Senin, 20 April 2026

Dr Nungki Kusumastuti Siap Jadi Narasumber Diskusi Ngobrol Santai Bareng Kartini Film Musik dan Seni 2026

Kompassantri-online, Nungki Kusumastuti lebih dikenal sebagai seorang penari tradisional khususnya Jawa dan bontang film dan Dosen Institut Kesenian Jakarta. Prestasinya segudang. Wajar saja kalau kemudian Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia yang berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI, Bank BNI 46 memintanya menjadi narasumber pada kegiatan Diskusi NGOBRAS: Ngobrol Santai Bareng Kartini Film, Musik dan Seni 2026 yang bakal di gelar di Auditorium Jusuf Ronodipuro LPP RRI Jakarta 28 April 2026.

"Saya senang bisa berbagi pengalaman lewat diskusi Ngobrol Santai Bareng Kartini Film, Musik dan Seni yang digagas teman-teman Wartawan yang tergabung di FORWAN." Ujar Nungki Kusumastuti ketika dihubungi via ponselnya Minggu (19/4/2026).

Apalagi kata wanita cantik yang menyandang gelar Dr. Dengan menyelesaikan pendidikan S1 Antroplogi Tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), S2 Antroplogi Budaya di Universitas Indonesia dan S3 Ilmu Sejarah di Universitas Indonesia. Ia akan berdampingan dengan Direktur Perfilman, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Irini Dewi Wanti SS.M.SP, Ati Ganda, Koreografer senior yang sarat pengalaman dan Nucke Rahma SH, novelis dan penulis skenario film dan sinetron yang kaya akan pengalaman.

"Tentu diskusi Ngobrol Santai Bareng Kartini Film Musik dan Seni menjadi menarik, karena menghadirkan Narasumber wanita yang kompeten di bidangnya. Sehingga peserta diskusi bisa mendapatkan pencerahan dari narasumber," ujar Nungki Kusumastuti sembari tersenyum.

Kesibukan Nungki, ia sebagai Dosen di Fakultas Seni Pertunjukan IKJ sejak tahun 1987 s.d sekarang. Pada tahun 1992 bersama dengan beberapa tokoh tari di IKJ mendirikan Indonesian Dance Festival (IDF), sebuah festival tari kontemporer internasional yang bertahan sampai saat ini dan menjabat sebagai Direktur sejak tahun 2004-2008
Juga menulis Buku “Tari Indonesia dan Sejarahnya”

Selain itu juga pernah sebagai Dosen D3 Pariwisata Program Vokasi, UI untuk mata kuliah Keberagaman Seni Indonesia (2007-2012) dan Seni & Foklor (2013-2017). Ikut terlibat dalam Tim Perumus Strategi Kebudayaan pada tahun 2018 dan telah menulis buku “Belajar Seni Tari untuk Sekolah Dasar I–VI. Beberapa penghargaan telah diperolehnya, baik dalam bidang tari, film dan seni lainnya. (Humas.)

Minggu, 19 April 2026

EMOSIONAL, MEGAH DAN KONTEMPLATIF; SAJIAN DARI EP PERDANA ECHOES, WE HIDE STREAM OR DOWNLOAD

EMOSIONAL, MEGAH DAN KONTEMPLATIF; 
SAJIAN DARI EP PERDANA ECHOES, WE HIDE STREAM OR DOWNLOAD “the things we left unsaid after you” EP HERE 
Setelah merilis 2 single lagu dalam empat bulan terakhir, akhirnya Echoes, We Hide mengeluarkan EP perdana berjudul “the things we left unsaid after you”. 

