Rabu, 21 Oktober 2026

Martian Hadirkan Kisah Friendzone dalam Music Video “Amin”,Tentang Belajar Mengikhlaskan Perasaan

Kompassantri, Band pop beranggotakan enam orang, Martian, resmi merilis music video untuk single
terbarunya, “Amin”, pada 21 Oktober 2026. Mengangkat kisah cinta yang tak berbalas, “Amin”
menggambarkan situasi ketika seseorang merasa memiliki kedekatan emosional dengan orang
yang disukainya, tetapi ternyata hanya dianggap sebagai teman dekat.
Music video “Amin” membawa penonton mengikuti kisah seorang laki-laki yang menyimpan
perasaan kepada seorang perempuan. Kedekatan yang terjalin membuatnya merasa bahwa
perasaan tersebut mungkin berbalas. Perhatian dan waktu yang mereka habiskan bersama
seolah memberikan harapan bahwa hubungan mereka dapat berkembang menjadi sesuatu
yang lebih dari sekadar pertemanan. PRESS RELEASE © ℗ MUSICA STUDIOS
Namun, kenyataan berkata lain. Bagi sang perempuan, kedekatan tersebut tidak lebih dari
hubungan pertemanan. Ia justru telah memiliki seseorang yang menjadi pujaan hatinya. Situasi
ini menempatkan sang laki-laki dalam posisi yang sulit, ketika ia harus menghadapi kenyataan
bahwa orang yang selama ini diharapkan ternyata tidak pernah melihatnya dengan cara yang
sama.
Kisah tersebut menjadi gambaran tentang friendzone, ketika kedekatan dapat menumbuhkan
harapan yang berbeda bagi dua orang. Di satu sisi, ada perasaan yang terus berkembang dan
keinginan untuk menjadi seseorang yang istimewa. Di sisi lain, ada batas hubungan yang tidak
pernah benar-benar berubah. Melalui “Amin”, Martian mengangkat pengalaman yang dekat
dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang pernah menyimpan perasaan
kepada sahabat atau seseorang yang menganggap mereka hanya sebagai teman.
Menariknya, Martian tidak membalut kisah patah hati ini dengan nuansa musik yang
sepenuhnya muram. Mengusung identitas pop, “Amin” hadir melalui aransemen yang groovy
dan upbeat, menciptakan kontras antara cerita yang menyentuh dengan musik yang tetap
terasa ringan dan menyenangkan. Pendekatan ini menjadi ciri khas Martian dalam
menyampaikan emosi tanpa harus selalu terjebak dalam suasana melankolis.
Melalui judul “Amin”, lagu ini juga membawa makna tentang penerimaan. Ada kalanya perasaan
tidak harus berakhir dengan memiliki seseorang. Ketika harapan tidak berjalan sesuai
keinginan, mengikhlaskan dan mendoakan kebahagiaan orang yang dicintai dapat menjadi cara
untuk berdamai dengan kenyataan.
“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa merelakan seseorang tidak melulu harus diratapi.
Terkadang, mengaminkan kebahagiaan orang yang kita cintai meski ia berlabuh pada orang lain
bisa dirayakan dengan lapang dada dan irama yang menyenangkan,” kata Hafiz, vokalis
Martian.
Melalui music video “Amin”, Martian mengajak pendengar untuk melihat pengalaman cinta tak
berbalas dari sudut pandang yang lebih ringan. Sebab, meski tidak semua perasaan berakhir
sesuai harapan, selalu ada ruang untuk menerima kenyataan, melepaskan ekspektasi, dan
tetap mendoakan kebahagiaan seseorang yang pernah berarti.
Music video “Amin” dari Martian resmi dirilis pada 21 Oktober 2026 dan sudah dapat disaksikan
melalui kanal YouTube resmi Martian Official

mpq Rilis Album Dignified Losers, Merayakan Kekalahan Tanpa Menyerah

Kompassantri, JAKARTA — Unit musik alternatif asal Jakarta, mpq, akan merilis album penuh kedua bertajuk Dignified Losers pada 23 Oktober 2026. Berisi sembilan lagu, album ini mengangkat tema kekalahan, ketidakpastian, cinta, dan duka, sekaligus usaha manusia untuk tetap bertahan di tengah situasi yang tidak selalu berpihak.

