Sabtu, 26 September 2026

Dimana letak kenikmatan Sholat?!


Keliru Mengejar Khusyuk: Mengapa Kita Sering Kehilangan Nikmatnya Salat?

Pernahkah Anda merasa hampa dan tidak pernah merasakan kenikmatan dalam salat, meskipun telah melakukannya bertahun-tahun? Pertanyaan ini sering kali menghantui banyak orang. Kita mungkin bertanya-tanya mengapa kita gagal merasakan ketenangan luar biasa seperti yang dialami oleh orang-orang terdahulu, padahal syariat yang kita pelajari dan jalankan sama persis.

Selama ini, banyak dari kita meyakini bahwa kunci kenikmatan salat terletak pada kekhusyukan—sebuah kondisi di mana kita tidak terpengaruh oleh apapun di luar diri kita saat menghadap Sang Pencipta, seperti halnya Nabi yang salat hingga kakinya bengkak. Namun, terjebak dalam obsesi mencari "letak kenikmatan" ini justru menggiring kita pada kesalahan besar: menjadikan khusyuk sebagai target utama yang wajib dicapai.

Khusyuk Adalah Buah, Bukan Tujuan

Faktanya, ketika kita melaksanakan salat, khusyuk bukanlah tujuan utama (goals), melainkan sebuah pemberian (anugerah) dari Allah ketika kita berhasil terhubung dengan-Nya.

Khusyuk diibaratkan sebagai sebuah pohon. Masih ada buah yang jauh lebih bermakna setelah pohon itu tumbuh, yaitu:

  • Ketenangan jiwa
  • Kelapangan hati
  • Ketundukan dan kerendahan diri

Oleh karena itu, yang seharusnya kita kejar bukanlah khusyuknya, melainkan keterhubungannya.

Kunci Keterhubungan Dimulai dari Pengenalan

Sebuah hubungan yang erat pasti selalu dimulai dari proses saling mengenal. Kita tidak mungkin bisa mengobrol dengan nyaman kepada pasangan, rekan kerja, atau atasan jika kita tidak mengenal mereka.

Bahkan, jika chemistry dan koneksi batin antara dua orang sudah terjalin sangat kuat, mereka bisa berkomunikasi tanpa kata-kata—cukup dengan satu isyarat atau satu tatapan saja. Hubungan yang dalam ini tidak lagi bergantung pada teknik komunikasi, melainkan pada koneksi batin.

Sebuah kalimat mendalam pernah meruntuhkan ego spiritual banyak orang:

"Bagaimana mungkin engkau mencarinya di waktu salat, sementara di luar salat engkau hidup seakan tanpa Dia?"

Salat Bukan Tempat Pertama untuk Mengenal Allah

Selama ini kita keliru mengira bahwa salat adalah satu-satunya tempat untuk memulai pengenalan kepada Allah. Padahal, salat bukanlah tempat pertama untuk mengenal-Nya, melainkan tempat kita memusatkan kesadaran kepada Dzat yang kehadirannya seharusnya sudah kita sadari sejak jauh sebelum tangan mengangkat takbir.

Mulai sekarang, ubahlah cara pandang kita. Kenali Allah bukan hanya di atas sejadah atau saat bersujud saja, tetapi kenali Dia lewat setiap lembar kehidupan sehari-hari:

  • Saat kita merasakan kebahagiaan, sadarilah bahwa di situ ada Allah.
  • Saat kita diliputi kesedihan, di situ pun ada Allah.
  • Bahkan saat kita tak sengaja bertemu dengan seseorang yang menggoreskan luka mendalam, di situ juga ada Allah.

Allah yang kita jumpai di dalam salat adalah Dzat yang sama yang setiap hari memberikan izin atas segala peristiwa dalam hidup kita.

Ketika hati kita sudah benar-benar mengenal Sang Pencipta di luar salat, maka salat tidak lagi sekadar kewajiban ritual di atas sejadah, melainkan sebuah kelanjutan dari kesadaran utuh yang terus hidup sepanjang hari.

Konfercam III MWCNU Bogor Utara Tetapkan Yayan Suryana dan Abdul Jalal Pimpin NU Bogor Utara 2026–2031

Kompassantri, Bogor Utara, Kota Bogor – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bogor Utara ke-III berhasil menetapkan kepengurusan baru untuk masa khidmat 2026–2031. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor, pengurus ranting, badan otonom, lembaga NU, serta unsur Forkopimcam Bogor Utara (26/9/26) Sabtu.