Artwork: Dika Morasta 
Download Hi-Res Press Image HERE 
JAKARTA - Echoes, We Hide, band asal Jakarta, Indonesia, telah merilis EP perdana the things we left unsaid after you yang berisi 5 track, di bawah naungan Firefly Records (subsidiary Musica Records). Band yang beranggotakan Bayu Febrian (vokal), Vallian Hanjani (gitar), Gilang Ridzky (bass) dan Lucky Putra (drum) ini menaburkan benih-benih pesan mendalam di setiap liriknya yang puitis tapi tetap realistis dalam balutan emo / alternative-rock yang terasa segar dan megah serta meninggalkan kesan emosional dan kontemplatif setelah selesai mendengarkan track-tracknya secara berurutan. 
Dalam EP the things we left unsaid after you ini, 2 single terdahulu “Katarina” dan “ironi.” ditemani oleh tiga track terbaru; “the things we left unsaid after you” sebagai pembuka, “Friksi” dan “Nadir” yang bisa membuat kalian tersenyum lebar karena kedua track tersebut hadir bukan hanya untuk melengkapi susunan cerita dalam EP-nya, melainkan juga membawa gema dan spektrum baru bagi nafas perpaduan emo dan rock di tanah air.
“Seluruh track dalam EP ini saling terhubung, membentuk satu perjalanan emosional yang utuh. Setiap track merepresentasikan fase yang berbeda, dari mulai kehilangan, kehancuran, hingga perlahan menemukan kembali diri yang sempat hilang.” ujar Bayu memaknai perilisan debut EP Echoes, We Hide. Bayu juga melanjutkan, “Ini lebih dari sekadar kumpulan lagu, EP ini menjadi pengingat bahwa rasa sakit tidak bersifat abadi dan setiap proses penyembuhan membutuhkan waktu, penerimaan, serta keberanian untuk merelakan dengan sepenuh jiwa.” 
“Proses produksi materi-materi dalam EP ini menjadi yang paling eksploratif yang pernah gue lakukan selama karir bermusik gue. Dalam prosesnya juga gue merasa tertantang untuk bisa menyampaikan “kejujuran” agar nantinya yang mendengarkan EP ini secara utuh bisa paham apa yang sebenarnya ingin gue dan Echoes, We Hide sampaikan.” tambah Vallian, gitaris sekaligus produser bagi EP Echoes, We Hide ini. 
Secara musikal, the things we left unsaid after you ini dirancang untuk mengedepankan semangat live band dan kebebasan dalam memaknai perasaan yang sedang dialami pendengarnya saat menonton Echoes, We Hide manggung. Secara lirik, Echoes, We Hide tidak ingin menggurui, melainkan Echoes, We Hide ingin berbagai rasa, pengalaman dan seakan berbicara “gpp kok, gue pernah ada di fase itu, pelan-pelan ya, bisa kok.” 

Photo Credit: Fathul Anugerah (@fathulanugerah) 
Download Hi-Res Artwork HERE
Echoes, We Hide adalah alat bagi mereka yang merasa takut untuk meluapkan emosinya. Echoes, We Hide berusaha menyuarakan perasaan yang seringkali tak terekspresikan, musik yang diciptakan pun bukan untuk menyembuhkan, melainkan untuk mengiringi, untuk berdiri di samping semua orang setiap kali emosi kita sebagai manusia tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata. 
Echoes, We Hide “the things we left unsaid after you” EP 
Apple Music: https://lnk.to/EchoesWeHideTTWLUAY 
Spotify: https://lnk.to/EchoesWeHideTTWLUAY 
YouTube Music: https://lnk.to/EchoesWeHideTTWLUAY 
Ikuti Echoes, We Hide: 
TikTok | Instagram | YouTube 
Bookings & Media Relations for Echoes, We Hide: 
echoeswehide@gmail.com 
082124887035

BECAK RAENI: DARI KENDAL KE BIRMINGHAM

SKEMA
(Sketsa Masyarakat)
Akmal Nasery Basral

“Ketika saya merasa lelah di Birmingham, 
saya ingat bapak yang tidak pernah menyerah 
mengayuh becak di jalanan Kendal.”
(Dr. Raeni, S.E., M.Sc.)