Melalui album Dignified Losers, mpq menawarkan sudut pandang berbeda tentang kekalahan. Bagi band ini, kalah bukan semata-mata tentang kegagalan, melainkan bagian dari perjalanan yang harus dihadapi tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri.

Album tersebut menggambarkan bagaimana harapan kecil akan kemenangan dapat menjadi alasan untuk terus melangkah, bahkan ketika seseorang berada dalam situasi yang berulang kali mengecewakan. Kekalahan diperlakukan sebagai sesuatu yang lumrah, bukan alasan untuk berhenti berusaha.

“Menurut kami kayanya kita tuh harus tahu gimana caranya kalah tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri. Hal yang kami pelajari beberapa tahun belakangan adalah gimana buat kalah tapi ngga takluk sepenuhnya. Album ini tentang usaha-usaha buat ngga takluk ke bad days dan losing scenarios itu sendiri,” jelas mpq dalam keterangan mereka.

mpq diperkuat Abram Dionisius pada gitar, Alit Djarot sebagai vokalis, Daniel Hasudungan pada gitar, Rakaputra pada bas, dan Rakha Suryandaru pada drum. Lewat album kedua ini, mereka merangkum berbagai pengalaman emosional ke dalam sembilan lagu yang merefleksikan usaha menghadapi kenyataan dan mencari celah kemenangan di tengah kekalahan.

Sebelum merilis Dignified Losers, mpq telah memperkenalkan tiga single sebagai gambaran arah musikal album tersebut. Ketiganya adalah “Not for Anyone Else” yang dirilis pada Juli, “Someplace Sometime Somehow” pada Agustus, dan “Goodbye Everest” yang menampilkan Nabila Hanina pada September 2026.

Single “Someplace Sometime Somehow” juga memperluas keterlibatan mpq dalam dunia perfilman. Lagu tersebut menjadi original soundtrack film Hasut, karya sutradara Ilya Sigma yang dirilis pada 8 Oktober 2026.

Keterhubungan mpq dengan film sebelumnya juga terlihat melalui lagu “Musim Baru” yang digunakan dalam film pendek Autosave karya Imanuel Bolaman. Film tersebut tayang perdana di New York Asian Film Festival (NYAFF) 2026 pada Juli lalu.

Untuk pengerjaan visual album Dignified Losers, mpq kembali menggandeng Fahreza Aditya, kolaborator yang telah bekerja bersama mereka sejak awal perjalanan band. Kolaborasi ini meneruskan hubungan kreatif yang sebelumnya menghasilkan artwork album debut mpq, yang sempat masuk nominasi kategori Best Album Artwork dalam sebuah ajang penghargaan musik Indonesia pada 2019.

Melalui Dignified Losers, mpq tidak berusaha menutupi kenyataan bahwa kekalahan merupakan bagian dari kehidupan. Album ini justru menyoroti upaya untuk tetap bergerak, menjaga diri agar tidak sepenuhnya takluk, dan menemukan arti kemenangan meski hanya dalam bentuk yang paling sederhana.

Album penuh kedua mpq, Dignified Losers, dijadwalkan tersedia pada 23 Oktober 2026.

Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi Warnai Perayaan Hari Jadi ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo

Kompassantri, LABUAN BAJO, 17 OKTOBER 2026 –* Meruorah Komodo Labuan Bajo resmi merayakan hari jadinya yang ke-6 melalui rangkaian perayaan hangat bertajuk *"Legacy of Six, Brilliant of Today"*. Mengusung konsep Sport Day yang energetik, momentum perayaan tahun ini menegaskan komitmen hotel dalam menjunjung pilar Integrity, Collaboration, dan Innovation guna memperkuat kebersamaan seluruh tim.

Rangkaian kegiatan telah diawali pada 14–15 Oktober melalui ajang team building bagi para staf di Taman Marina. Berbagai permainan interaktif seperti Hula Hoop Chain, The Animal Sound Hunter, Maze Mission, dan Memory Challenge digelar untuk melatih kekompakan, fokus pendengaran, komunikasi, hingga perencanaan strategis tim.

Puncak perayaan diselenggarakan pada hari Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di Ballroom Meruorah Convention Center (MCC) dalam acara Staff Appreciation Night.