Pada Konfercam ke-III ini, pimpinan sidang yang terdiri atas Ustadz M. Romli, KH. Khotimi Bahri, dan Ustadz Cecep Jamaludin menetapkan bahwa terdapat lima Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) yang sah dan memiliki hak sebagai peserta konferensi. Dari total delapan ranting yang ada di wilayah Bogor Utara, tiga ranting lainnya masih dalam proses pembentukan.

Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan MWCNU Bogor Utara masa khidmat 2021–2026 diterima oleh seluruh peserta konferensi dan disahkan oleh pimpinan sidang. Dalam laporan tersebut disampaikan berbagai capaian organisasi, termasuk bertambahnya tiga ranting baru selama masa khidmat sebelumnya.

Melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), konferensi menetapkan lima calon AHWA, yaitu KH. Eman Sulaeman, Ustadz Yayan Suryana, Ustadz Tajudin, Ustadz Fuad Abdul Wahab, dan Ustadz Jamaludin.

Berdasarkan hasil Konfercam, Ustadz Yayan Suryana terpilih sebagai Rais Syuriah MWCNU Bogor Utara, sedangkan Ustadz Abdul Jalal terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Bogor Utara masa khidmat 2026–2031.

Dalam sambutannya, Ustadz Abdul Jalal menyampaikan komitmennya untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan peran Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.

"Kita ingin membangun MWCNU Bogor Utara yang semakin solid dalam organisasi, kuat dalam tradisi keilmuan dan keagamaan, aktif dalam pelayanan sosial, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar di Majelis Ar-Rohmah, Jl. R.M. Sapeha RT 02/RW 04, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Ia menegaskan bahwa tema konferensi, "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa," harus diwujudkan melalui program kerja yang nyata dan berkelanjutan.

Sementara itu, Rais Syuriah terpilih, Ustadz Yayan Suryana, menegaskan pentingnya sinergi MWCNU Bogor Utara dengan berbagai pihak dalam mengembangkan khidmat organisasi.

"Menjaga marwah berarti menjaga kehormatan, nilai, tradisi, dan identitas Nahdlatul Ulama. Sedangkan memperkaya khidmat berarti terus menghadirkan karya dan pelayanan yang lebih luas bagi umat dan masyarakat," ungkapnya.

Di akhir acara, Ketua PCNU Kota Bogor, Ir. H. Edi Nurokhman, menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus terpilih. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta terus menebarkan manfaat dan maslahat bagi warga Nahdliyin maupun masyarakat luas.

Konfercam III MWCNU Bogor Utara diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi dan konsolidasi jam'iyah dalam menghadapi berbagai tantangan di abad kedua Nahdlatul Ulama, sekaligus memperluas pelayanan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan umat di wilayah Bogor Utara.