Di bawah terik matahari Semarang tahun 2014, sebuah becak tua bergerak perlahan membelah kerumunan wisudawan Universitas Negeri Semarang (UNNES). Raeni, mahasiswi akuntansi 22 tahun, duduk di dalam becak dengan toga. Sang ayah, Mugiyono, mengayuh dengan wajah berseri-seri.

Pemandangan ini bukan bagian _happening art_ apalagi syuting sinetron yang mengeksploitasi kemiskinan. 

Menarik becak adalah pekerjaan Mugiyono.Membawa penumpang--yang anaknya sendiri--juga sudah tak terbilang berapa kali. Tetapi mengayuh becak di dalam kampus baru pertama kali ia lakukan. Itupun karena permintaan sang anak. 

Awalnya ia menolak, karena tak ingin anaknya malu. Tetapi Raeni terus meminta dan bilang bahwa dia justru bangga dengan pekerjaan ayahnya. Sebab, dari hasil kerja keras itulah ia menjadi lulusan terbaik UNNES 2014 dengan IPK 3,96--selain dengan bantuan beasiswa Bidikmisi sebesar Rp600.000 per bulan. 

2/
Kini di usia 34 tahun, Raeni menjadi contoh nyata dari _Self-Determination Theory (SDT)_. Ia menjadi subjek yang memiliki otonomi penuh atas takdirnya sendiri. Raeni telah bertransformasi menjadi seorang intelektual muda yang diperhitungkan di kancah internasional setelah menggondol gelar Ph.D dari Universitas Birmingham, Inggris. 

Dalam budaya Jawa, perjuangan Raeni mencerminkan pepatah legendaris: 
“ _Wong dhuwur wekasane, wong asor drajate, nanging kanthi ilmu dadi mulyo._” (Orang akan mencapai puncak dan kedudukan mulia melalui ilmu). Ilmu bukan sekadar hiasan gelar, melainkan kendaraan bagi wong cilik untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan, dan meraih kemuliaan hidup dan martabat yang setara dengan manusia lain. 

Kesuksesan Raeni tak semudah membalik telapak tangan. Setiap orang yang pernah kuliah tahu bagaimana beratnya menaklukkan kurikulum dan—terutama--lingkungan kampus yang tak selalu bersahabat. Apalagi bagi mahasiswa dengan banyak kekurangan fasilitas. 

“Saya teman sekamar Raeni. Saya saksi kerja kerasnya,” tulis Nina Widodo di akun Instagram. “Raeni bukan hanya pintar di pelajaran tapi aktif di organisasi kampus. Selalu ramah kepada orang lain.”

Dari Semarang, Raeni terbang dengan jalur beasiswa LPDP ke University of Birmingham, Inggris, dan mendapatkan gelar M.Sc. dalam International Accounting and Finance, dengan predikat _Distinction_ (Sangat Memuaskan). Setelah itu ia kembali ke Indonesia dan mengajar di alma maternya selama beberapa tahun. 

Masih dengan beasiswa LPDP, Raeni kembali ke Birmingham melanjutkan pendidikan S3. Ia menyelesaikan riset doktoral pada bidang _Climate Finance_, sebuah disiplin ilmu mutakhir yang mempelajari akuntabilitas dan tata kelola pendanaan global untuk mengatasi perubahan iklim. Bidang ini menuntut kedalaman analitis yang tinggi karena menggabungkan kerumitan laporan keuangan dengan isu keberlanjutan lingkungan hidup. Ia lulus pada akhir 2023 dan diwisuda di bulan Juli 2024. 

3/
Pendidikan diyakini sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Banyak yang menjalani dengan semangat membara pada awalnya, namun banyak juga yang terjebak pada hasil ala kadarnya. Sebagian menyerah di tengah jalan. Setidaknya ada tiga penyebab. 