Atmosfer malam puncak di MCC berlangsung sangat megah, hangat, dan dipenuhi gelak tawa kebersamaan. Panggung utama dan lantai ballroom ditata memukau berhiaskan nuansa arena olahraga modern lengkap dengan dekorasi lapangan basket, permainan tata cahaya lampu warna-warni, serta visual LED yang energetik. Seluruh staf dan manajemen tampil santai namun kompak mengenakan busana bernuansa olahraga (sportswear), berkumpul mengelilingi meja perayaan untuk menikmati suguhan gala dinner, penampilan live music, berbagai kuis interaktif, unjuk bakat kreatif departemental performance (All-Stars Staff Battle), hingga pemutaran video perjalanan 6 tahun Meruorah yang emosional. Suasana semakin bergelora saat momen pengumuman pemenang kompetisi team building, penganugerahan apresiasi bagi staf terbaik kuartal 3 (Best Employee & Best Mention Q3), hingga pembagian doorprize menarik bagi seluruh staf yang hadir.

Dalam sambutannya, *General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo, Bapak Rudy H. Butar Butar,* menyampaikan rasa syukur serta apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh insan Meruorah yang terus konsisten memberikan pelayanan terbaik di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.

"Perjalanan enam tahun ini adalah bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi yang luar biasa dari seluruh tim. Lewat tema 'Legacy of Six, Brilliant of Today' serta konsep Sport Day yang penuh semangat kolaborasi, kami ingin mengapresiasi setiap kontribusi sekaligus memacu energi baru untuk melangkah lebih kuat dan memberikan pengalaman hospitality terbaik bagi para tamu," ujar Bapak Rudy H. Butar Butar.

Turut hadir dalam perayaan tersebut di MCC, *Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes.,* menyampaikan apresiasinya atas kontribusi berkelanjutan Meruorah Komodo Labuan Bajo terhadap pertumbuhan pariwisata daerah.

"Kami mengapresiasi peran aktif Meruorah Komodo Labuan Bajo yang selama enam tahun ini konsisten mendukung industri pariwisata dan perekonomian di Manggarai Barat. Semangat kebersamaan dan inovasi yang ditunjukkan hari ini menjadi inspirasi positif bagi kemajuan hospitality di Labuan Bajo. Selamat ulang tahun ke-6 untuk Meruorah Komodo Labuan Bajo," ungkap Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes.

Melalui perayaan ulang tahun ke-6 ini, Meruorah Komodo Labuan Bajo tidak hanya mengenang rekam jejak dan fondasi kuat yang telah dibangun, tetapi juga menegaskan langkah mantap menyongsong masa depan. Berbekal semangat Integrity, Collaboration, dan Innovation, Meruorah siap melaju lebih jauh, menghadirkan standar pelayanan hospitality yang makin cemerlang, serta terus menjadi pilar kebanggaan yang mengharumkan nama Labuan Bajo di panggung pariwisata dunia.(Alwi)

Senin, 19 Oktober 2026

Pariwisata Tumbuh Positif dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kompassantri-online, Jakarta, 20 Oktober 2026 – Memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sektor pariwisata Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif yang signifikan dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10/2026), mengungkapkan pembangunan pariwisata saat ini tidak hanya berfokus pada kuantitas kunjungan wisatawan, tetapi juga berorientasi pada dampak nyata bagi perekonomian masyarakat serta pemerataan di berbagai daerah. Hal ini selaras dengan semangat yang dibawa sepanjang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

“Dua tahun terakhir, pariwisata Indonesia terus bertumbuh. Tahun 2025 menjadi salah satu tahun penting bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia dan momentum itu berlanjut hingga 2026,” kata Menteri Pariwisata.

*1. Pariwisata yang Tangguh (Resilien)*
Sepanjang tahun 2025, Indonesia menerima 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun 2024 dan melampaui target nasional 14-15 juta kunjungan. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,2 miliar perjalanan, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan. 

Tren positif ini berlanjut hingga Agustus 2026 dengan perolehan 10,58 juta kunjungan wisman, menandai pertumbuhan 5,38 persen secara year-on-year, dan 842,15 juta perjalanan wisnus, tumbuh 4,29 persen secara year-on-year.

