangat kuat menjalani tradisi tua kekatolikan dengan devosi Katolik kepada Bunda Maria sebagai pusat iman. Salah satu tradisi yang paling sakral adalah nyembah Tuan Ma, yaitu patung Bunda Maria yang diyakini dapat menyembuhkan penyakit dan mengusir setan.

Tradisi ini dimulai sejak penemuan Patung Tuan Ma di Pantai Larantuka pada tahun 1510, yang diperkirakan terdampar di pantai akibat karamnya kapal milik Portugis. Patung tersebut kemudian disimpan di rumah pemujaan korke dan menjadi objek penghormatan bagi masyarakat setempat.

Setiap tahun, umat Katolik di Larantuka mengadakan prosesi Semana Santa, yang dimulai dari Minggu Palma hingga Minggu Paskah. Pada hari Jumat Agung, patung Tuan Ma diarak keliling kota, diikuti oleh ribuan umat yang berdoa dan bernyanyi.

Tradisi nyembah Tuan Ma ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sebagai simbol kekuatan iman dan kesetiaan masyarakat Larantuka kepada Bunda Maria Foto : Emilia Riberu.

Rabu, 01 April 2026

Menpar Tegaskan Komitmen Jaga Transparansi dan Perkuat Sinergi dengan Komisi VII DPR RI

Kompassantri, Jakarta, 1 April 2026* – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmen Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam menjaga transparansi serta memperkuat sinergi dengan Komisi VII DPR RI.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga transparansi dan memperkuat sinergi ke depan,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI terkait tindak lanjut rencana kerja Kementerian Pariwisata tahun 2026 di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Dalam rapat tersebut, Menteri Pariwisata memaparkan berbagai capaian dan langkah strategis, mulai dari realisasi program unggulan, kontribusi dan manfaat program kerja, hingga dampak dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah terhadap sektor pariwisata Indonesia. Pemerintah juga telah menyiapkan penyesuaian strategi untuk memastikan sektor pariwisata tetap adaptif dan tangguh menghadapi tantangan global.

“Sebagai langkah mitigasi, kami telah menyiapkan penyesuaian strategi dengan fokus pada pergeseran target pasar. Implementasinya akan dilakukan secara bertahap, seiring perkembangan situasi geopolitik. Kami berharap kondisi global segera membaik,” kata Menteri Pariwisata.

Menanggapi paparan tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh P. Daulay menyampaikan pihaknya memahami laporan realisasi anggaran serta dampak global terhadap pariwisata nasional. Namun demikian, Komisi VII DPR RI meminta Kementerian Pariwisata untuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang telah disampaikan.

Rekomendasi tersebut antara lain mencakup peninjauan kembali struktur anggaran pada setiap unit kerja eselon I agar lebih proporsional, berimbang, dan tepat sasaran. Selain itu, Kementerian Pariwisata diminta menghitung secara cermat penyesuaian program mitigasi agar tidak menghambat pencapaian tujuan strategis sektor pariwisata nasional.

Komisi VII DPR RI juga mendorong optimalisasi pasar wisatawan Asia Tenggara sebagai prioritas, serta penguatan penataan kawasan Labuan Bajo melalui standardisasi dan sertifikasi usaha. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin aspek konservasi, keselamatan, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.

Dukungan terhadap penguatan sektor MICE internasional juga menjadi perhatian, termasuk melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga terkait kebijakan visa C10 dan C11. Selain itu, Komisi VII DPR RI menekankan pentingnya penguatan kebijakan bebas visa, optimalisasi peran polisi pariwisata, penegasan length of stay, serta percepatan implementasi kebijakan bebas sampah plastik di destinasi wisata.

Dalam aspek promosi, DPR mendorong penguatan strategi promosi digital dengan narasi yang menekankan keamanan dan kenyamanan wisatawan sebagai respons terhadap dinamika global.

Kementerian Pariwisata juga diminta mengarahkan program vokasi tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi pada hasil nyata berupa penciptaan lapangan kerja. Di sisi lain, pengembangan pariwisata regeneratif didorong sebagai kebijakan strategis yang menekankan restorasi lingkungan, mitigasi dampak, dan keseimbangan ekonomi masyarakat.

Menteri Pariwisata Widiyanti mengapresiasi berbagai masukan dari Komisi VII DPR RI sebagai bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan dan program ke depan.

“Kami menyadari bahwa pengawasan dan dukungan dari Komisi VII sangat krusial dalam memastikan setiap program berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta pengembangan pariwisata Indonesia,” kata Menteri Pariwisata.