Pewarta: Abdul Mun'im Hasan

5 Ramuan Dapur Alami untuk Kesehatan Ayam ala Peternak China


Rahasia 38 Tahun Tanpa Obat Kimia: 5 Ramuan Dapur Alami untuk Kesehatan Ayam ala Peternak China
Memelihara ayam selama hampir empat dekade tentu bukan waktu yang singkat. Selama kurun waktu tersebut, biasanya seorang peternak akan sangat akrab dengan berbagai jenis obat-obatan kimia dan vitamin pabrikan untuk menjaga kesehatan ternaknya. Namun, sebuah fakta mengejutkan datang dari seorang peternak senior di Azmi Farm.
Alih-alih bergantung pada produk toko ternak yang mahal, perempuan yang telah beternak selama 38 tahun ini justru memiliki rahasia yang sangat sederhana dan ekonomis. Rahasianya terletak pada isi dapur rumah tangga.
Selama puluhan tahun, ia membuktikan bahwa ayam-ayam di kandangnya bisa tumbuh sangat sehat, berbulu mengkilap, gemuk, dan hampir tidak pernah terserang penyakit, hanya dengan menggunakan bahan-bahan alami. Setelah sekian lama disimpan, kini ia membocorkan lima ramuan tradisional andalannya untuk menjaga ayam tetap prima tanpa ketergantungan obat kimia.
Berikut adalah lima ramuan dapur ajaib tersebut:
1. Menjaga Produktivitas Telur di Cuaca Ekstrem
Cuaca yang buruk sering kali membuat ayam stres dan produksi telur menurun. Untuk mengatasinya, campurkan bawang putih yang dihaluskan dengan sedikit gula pasir. Ramuan ini bisa diberikan langsung ke dalam pakan atau dicampurkan ke air minumnya untuk menjaga ayam tetap rajin bertelur.
2. Solusi Ayam Makan Banyak tapi Kurus
Jika Anda mendapati ayam makan dengan lahap tetapi bobot tubuhnya sulit naik, metabolismenya mungkin bermasalah. Caranya, campurkan jagung pipil dengan sedikit soda kue. Campuran ini dipercaya membantu memperbaiki metabolisme sehingga penyerapan nutrisi lebih maksimal dan berat badan ayam cepat bertambah.
3. Antibiotik Alami untuk Berak Kapur
Penyakit berak kapur adalah salah satu momok menakutkan bagi peternak. Untuk mengobatinya secara alami, gunakan perasan bawang putih yang dicampur dengan sedikit air jahe. Ramuan ini berfungsi sebagai antibiotik alami untuk membasmi bakteri penyebab penyakit tersebut.
4. Menjaga Hangat Tubuh saat Musim Hujan
Saat musim hujan tiba, ayam sering terlihat kedinginan, lemas, dan nafsu makan menurun. Untuk menjaga suhu tubuh dan memulihkan nafsu makannya, berikan rebusan jahe yang dicampur dengan gula merah. Minuman hangat ini akan memberikan efek nyaman dan energi bagi ayam.
5. Pengering Luka Cacar atau Kutil yang Unik
Ramuan terakhir ini terdengar cukup unik. Jika ayam terkena cacar atau muncul kutil di bagian wajahnya, ambillah bawang putih yang dihaluskan, lalu campur dengan sedikit pasta gigi. Oleskan campuran ini pada luka atau kutil agar lebih cepat kering dan sembuh.
Dengan memanfaatkan bahan dapur sederhana seperti bawang putih, jahe, gula, dan soda kue, terbukti bahwa peternak dapat menekan biaya operasional sekaligus menjaga kesehatan ayam secara lebih alami dan mandiri.

Jumat, 25 September 2026

Dua Kemenangan di Malaysia, Muhammad F.A. Wibowo Amankan Tiket IWF Italia

Kompassantri, Malaysia — Muhammad F.A. Wibowo menutup perjalanan di **IAME Series Asia 2026** dengan hasil positif setelah meraih **P1 pada Round 5 dan Round 6** di **LYL International Karting Circuit, Malaysia**.

Pada **Round 5**, Muhammad menghadapi tantangan dengan kondisi trek yang berbeda dibandingkan pekan sebelumnya. Ia terus melakukan adaptasi dan evaluasi hingga mampu menemukan pace terbaik.

Setelah mencatatkan **P2 di QTT dengan waktu 1:13.942**, Muhammad tampil kuat di rangkaian heat dengan meraih **P1 pada Heat 1 dan Heat 2**. Ia kemudian finis P2 pada Heat 3 dan Super Heat.

Di final, persaingan berlangsung sangat ketat dengan posisi P1 dan P2 yang silih berganti. Muhammad mampu menjaga konsentrasi hingga lap terakhir dan kembali merebut posisi terdepan untuk mengamankan **P1**.

Memasuki **Round 6**, Muhammad kembali menunjukkan konsistensinya. Setelah melalui persaingan ketat di sesi heat, ia berhasil bangkit dan meraih **P1 di Super Heat**.

Mengawali final dari posisi ketiga, Muhammad langsung memberikan tekanan sejak awal. Ia berhasil mengambil posisi pertama sebelum lap pertama berakhir dan mempertahankannya hingga garis finis untuk kembali meraih **P1**.

Dua kemenangan di Malaysia sekaligus membawa Muhammad finis di **P2 klasemen championship** dan menyandang status Vice Asian Champion 2026, meskipun harus melewatkan dua ronde sepanjang musim.

Pencapaian ini juga memastikan Muhammad mendapatkan **tiket menuju IWF di Viterbo, Italia, pada Oktober mendatang

Setelah menyelesaikan IAME Series Asia, Muhammad akan kembali fokus ke Italia untuk menghadapi **putaran terakhir Italian Championship GR3**, sebelum melanjutkan perjalanan menuju **IWF Viterbo