Pertama, mentalitas “penumpang vs pengemudi”. Profesor Rhenald Kasali menekankan bahwa banyak orang memiliki mentalitas “_passenger_” yang sudah merasa cukup berada di dalam kendaraan. Raeni berbeda. Ia seorang “_driver_” yang mengambil kendali penuh atas nasibnya.

Kedua, kurangnya “transfer inspirasi”. Mantan Rektor Universitas Paramadina dan pendiri Gerakan Indonesia Mengajar, Dr. Anies Baswedan, menyatakan pendidikan harus menjadi "transfer inspirasi". Raeni berhasil karena ia menjadikan kesulitan ayahnya sebagai inspirasi, bukan beban yang melemahkan semangat.

Ketiga, beban budaya dan struktural. Guru Besar Studi Gender, Prof. Alimatul Qibtiyah, menjelaskan bahwa perempuan sering menghadapi tantangan berlapis, termasuk beban domestik dan pandangan sosial yang meragukan urgensi pendidikan tinggi bagi perempuan. Raeni mendobrak sekat ini, membuktikan bahwa intelektualitas perempuan adalah modal sosial yang mampu mengubah arah sejarah keluarga.

4/
Saat berhasil memberangkatkan kedua orang tuanya umroh pada Maret 2018—sebuah mimpi yang nyaris mustahil diraih dari pendapatan mengayuh becak—Raeni mengungkapkan rasa syukurnya usai lulus S2 dari Universitas Birmingham sebelum melanjutkan estafet ke jenjang pendidikan doktoral. 

Ini dimensi spiritualitas dalam bentuk bakti anak kepada orang tua ( _filial piety_) yang menjadi bahan bakar utama resiliensi Raeni. “Melihat Bapak dan Ibu bisa berdiri di depan Ka'bah adalah puncak kebahagiaan yang jauh melampaui gelar akademik manapun. Saya merasa inilah cara Allah menunjukkan bahwa tidak ada usaha yang sia-sia. Saya ingin membuktikan bahwa anak seorang tukang becak pun, dengan izin Allah, bisa membawa orang tuanya ke tanah suci.”

Sesuai prinsip _Hope Theory_ yang dirumuskan C.R. Snyder, Raeni memiliki _agency_ (kemauan kuat) yang berakar pada bakti, dan mengolahnya menjadi energi yang menjadi sandarannya untuk menghadapi beragam tantangan yang kian berat. 

Hingga April 2026, Dr. Raeni telah melampaui fase aktualisasi diri menuju _Self-Transcendence_. Sebagai Asisten Profesor di almamaternya, ia kini aktif mengajar dan melakukan riset tentang akuntansi hijau dan keuangan iklim. Ia kembali ke “akar
 untuk membawa generasi berikutnya agar ikut “naik kelas”, seperti telah dibuktikannya dengan kerja keras dan kerja cerdas. 

Dari jalanan Kendal sampai kampus Birmingham, *Dr. Raeni, S.E., M.Sc.* kini menjadi simbol baru bahwa pendidikan adalah pengubah nasib yang paling adil bagi mereka yang memiliki kegigihan, disiplin, dan hati yang penuh rasa syukur. 

“ _Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving_.” tulis Raeni dalam status bio akun Instagram (@raeni_raeni [centang biru]). Ia menjaga keseimbangan antara pengabdian lokal bagi nusa dan bangsa dan terus mengukir prestasi global.

Melalui riset-risetnya yang dipresentasikan di forum seperti British Accounting and Finance Association (BAFA), Raeni menjadi bagian dari intelektual global yang merumuskan masa depan keuangan hijau ( _green finance_). 

Sedangkan keberadaannya sebagai peneliti di University of Birmingham, secara otomatis memasukkannya ke dalam jejaring Russell Group. Dalam konteks dunia akademis internasional, menjadi bagian dari jejaring ini memberikan akses ke kolaborasi riset dengan universitas top dunia lainnya seperti Oxford, Cambridge, dan LSE.

