Rabu, 06 Mei 2026

MEMENTO WORKS DAN STUDIO EMU GARAP FILM HOROR BERGAYA J-HOR KLASIK SHOOTING DI JEPANG


Kompassantri-online, Jakarta, 5 Mei 2026 — Memento Works bersama Studio Emu mengumumkan dimulainya produksi film horor terbaru berjudul "THE SCARECROW VALLEY" dan "JIKOBUKKEN" .Film ini mengangkat genre folk horror dengan latar budaya Jepang, berlokasi di dua prefektur di Jepang.
Kedua skenario "The Scarecrow Valley" dan "Jikobukken" ditulis dan disutradarai oleh Billy http://Christian.Keduanya merupakan IP original yang dikembangkan oleh Studio Emu. "The Scarecrow Valley" sendiri sudah bisa dibaca dalam bentuk komik di platform webtoon kanvas.
Kedua film ini dibintangi oleh Vanesha Prescilla sebagai Sandra, Giulio Parengkuan sebagai Irham, Yumi Kwandy sebagai Mizuki dan Yoriko, Dimas Anggara sebagai Hilman, serta didukung oleh para aktor Jepang antara lain So Takei, Hana Yuka Sano, Nobuyuki Suzuki yang akan memerankan tokoh-tokoh orang Jepang.
Persiapan yang dilakukan para pemain Indonesia yang salah satunya cukup menantang adalah belajar bahasa Jepang, karena dialog yang diucapkan para tokoh banyak yang dalam bahasa Jepang. Guilio Parengkuan, Dimas Anggara dan Yumi Kwandy dibimbing oleh guru bahasa yang merupakan asli orang Jepang bernama Miyu Okazaki.
Film "Jikobukken" bukanlah film horor pertama Dimas Anggara, namun kali ini Dimas harus berperan sebagai seorang penggemar anime yang manga dan fasih berbahasa Jepang. Guilio Parengkuan, yang sebelumnya pernah berperan bersama Vanesha Prescilla di sebuah film remaja, kali ini akan berperan berdua lagi sebagai sepasang kekasih.
Film "The Scarecrow Valley" dan "Jikobukken" bisa dibilang film horor Indonesia pertama yang melakukan shooting full di Jepang dan melibatkan kru dan pemain kedua negara. Kedua film ini juga merupakan film horror pertama bagi artis Vanesha Prescilla yang sebelumnya banyak dikenal lewat perannya sebagai anak SMA. Film horror yang lebih menitikberatkan ke elemen psikologis dan atmospheric horror ketimbang jumpscare inilah yang membuat Vanesha tertarik untuk bergabung di "The Scarecrow Valley".
Sutradara, penulis dan produser Billy Christian yang juga seorang Youtuber berencana untuk mengajak para cast untuk mengunjungi beberapa tempat angker di Jepang yang salah satunya adalah Hutan Aokigahara di kaki gunung Fuji, untuk memperkenalkan atmosfer supranatural Jepang yang agak sedikit berbeda dengan yang ada di Indonesia.
Andreas Sullivan sebagai produser dari Memento Works mengatakan bahwa shooting dua film sekaligus di Jepang dengan genre horor, memiliki keunikan dan tantangannya sendiri, namun Andreas juga menambahkan bahwa kedua cerita ini memiliki keterkaitan semesta satu dengan yang lain.
Fakta menarik lainnya adalah penata artistik Wencisclaus Rozary akan membuat 100 boneka seukuran manusia untuk menghuni sebuah desa di Jepang sebagai set utama. Beberapa karakter dari kedua film pun diperankan oleh aktor yang sama sebagai bentuk konsep universe dari sutradara Billy Christian. Salah satu yang aktris yang memerankan dua karakter berbeda untuk dua film adalah Yumi Kwandy. Dari dunia modeling ke dunia seni peran, Yumi Kwandy membuktikan kepiawaiannya dalam akting membawakan dua peran yang sangat berbeda satu dengan yang lain.

Selasa, 05 Mei 2026

Susah dibasmi, inilah Predator ikan sapu-sapu

Bener, *ikan sapu-sapu udah jadi hama nomor 1 di Kali Ciliwung* 😩
Gak cuma Ciliwung, tapi Kalimalang, Sunter, sampai Waduk Jatiluhur juga dikuasai. Ceritanya gini:

*Kenapa Ciliwung jadi sarang sapu-sapu?*

1. *Dibuang pemilik akuarium* 
   Dulu beli kecil lucu 5 cm buat bersihin akuarium. Gede 40 cm jadi galak + berantakin dekorasi. Akhirnya dilepas ke kali. "Biar hidup bebas" katanya.

2. *Adaptasi gila-gilaan*
   - *Air kotor? Hayuk*: Dia napas pakai insang + usus. Selokan item bau comberan tetap idup.
   - *Musim kering? Santai*: Ngubur diri di lumpur, tahan 20 jam tanpa air.
   - *Makanan? Apa aja*: Lumut, sampah organik, telur ikan lain, bangkai, kayu busuk.

3. *Gak ada predator*
   Di Amazon ada buaya & kucing hutan. Di Ciliwung? Gabus & betok ogah karena keras + duri. Bangau nekat makan malah mati kesangkut.

*Kerusakan yang dibikin sapu-sapu di Ciliwung:*

1. *Ikan lokal punah*: Nila, mujair, sepat kalah saing. Telurnya dimakanin sapu-sapu.
2. *Tebing kali longsor*: Dia gali lubang 30-50 cm buat sarang di pinggir kali. Pas hujan deras → ambrol.
3. *Rusak jaring nelayan*: Badan keras + duri nyangkut & nyobek jaring.
4. *Sumbat pompa air*: Masuk ke pintu air Manggarai. Petugas harus mancingin manual.