“Pertumbuhan pariwisata Indonesia menjadi yang tercepat kedua di antara lima ekonomi besar Asia Tenggara,” kata Menteri Pariwisata.

*2. Pemerataan Destinasi Wisata*
Pertumbuhan pariwisata juga diiringi dengan pemerataan perjalanan. Kunjungan tidak hanya terjadi di Bali atau kota-kota besar. 

Pada triwulan I 2026, Kawasan Manado-Likupang dan Danau Toba mencatatkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara yang sangat tinggi, masing-masing meningkat sebesar 60,42 persen dan 33,40 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. 

Dari sisi pertumbuhan tercepat wisatawan nusantara antara tahun 2025 hingga 2026, Danau Toba kembali memimpin dengan lonjakan signifikan sebesar 106,68 persen, disusul oleh Lombok-Gili Tramena yang tumbuh sebesar 75,45 persen.

“Pariwisata semakin berkembang di berbagai daerah, yang artinya aktivitas pariwisata menciptakan lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Menteri Pariwisata.

*3. Pariwisata yang Semakin Berkualitas*
Pada semester I 2026, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara meningkat 6, 36 persen menjadi 1.313 dolar AS atau sekitar Rp22,59 juta per kedatangan. 

Pengeluaran wisatawan tersebut dibelanjakan langsung untuk berbagai kebutuhan seperti akomodasi, makan minum, cinderamata, hiburan, paket tur lokal, dan lainnya. Menariknya, lebih dari 95 persen usaha pariwisata digerakkan oleh UMKM.

*4. Pariwisata yang Kompetitif*
Daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global kian meningkat. Indonesia menduduki peringkat ke-2 sebagai destinasi wisata ramah Muslim terbaik di dunia versi Global Muslim Travel Index 2026. Peningkatan skor indeks daya saing pariwisata Indonesia (Travel and Tourism Development Index 2026) juga meningkat menjadi 4,56, menempatkan Indonesia di posisi ke-2 di Asia Tenggara dan ke-6 di Asia Pasifik.

“Semakin meningkatnya daya saing pariwisata Indonesia, maka semakin kuat citra dan daya tariknya di mata dunia,” kata Menteri Pariwisata.

*5. Pariwisata Membuka Lapangan Kerja*
Tercatat pada 2025, sektor pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja, angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir yang meliputi berbagai lapisan ekosistem pariwisata mulai dari hotel, restoran, usaha perjalanan, destinasi, transportasi, event, ekonomi kreatif, hingga berbagai kegiatan ekonomi yang tumbuh mengikuti pergerakan wisatawan.

“Jumlah tenaga kerja yang terserap sektor pariwisata pada 2025 merupakan yang terbesar ketiga setelah sektor pertanian dan perdagangan. Hal ini tentunya memberikan dampak atau peluang bagi masyarakat untuk berkaryam bekerja, dan memperoleh penghasilan di sektor pariwisata,” ucap Menteri Pariwisata.

Di sisi lain, kepercayaan dunia usaha terhadap sektor ini juga terus tumbuh. Investasi pariwisata pada 2025 mencapai Rp73,56 triliun dan terus tumbuh pada semester I 2026 sebesar Rp39,68 triliun.

Di enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, investasi pada semester I 2026 mencapai Rp1,4 triliun dan menciptakan 1.858 tenaga kerja baru. Lima KEK lain yang memiliki aktivitas pariwisata mencatat investasi Rp4,5 triliun dan 1.621 tenaga kerja baru.

“Investasi tersebut bukan hanya berarti pembangunan hotel atau fasilitas baru. Di belakang investasi terdapat kegiatan usaha, kebutuhan terhadap barang dan jasa, serta peluang penciptaan pekerjaan,” ucap Menteri Pariwisata.

*6. Pariwisata dari Rakyat*
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menambahkan, pemerataan ekonomi juga tercermin dari berkembangnya ekosistem desa wisata dan penyelenggaraan event. Hingga September 2026, lebih dari 6.300 desa wisata telah tercatat dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta). 

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Kementerian Pariwisata di 66 desa wisata menunjukkan bahwa pendapatan desa lewat pariwisata meningkat 29,62 persen, dari Rp46,05 miliar menjadi Rp59,70 miliar, pada tahun 2024 ke tahun 2025. 