Ini menunjukkan bahwa anak seorang pengayuh becak dari Kendal mampu duduk sejajar dengan para pakar internasional dalam merumuskan solusi atas krisis iklim global—dunia yang kita huni bersama. 

Jakarta, 19 April 2026

*Sosiolog, prosais, kolumnis, penerima Anugerah Sastra Andalas 2022 kategori Seniman/Budayawan Nasional. Tanggapan untuk tulisan ini bisa dikirimkan ke e-mail: akmal.n.basral@gmail.com

Menpar Sebut Bali Spirit Festival Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri Wellness Global

KEMENTERIAN PARIWISATA
Kompassantri-online, Gianyar, 19 April 2026 – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Bali Spirit Festival sebagai salah satu intellectual property (IP) event unggulan nasional sekaligus representasi penguatan posisi Indonesia dalam industri wellness global yang terus berkembang.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan Bali Spirit Festival 2026 dan senang dapat merasakan langsung energi yang dihadirkan festival ini. Selama empat hari, 15–19 April 2026, festival ini menunjukkan Indonesia mampu menghadirkan IP event berkelas dunia, yang juga kami dukung melalui program Event by Indonesia,” kata Menpar Widiyanti saat meninjau Bali Spirit Festival 2026 di Puri Padi & Yoga Barn, Ubud, Gianyar, Bali, Minggu (19/4/2026).

Bali Spirit Festival merupakan salah satu pionir festival yoga dan wellness internasional terbesar di Asia Tenggara. Pada tahun ini, festival mengusung tema “Welcome Home” dengan memadukan yoga, tari, musik, dan praktik penyembuhan tradisional (healing) dalam rangkaian kegiatan yang holistik.

Selain itu, festival ini juga menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan melalui pengurangan penggunaan plastik, pengelolaan sampah, serta penerapan composting toilet sebagai bagian dari praktik ramah lingkungan.

Dalam kunjungannya, Menpar meninjau berbagai aktivitas utama, antara lain media center, Dharma Fair yang menghadirkan beragam paket wellness, area kuliner dengan pilihan makanan sehat dan vegan, serta The Grooves Stage untuk menyaksikan sesi “Hatha Flow” yoga.

Berdasarkan data Global Wellness Institute tahun 2023, Indonesia menjadi kontributor terbesar wellness economy di Asia Tenggara dengan nilai mencapai 56,4 miliar dolar AS. Indonesia juga menempati posisi ke-6 terbesar di kawasan Asia Pasifik, serta mencatat pertumbuhan ke-3 tertinggi di kawasan tersebut.

Menpar menegaskan Bali Spirit Festival sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pariwisata dalam mendorong pariwisata berkualitas, khususnya pada sektor wellness tourism yang berorientasi pada keberlanjutan dan nilai tambah ekonomi.

Pada penyelenggaraan tahun 2025, Bali Spirit Festival mencatat perputaran ekonomi sebesar Rp6,7 miliar, yang berdampak pada berbagai sektor, mulai dari akomodasi, kuliner, tenaga kerja, hingga pelaku seni budaya.

“Sebagai salah satu pionir wellness event berskala internasional di Indonesia, bahkan terbesar di Asia Tenggara, partisipasi lebih dari 60 negara menunjukkan daya tariknya yang semakin kuat di tingkat global,” kata Menpar Widiyanti.

Menutup rangkaian kunjungan, Menpar melakukan diskusi bersama para pelaku industri event di Plataran Ubud, termasuk Bali Spirit Festival, Ubud Writers & Readers Festival, dan Ubud Village Jazz Festival, guna memperkuat sinergi strategis antara penyelenggara festival dan Kementerian Pariwisata.

“Festival harus menjadi instrumen utama dalam memperkuat daya saing dan kualitas pariwisata nasional,” kata Menpar.

Turut mendampingi Menpar, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu serta Direktur Politeknik Pariwisata Bali Ida Bagus Putu Puja.

*Biro Komunikasi
*Kementerian Pariwisata