Kota Bogor – Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bogor Barat, Dedy Yusup, mengisyaratkan tidak akan kembali maju dalam pemilihan Ketua MWCNU Bogor Barat pada Konferensi MWC yang dijadwalkan berlangsung setelah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama.
Sinyal tersebut muncul setelah Dedy Yusup menerima amanah sebagai Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kota Bogor masa khidmat 2025–2030. Sesuai ketentuan organisasi, seorang ketua tidak diperkenankan merangkap jabatan ketua pada tingkatan atau badan otonom lainnya.
Saat ditemui di sela kegiatan aksi bersih Sungai Loji di kawasan Pagentongan, Bogor Selatan, Dedy membenarkan bahwa dirinya akan mematuhi ketentuan organisasi tersebut.
“Semestinya Konferensi MWC Bogor Barat akan digelar bulan ini. Namun karena semua pihak, terutama PCNU Kota Bogor, sedang fokus pada pelaksanaan Muktamar NU, maka konferensi diundur hingga setelah Muktamar selesai,” ujarnya.
Menurut Dedy, amanah baru sebagai Ketua LPBI NU Kota Bogor mengharuskannya melepaskan jabatan Ketua MWCNU Bogor Barat yang telah diembannya selama satu periode. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai sekretaris MWCNU Bogor Barat selama setengah periode.
Selama memimpin MWCNU Bogor Barat, sejumlah capaian berhasil diwujudkan. Salah satu yang paling menonjol adalah terbentuknya kepengurusan ranting NU di hampir seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Bogor Barat. Selain itu, MWCNU Bogor Barat juga menginisiasi pembentukan koperasi yang beranggotakan para pengurus sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi organisasi.
Dalam bidang kemanusiaan, MWCNU Bogor Barat aktif terlibat dalam berbagai aksi penanggulangan bencana dan kegiatan sosial. Komitmen tersebut terus berlanjut melalui LPBI NU Kota Bogor yang kini dipimpinnya. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah mengerahkan anggota LPBI untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor dalam kegiatan bersih-bersih sungai.
Terkait suksesi kepemimpinan MWCNU Bogor Barat, Dedy menyebut saat ini terdapat beberapa nama yang mulai mengemuka sebagai calon ketua.
“Sejauh ini ada dua nama yang cukup kuat, yaitu Ustaz Iyad dari Ranting NU Pasirkuda dan Ustaz Wawar dari Ranting NU Bubulak. Namun tidak menutup kemungkinan akan muncul calon-calon lain menjelang konferensi,” katanya.
Dedy menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Konferensi MWCNU Bogor Barat agar berlangsung secara demokratis, terbuka, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh kader terbaik NU.
Ia menambahkan bahwa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor juga mendorong terjadinya regenerasi kepemimpinan yang sehat dengan memberikan ruang bagi kader-kader potensial untuk tampil dan berkompetisi secara fair.
“Yang terpenting adalah bagaimana konferensi dapat melahirkan pemimpin terbaik bagi MWCNU Bogor Barat dan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan demi kemajuan organisasi serta kemaslahatan warga Nahdliyin,” pungkasnya.
RSS Feed
Twitter
Juli 23, 2026
kompassantri