Kunjungan wisatawan mancanegara ke desa juga meningkat 35,48 persen, dari 54.922 menjadi 74.409 kunjungan. Diikuti dengan jumlah wisatawan nusantara yang meningkat 45,17 persen, dari sekitar 1,55 juta menjadi 2,25 juta perjalanan.

Tenaga kerja lokal kian bertambah hingga 53,34 persen, dari 3.234 menjadi 4.959 orang. Jumlah kamar homestay meningkat hampir 50 persen menjadi 3.074 kamar. Pada Maret 2026, tercatat jumlah UMKM di desa-desa tersebut mencapai 6.469 usaha.

Sejumlah desa wisata di Indonesia juga menorehkan prestasi gemilang yakni Desa Wisata Jatiluwih di Bali, Desa Wisata Wukirsari di DI Yogyakarta, dan Desa Wisata Pemuteran di Bali meraih UN Tourism Best Tourism Village dalam dua tahun terakhir. 

“Inilah salah satu gambaran paling sederhana tentang pariwisata berdampak. Pariwisata dengan demikian tidak hanya membawa orang menuju desa. Pariwisata dapat membawa peluang ekonomi lebih dekat kepada masyarakat,” kata Wakil Menteri Pariwisata.

*7. Menggerakkan Ekonomi dengan Cepat*
Dampak serupa juga terlihat dari penyelenggaraan event. Sepanjang 2025 hingga September 2026, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan pada 377 event di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil kajian penyelenggaraan 354 event, termasuk Karisma Event Nusantara (KEN), MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions), dan event internasional, terdapat 23,91 juta pengunjung dengan perkiraan perputaran ekonomi mencapai Rp45,9 triliun.

“Angka Rp45,9 triliun itu menggambarkan bagaimana sebuah event dapat menjadi mesin ekonomi dalam waktu relatif singkat. Ketika ribuan orang datang ke sebuah festival, manfaatnya terasa langsung oleh pelaku usaha dan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, event kita dorong bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai penggerak ekonomi daerah,” kata Wakil Menteri Pariwisata.

*8. Ekosistem Pariwisata yang Semakin Tertata*
Wakil Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa pariwisata yang memberikan manfaat dalam jangka panjang harus tumbuh dengan kualitas. Wisatawan perlu merasa aman. Masyarakat membutuhkan destinasi yang bersih. Pelaku usaha juga membutuhkan persaingan yang sehat dan aturan yang adil. 

Karenanya Kementerian Pariwisata melakukan berbagai upaya agar ekosistem pariwisata semakin tertata.

Hingga 23 September 2026, jumlah unit usaha akomodasi jangka pendek yang memiliki NIB mencapai 113.692 unit, bertambah 44.852 usaha atau meningkat 65,2 persen dibandingkan 31 Maret 2025 saat Kementerian Pariwisata memulai program ini.

Kemudian, Kementerian Pariwisata melakukan peninjauan lapangan dan pembinaan pelaku usaha di tujuh provinsi di Indonesia. Kementerian Pariwisata juga menjalin kemitraan dengan sembilan Online Travel Agent (OTA) dalam sosialisasi dan penerapan kebijakan termasuk delisting. Adapun sebanyak 1.553 pelaku usaha dan operator mendapatkan kegiatan coaching clinic. 

“Usaha yang semakin tertata berarti persaingan yang lebih adil bagi pelaku industri, perlindungan yang lebih baik bagi wisatawan, sekaligus peluang peningkatan penerimaan daerah,” tutur Wakil Menteri Pariwisata.

*9. Pariwisata yang Mendunia*
Ketahanan dan kualitas pariwisata Indonesia kian diakui di tingkat global. Sepanjang 2025 hingga September 2026, pariwisata Indonesia berhasil meraih 311 penghargaan internasional. Beberapa di antaranya mencakup penobatan Bali sebagai “Best of the Best Destinations in the World 2026” oleh Tripadvisor, serta puluhan penghargaan untuk kuliner, hotel, dan destinasi alam seperti Kepulauan Komodo dan Gili Trawangan. 