*Pernah dibasmi, tapi gagal:*
1. *Lomba mancing sapu-sapu 2017*: Pemprov DKI bayar Rp 20 ribu/kg. Dapat 40 ton, tapi gak ngaruh. Seminggu nongol lagi karena telurnya 3000 butir/sekali nelur.
2. *Ditebar predator*: Gabus dilepas. Eh gabusnya yang kalah.
3. *Dibikin abon*: Pernah ada UMKM Ciliwung olah jadi abon. Masalahnya ngulitin 1 kg sapu-sapu = 2 jam, daging cuma 100 gram. Tekor.

*Data 2024*: KKP bilang 70% populasi ikan di Ciliwung hilir udah sapu-sapu. Ikan asli tinggal 10%.
*Solusi yang masih jalan:*
1. *Mancing rutin*: Komunitas "Garda Ciliwung" tiap minggu mancingin buat pakan ternak/lele.
2. *Jangan buang ke kali*: Kalau pelihara bosen, hibahin. Jangan lepas liar.
3. *Restoran olahan*: Ada warung di Depok jual "pepes sapu-sapu Ciliwung". Enak katanya kalau bumbunya nampol.

Intinya: *Ikan lucu di akuarium = monster di kali*. Sekali lepas, susah balik.
By. Awikid

Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Pasang Barrier Beton di Jembatan Bayur, Cegah Kecelakaan

Kompassantri-online, Rekayasa Lalin di Jembatan Bayur, Polisi dan PUPR Pasang Pembatas Beton*

*Tingkatkan Keselamatan, Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Lakukan Penataan Lalin di Jembatan Bayur*

TANGERANG — Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota melaksanakan rekayasa lalu lintas melalui pemasangan barrier beton di kawasan Jembatan Bayur, Jalan Raya Sangego, Kota Tangerang, pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), khususnya di titik rawan kecelakaan.

Pemasangan barrier beton ini dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang sebagai bentuk sinergi antar instansi dalam penataan infrastruktur jalan dan pengamanan arus lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota,AKBP Nopta Histaris Suzan, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk meminimalisir potensi kecelakaan serta mengatur arus kendaraan agar lebih tertib.

“Pemasangan barrier beton ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko kecelakaan dan mengurai kemacetan, khususnya di area jembatan yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, personel Unit Turjagwali Satlantas turut diterjunkan guna melakukan pengaturan arus lalu lintas selama proses pemasangan berlangsung, sehingga aktivitas pengguna jalan tetap berjalan lancar.

Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain dipimpin oleh Kanit Turjawali Iptu Ahmad Suhrizal, bersama anggota lainnya yang melakukan pengamanan serta pengaturan di lokasi.

Satlantas Polres Metro Tangerang Kota juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di area tersebut serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.
Kontributor: alwi

Grand Inna Tunjungan Kembali Torehkan Prestasi, Raih “Best Tourism Attraction & Experience” di Surabaya Tourism Award 2026

Kompassantri-online, Surabaya, 3 Mei 2026 – Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke-733, ajang Surabaya Tourism Award 2026 kembali digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku industri pariwisata yang berkontribusi aktif dalam memajukan sektor pariwisata kota. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya, bekerja sama dengan Harian Disway dan Universitas Ciputra Surabaya.

Ajang bergengsi ini menjadi wadah untuk menampilkan kualitas, inovasi, serta potensi terbaik dari berbagai pelaku pariwisata, sekaligus mendorong peran aktif masyarakat dalam memperkuat posisi Surabaya sebagai destinasi unggulan nasional.

Melanjutkan pencapaian membanggakan pada tahun sebelumnya sebagai peraih kategori Best Tourist Attraction, tahun ini Grand Inna Tunjungan kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan “Best Tourism Attraction & Experience” di Surabaya Tourism Award 2026.

Penganugerahan tersebut berlangsung di Linear Atrium, Ciputra World Mall Surabaya pada 3 Mei 2026 dan diterima langsung oleh Plt. General Manager, Yudi Firmansyah.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Grand Inna Tunjungan dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang autentik, berbasis budaya dan kuliner, serta berkelanjutan di jantung Kota Surabaya.

Dalam proses penjurian, Grand Inna Tunjungan menampilkan berbagai program unggulan yang tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif lokal, di antaranya:

• Festival Kuliner Nusantara
Menghadirkan kekayaan cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia melalui program food festival tematik. Setiap penyelenggaraan dikemas dengan dekorasi, musik, dan pertunjukan budaya yang merepresentasikan keunikan daerah asal kuliner secara autentik.
• Program Kolaboratif Bersama UMKM Lokal
Berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM dan komunitas kreatif Surabaya, antara lain:

1. Pasar Legi – bazar UMKM yang menghadirkan ragam kuliner dan kerajinan lokal
2. Kolaborasa Merdeka – rangkaian kegiatan seperti lomba menghias cupcake, menghias tumpeng oleh UMKM, pertunjukan angklung, lomba 17-an, hingga kegiatan memasak bersama mie panjang umur
3. East Java Coffee Night – kolaborasi dengan komunitas kopi lokal dalam rangka peringatan Hari Kopi Sedunia

“Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim dan kolaborasi dengan para mitra. Kami bangga dapat menghadirkan pengalaman pariwisata yang bermakna, berakar pada budaya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Yudi Firmansyah, Plt. General Manager Grand Inna Tunjungan.

Sebagai bagian dari jaringan InJourney Hospitality, Grand Inna Tunjungan terus menghadirkan semangat Indonesian Experience melalui program-program yang mengangkat kekayaan budaya, kuliner, serta keramahan khas Indonesia dalam setiap layanannya.