*Biro Komunikasi*
*Kementerian Pariwisata*
Klik, follow, dan subscribe website & medsos kami👇🏻
Website https://kemenpar.go.id/ Instagram @kemenpar.ri 
Twitter/X @KemenPariwisata 
Tiktok @kemenpariwisata
Facebook Kementerian Pariwisata RI Youtube Kementerian Pariwisata

Halal bihalal, Sebuah Tradisi Masyarakat Muslim di Indonesia


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), halal bihalal diartikan hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan yang biasa diadakan oleh sekelompok orang dalam sebuah tempat. Halal bihalal bisa juga diartikan  suatu tradisi berkumpulnya sekelompok orang Islam di Indonesia untuk saling memaafkan satu sama lain yang biasanya dilaksanakan pada bulan Syawwal saat atau setelah hari raya ‘Idul fitri. 
  
Halal bihalal merupakan kegiatan bermaaf-maafan disertai niat merajut tali silaturahmi dalam menghubungkan ikatan kasih sayang, cinta kasih, dan persaudaraan, agar terciptanya hubungan yang harmonis antar sesama. Terlebih melalui adanya tradisi ḥalal biḥalal, seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dapat memanfaatkan tradisi tersebut untuk saling bermaaf-maafan. 

Halal bihalal di Indonesia pertamakali dipelopori oleh K.H. Abdul Wahab Chasbullah, pada tahun 1948 yang saat itu menjadi Rais 'Aam PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), sebagai jalan keluar meredakan ketegangan politik antar tokoh bangsa. Istilah halal Bihalal ini di sarankan kepada presiden Soekarno agar sillaturahmi menjadi momen saling memaafkan. Akhirnya ketika ‘Idul fitri semua tokoh politik di undang oleh presiden Soekarno,  duduk bersama saling memaafkan, yang menandakan sebagai babak baru dalam merajut persatuan bangsa. 

Di dalam acara halal bihalal, bersalam-salaman merupakan aktivitas untuk menyambung dan mempererat tali persaudaraan sekaligus membebaskan semua kesalahan yang berhubungan dengan manusia. Disamping itu, ditinjau dari segi fiqih makna halal bihalal adalah menjadikan sikap yang tadinya haram atau berdosa, menjadi halal sebab saling ridho. Hal tersebut dapat tercapai bila dipenuhi syarat-syarat lainnya, yaitu, taubat, yang dibuktikan dengan menyesali perbuatan buruk yang sudah dilakukannya, untuk tidak diulangi lagi, dan meminta maaf terhadap sesama, atau orang yang disakiti.

Adapun manfaat dari halal bihalal itu sendiri adalah:
1) Menyebarkan rasa kebahagiaan dan menciptakan persatuan

Halal bihalal mengajak setiap orang untuk menyebarkan rasa kebahagiaan di hari idul fitri kepada orang-orang di sekitar, sehingga halal bihalal tidak hanya sekedar saling memaafkan saja, akan tetapi juga untuk menciptakan kondisi persatuan. Sehubungan hal tersebut, halal bihalal tidak hanya sekadar ritual keagamaan semata, namun lebih jauh,  halal bihalal juga merupakan tradisi kemanusiaan dan kebangsaan yang baik yang harus kita jaga.

2) Mempererat tali persaudaraan dan menghapus rasa benci, dendam dan iri hati
Halal bihalal dapat mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim, sebab setiap halal bihalal kita akan bertemu dengan sesama muslim untuk saling memaafkan, saling mendoakan, agar hubungan terhadap sesama tersebut menjadi lebih baik dan lebih erat.

Terdapat hadits Rasulullah Saw, berkenaan anjuran untuk menyambung tali silaturahmi sebagai berikut:
مَنْ كَانَ يُؤْ مِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ 
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka sambunglah tali persaudaraan” (HR Bukhari).

Hadits tersebut menjelaskan kepada kita bahwa ciri keimanan kepada Allah dan hari Akhir adalah  menyambung tali persaudaraan yang dikembangkan dalam kehidupan, agar manusia selalu menjalin hubungan yang harmonis terhadap sesamanya.

Setelah saling memaafkan, dendam, benci, dan iri hati dalam diri, akan sirna dengan sendirinya yang dapat melegakan diri setiap orang. Dikarenakan, memaafkan segala kesalahan orang lain terhadap diri, baik yang disengaja maupun tidak disengaja dapat menghilangkan penyakit hati seperti, benci, dendam, iri dan dengki. Ketika hati sudah terbebas dari sifat yang demikian, maka yang akan hadir di dalam dirinya adalah sebuah ketenangan dan kedamaian batin.

Oleh : Dede Hafityudin, S.Th.I., M.Pd (Ketua Pergunu PAC Kecamatan Gunung putri, Kab. Bogor)