Indonesia juga menerima 47 MICHELIN Keys, penghargaan untuk hotel dan resor terbaik dunia. Prestasi ini meningkat dari 33 MICHELIN Keys yang diterima pada tahun 2025, tahun pertama penganugerahan MICHELIN Keys. Sederet prestasi ini mencerminkan kualitas dan daya saing pariwisata Indonesia yang semakin dikenal dan diminati dunia.

*10. Pariwisata yang Bersinergi*
Kementerian Pariwisata melalui enam Politeknik Pariwisata (Poltekpar) juga turut mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Pengetahuan dan fasilitas yang dimiliki Poltekpar dimanfaatkan untuk pelatihan higiene atau manajemen dapur program Makan Bergizi Gratis.

Poltekpar Makassar misalnya memberikan pelatihan mengenai keamanan pangan, sanitasi, keselamatan kerja, manajemen dapur, dan produksi makanan. Poltekpar Lombok mengembangkan menu berbahan baku lokal serta membantu peningkatan standar dapur. 

Kemudian, Poltekpar NHI Bandung mengembangkan pola pelatihan dan skema sertifikasi bagi kepala dapur dan juru masak MBG. Aset Poltekpar NHI Bandung juga dimanfaatkan sementara untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat. Kementerian Pariwisata turut menyediakan peluang untuk lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan studi di Politeknik Pariwisata 

Selain itu, enam Poltekpar menyiapkan dukungan pelatihan hospitality bagi 560 peserta SMK Go Global. Kemudian di desa wisata, Pokdarwis mulai diintegrasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih agar kegiatan pariwisata semakin terhubung dengan kegiatan ekonomi desa. 

Gerakan Wisata Bersih yang diinisiasi Kementerian Pariwisata juga sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI. Pada tahun 2025, Gerakan Wisata Bersih telah melaksanakan 14 Aksi Bersih di 10 provinsi, melibatkan 9.134 partisipan dan mengumpulkan 21,5 ton sampah. 

“Destinasi yang bersih bukan hanya membuat wisatawan nyaman, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat yang tinggal di dalamnya,” kata Menteri Pariwisata.

*11. Pemerintah Hadir untuk Rakyat Lewat Pariwisata*
Kementerian Pariwisata juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk menghadirkan sejumlah insentif diantaranya potongan harga transportasi pada periode liburan bagi masyarakat yang bepergian agar tetap terjangkau, insentif PPh 21 ditanggung pemerintah bagi pekerja pariwisata berpenghasilan hingga Rp10 juta per bulan, dengan perkiraan 552.000 penerima manfaat, serta Program Magang Nasional yang membuka pintu bagi generasi muda untuk belajar langsung di industri pariwisata.

“Itulah kontribusi yang ingin terus kami jaga. Pariwisata yang turut menggerakkan Indonesia, dan pembangunan yang manfaatnya semakin dirasakan oleh rakyat,” tutur Menteri Pariwisata.

*12. Kontribusi Pariwisata Terhadap Perekonomian*
Secara keseluruhan, kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional pada tahun 2025 mencapai 4,78 persen atau senilai Rp1.138,90 triliun. Pada Januari-Juni 2026, angka ini diperkirakan berada pada rentang 4,02-4,90 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata menjadi salah satu sektor strategis utama penggerak ekonomi nasional, yang multiplier effect-nya dirasakan langsung oleh tenaga kerja di sektor pariwisata dan rantai pasok pendukungnya.

*13. Pariwisata Membawa Devisa*
Sepanjang tahun 2025, sektor pariwisata berhasil mendatangkan devisa sebesar sebesar 18,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp305,47 triliun, meningkat 9,41 persen dibanding tahun sebelumnya

Sementara pada semester I 2026, sumbangan devisa pariwisata tercatat mencapai 8,43 miliar dolar AS atau sekitar Rp140,95 triliun, meningkat 2,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Belanja wisatawan mancanegara ini turut menggerakkan usaha lokal dan memperkuat perekonomian Indonesia.

Menteri Pariwisata Widiyanti mengatakan sederet pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata sinergi dan komitmen berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem pariwisata, membangkitkan ekonomi lokal, serta memperluas peluang bagi seluruh elemen bangsa.

"Mari terus bersama-sama mendukung kemajuan pariwisata Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan mendunia," kata